<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-21598845</atom:id><lastBuildDate>Sat, 25 Jul 2026 08:04:37 +0000</lastBuildDate><category>money making</category><category>blogging</category><title>BUKA MULUT</title><description>Buka mulut! Paling tidak, saat ini belum ada aturan yang secara tegas melarang orang untuk buka mulut (meski kadang-kadang pada kondisi tertentu ada juga larangan semacam itu). Karenanya mari kita manfaatkan kebebasan yang sangat minimal itu dengan sebaik-baiknya. Siapa tahu, suatu saat nanti justru dilarang! Buka mulut, dan bicaralah: Jangan cuma nguap! Bicara apa saja, untuk kebaikan, minimal bagi diri sendiri.</description><link>http://bukamulut.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Tata Danamihardja)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>204</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21598845.post-5377966483324066863</guid><pubDate>Wed, 24 Jul 2013 18:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-07-25T01:45:00.817+07:00</atom:updated><title>Tata Danamihardja</title><description>&lt;div style=&quot;color:#000; background-color:#fff; font-family:Courier New, courier, monaco, monospace, sans-serif;font-size:12pt&quot;&gt;&lt;div&gt;How o you do?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hot news: &lt;a href=&quot;http://www.ssembuzz.maiksoftware.nl/rfejg/wqhyz.php?Tata_Danamihardja&quot;&gt;Yahoo news&lt;/a&gt; &lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;glmb ibavqqt&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Tata Danamihardja&lt;/span&gt;&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;&lt;!--
google_ad_client = &quot;pub-0638834791104279&quot;;
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
google_ad_format = &quot;468x60_as&quot;;
google_ad_type = &quot;text_image&quot;;
google_ad_channel =&quot;&quot;;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;
  src=&quot;http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js&quot;&gt;
&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://bukamulut.blogspot.com/2013/07/tata-danamihardja.html</link><author>noreply@blogger.com (Tata Danamihardja)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21598845.post-8545401181395641977</guid><pubDate>Thu, 29 Sep 2011 03:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-09-29T10:40:25.223+07:00</atom:updated><title>Melahap Informasi dari Sindikasi Berita</title><description>&lt;P&gt;Perkembangan teknologi, termasuk internet, semakin lama semakin memudahkan kita, khususnya dalam menyerap informasi. Terlepas dari berbagai kontroversi yang menyertai perkembangannya, akselerasi akses informasi oleh publik sangat dipengaruhi dan sekaligus didorong oleh kemajuan teknologi. &lt;/P&gt;  &lt;P&gt;Kalau dulu orang harus berlangganan lebih dari satu majalah atau koran agar tidak ketinggalan informasi, sekarang tidak lagi. Informasi yang masif dan murah bisa diperoleh lewat internet. Meski demikian, tetap saja diperlukan teknik yang cerdas untuk mendapatkan informasi tanpa harus membuka satu-satu berbagai situs yang dibutuhkan. Selain makan waktu, cara demikian juga tidak efektif dan melelahkan.&lt;/P&gt;  &lt;P&gt;Teknologi RSS (Really Simple Syndication) memudahkan Anda mengumpulkan informasi yang Anda butuhkan di satu tempat. Ini jelas sangat menghemat waktu Anda. Jika biasanya Anda browsing ke sana kemari, dengan teknologi ini Anda cukup duduk dan memilah informasi ringkas yang memang Anda butuhkan. Waktu yang biasanya digunakan untuk browsing mencari berita terbaru misalnya, bisa digunakan untuk melakukan hal lain. &lt;/P&gt;  &lt;P&gt;Browser yang beredar saat ini rata-rata dilengkapi dengan fitur untuk membaca RSS feed. Jika Anda menemukan situs yang menarik, Anda tinggal memasukan atau mencatat alamat RSS feed ke browser Anda. Dengan kata lain, Anda berlangganan informasi dari situs tersebut tanpa harus mengunjungi situsnya. Intinya, mengakses informasi dari berbagai situs di satu tempat: browser Anda.&lt;/P&gt;  &lt;P&gt;Bagaimana kalau ini juga masih menyita waktu Anda? Ada cara yang lebih mudah. Anda tidak usah meng-input sendiri alamat situs tertentu untuk dimasukkan ke dalam fitur RSS di browser Anda. Ada beberapa situs yang saat ini memang mengkhususkan diri dalam mengumpulkan berbagai RSS (feed) di satu tempat. Anda tinggal mengakses situs tersebut, dan yang perlu Anda lakukan hanyalah mengecek dan memilah mana informasi yang Anda butuhkan. Jadi tak perlu lagi merambah (browsing) ke sana ke mari. Cukup memonitor di satu tempat. &lt;/P&gt;  &lt;P&gt;Jika Anda tidak mau ketinggalan berita terbaru misalnya, Anda bisa mencoba mengunjungi situs Beritaku (&lt;A href=&quot;http://www.facebook.com/beritaku&quot;&gt;http://www.facebook.com/beritaku&lt;/A&gt;). Di sini tersedia berbagai informasi dari puluhan media berita online terkemuka (detik, metro, media indonesia, kompas dll.). Anda bahkan bisa menonton berita televisi (TVOne, SCTV dll.) atau mendengarkan radio (BBC, Elshinta, Radio Nederland dll.) di mana pun Anda berada, dengan catatan ada koneksi internet tentunya.&lt;/P&gt;  &lt;P&gt;Jika Anda penggemar sepakbola, Anda tinggal mengakses situs Info Bola (&lt;A href=&quot;http://www.facebook.com/infobola&quot;&gt;http://www.facebook.com/infobola&lt;/A&gt;...). Di situs ini, semua informasi tentang sepakbola dalam dan luar negeri tersedia secara gratis untuk Anda. Ingin mendalami Islam? Coba berkunjung ke situs 6666 Ayat Suci (&lt;A href=&quot;http://www.facebook.com/6666AyatSuci&quot;&gt;http://www.facebook.com/6666AyatSuci&lt;/A&gt;). Bahkan untuk urusan informasi lowongan pekerjaan pun tidak sulit. Buka saja situs Lowongan Kerja (&lt;A href=&quot;http://www.facebook.com/lowongankerja&quot;&gt;http://www.facebook.com/lowongankerja&lt;/A&gt;). Selain lowongan kerja yang di-update setiap hari, Anda juga bisa memperoleh berbagai tips seputar karir dan pekerjaan. Kalau Anda mencari-cari tips unik, silakan cari di Tips Unik (&lt;A href=&quot;http://www.facebook.com/tipsunik&quot;&gt;http://www.facebook.com/tipsunik&lt;/A&gt;).&lt;/P&gt;  &lt;P&gt;Kesimpulannya, informasi bisa diperoleh dengan mudah saat ini. Dan ingat, ini adalah abad informasi. Siapa yang memiliki informasi, maka dialah yang lebih berpeluang menggenggam sukses. Manfaatkan kemudahan teknologi secara maksimal, jangan malah sebaliknya: Anda dimanfaatkan oleh teknologi. Biarkan situs-situs tersebut mencari dan mengumpulkan semua informasi untuk Anda. Sebab Anda pantas untuk mendapatkan yang terbaik. Dan yang termudah tentunya. (28092011)&lt;/P&gt;  &lt;P&gt;Tata Danamihardja �2011&lt;/P&gt;  &lt;P&gt;Anda diperkenankan mengutip sebagian atau seluruh isi tulisan ini dengan syarat menyebutkan nama penulis dan tautan ke tulisan ini.&lt;/P&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;&lt;!--
google_ad_client = &quot;pub-0638834791104279&quot;;
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
google_ad_format = &quot;468x60_as&quot;;
google_ad_type = &quot;text_image&quot;;
google_ad_channel =&quot;&quot;;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;
  src=&quot;http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js&quot;&gt;
&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://bukamulut.blogspot.com/2011/09/melahap-informasi-dari-sindikasi-berita.html</link><author>noreply@blogger.com (Tata Danamihardja)</author><thr:total>3</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21598845.post-8714530219825711703</guid><pubDate>Fri, 18 Mar 2011 15:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-03-18T22:15:37.464+07:00</atom:updated><title>&#39;MEMBACA&#39; PUISI</title><description>&lt;DIV&gt;oleh: &lt;STRONG&gt;Tata Danamihardja&lt;/STRONG&gt;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&#39;Membaca&#39; puisi yang saya maksudkan di sini adalah merasakan, menikmati dan   menilai sebuah puisi. Jadi, bukan membaca dalam arti mendeklamasikan puisi.   Jangan pernah mengharapkan saya akan membedah secara teoretis soal itu, sebab   dalam hal ini saya tidak memiliki kemampuan untuk melakukannya. Yang saya   lakukan hanyalah berbagi dengan Anda tentang apa yang saya lakukan dalam   &#39;membaca&#39; sebuah puisi, baik itu karya orang lain maupun tulisan sendiri. &lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;Karena saya tidak berlatarbelakang pendidikan sastra, maka yang pertama   bermain adalah rasa. Maksudnya porsi terbesar yang mempengaruhi penilaian saya   adalah rasa, dan bukan segala teori yang tidak saya kuasai dan belum pernah saya   pelajari. Apakah kata-katanya mengalir? Biasanya saya merasa agak terganggu   dengan&amp;nbsp; kata-kata yang terlalu hebat meloncat-loncat, atau perpindahannya   terlalu tajam dari satu simbol ke simbol yang lain. Ini bukan soal bagus atau   jelek, melainkan hanya soal pilihan. Dan secara pribadi, hingga saat ini saya   lebih memilih sesuatu yang tidak terlalu menyentak-nyentak. &lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;Yang berikutnya adalah soal diksi atau pilihan kata. Dalam menulis puisi,   saya lebih suka menggunakan kata-kata biasa, kata-kata yang tidak terlalu asing   bagi orang kebanyakan seperti saya. Jika Anda mengenal lagu-lagu Chrisye yang   ditulis oleh Guruh di tahun 80-an, syairnya banyak mengandung kata-kata dari   bahasa Sanskerta. Meski secara keseluruhan saya sangat menyukai lagu-lagunya,   tapi tetap saja bagi saya pilihan katanya adalah sebuah kegenitan. Perhatikan   misalnya kata-kata dalam lagu &lt;STRONG&gt;Smara   Dahana&lt;/STRONG&gt;:&lt;BR&gt;&amp;nbsp;&lt;BR&gt;&lt;EM&gt;Ratih dewi, citra khayalku prana, dalam   hidupku...&lt;/EM&gt;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&lt;EM&gt;Andhika dewa, sirna duli sang smara, merasuk sukma...&lt;/EM&gt; &lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;Jujur, hingga saat ini saya hanya bisa menebak-nebak makna dari kata-kata   tersebut. Puisi memang harus membuat orang berpikir, merenung, menjelajahi   kedalaman makna. Tapi tentu tidak perlu sampai membuat orang mencari-cari toko   buku yang menjual kamus Sanskerta :) &lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;Familiar dengan lagu-lagu Iwan Fals? Perhatikan lirik-lirik lagunya yang   bersahaja dan jarang mengada-ada. Meski tak pernah dijuluki penyair, saya   memandangnya sebagai penyair. kata-katanya puitis dan menawarkan hal-hal yang   baru. Membandingkan mata yang bulat indah dengan bola pingpong (dalam lagu Mata   Indah Bola Pingpong) misalnya, bagi saya adalah simbolisasi yang baru dan   orisinal. Saya juga tercengang dengan cara dia membandingkan (maaf) pantat   dengan salak raksasa dalam lagu Guru Zirah. Seumur-umur, saya baru mendengar   perbandingan yang seperti itu. Anehnya, apa yang dia lakukan tetap terasa wajar   dan tidak mengada-ada. Makanya saya katakan dia menawarkan sesuatu yang   baru.&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;Kalau soal puisi yang dijadikan lagu, maka Ebiet G. Ade adalah favorit   saya. Dia memang penyair yang kebetulan diberi kelebihan lain: suara yang indah.   Dia bahkan mampu menyajikan erotisme dalam bahasa yang halus, puitis dan santun   dalam syair lagu &lt;STRONG&gt;Cinta di Kereta Biru Malam&lt;/STRONG&gt;: &lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&lt;EM&gt;Semakin dekat aku memandangmu,&lt;BR&gt;semakin tegas rindu di   keningmu&lt;BR&gt;Gelora cinta membara di pipimu&lt;BR&gt;Gemercik hujan di luar   jendela&lt;BR&gt;Engkau terpejam bibirmu merekah&lt;BR&gt;mengisyaratkan hasrat di   tanganmu&lt;/EM&gt;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&lt;EM&gt;Selimut biru yang kau ulurkan kepadaku&lt;BR&gt;Penahan dingin di kereta Biru   Malam&lt;BR&gt;Kau nyalakan gairah nafsuku, kau hela cinta di   dadaku&lt;BR&gt;hm..&lt;/EM&gt;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&lt;EM&gt;Kau ciptakan musik irama tra la la la la la la&lt;BR&gt;Kau ciptakan gerak   irama tra la la la la&lt;BR&gt;Kau ciptakan panas irama tra la la la la la la&lt;BR&gt;Kau   ciptakan diam irama tra la la la la ha ha ha ha&lt;BR&gt;la la la la hm hm la la la la   hm hm la la la la &lt;/EM&gt;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;Bahkan bait ketiga yang sesungguhnya merupakan bagian &#39;paling panas&#39;   dituliskan Ebiet dengan simbol-simbol yang justru paling halus. Hebatnya,   kata-kata yang dipilihnya justru kata-kata yang sederhana dan sering kita   temukan dalam keseharian. Jauh dari kesan genit dan pamer. &lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;Kembali ke soal &#39;membaca&#39; sebuah puisi, yang tidak kalah pentingnya bagi   saya adalah soal menuliskan kata dengan benar. Ini penting bagi saya untuk   membantu memudahkan dalam memahami makna secara keseluruhan. Logikanya,   bagaimana kita bisa memahami makna puisi dengan baik jika kita masih harus   disibukkan dengan memikirkan ejaan yang salah, kata-kata yang disingkat dll.   Paling tidak, agar tulisan kita bisa dinikmati dengan baik, kesalahan-kesalahan   seperti ini harus ditekan seminimal mungkin. &lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;Terakhir, yang harus menerus saya katakan berulangkali, ini bukan tutorial   apalagi teori yang wajib Anda patuhi. Saya bukan orang yang pantas untuk   melakukan itu. Apa yang saya tuliskan di sini hanyalah apa yang ada di dalam   otak saya saat ini, berdasarkan apa yang saya serap dari apa yang ada di sekitar   saya. Apa yang saya lihat, apa yang saya dengar, apa yang saya baca, apa yang   saya alami, apa yang saya pahami. Jadi bisa saja ada benarnya, tetapi yang pasti   akan sangat banyak salahnya. Dan perkara dibaca orang atau tidak, sejujurnya itu   sama sekali bukan urusan saya. &lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;Maka jika Anda sudah terlanjur membaca sampai di sini, Anda tak perlu   menjadi ragu atau takut&amp;nbsp; untuk menulis sesuatu. Bahkan kalau Anda sama-sama   pemula seperti saya, harusnya kita menjadi lebih terdorong untuk mencoba hal-hal   baru tanpa rasa takut. Toh yang membaca kan kita-kita juga. Saling berbagi, baik   langsung atau tidak, akan membuat proses belajar menjadi lebih cepat dan   menyenangkan. &lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;Ayo terus menulis! &lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;17/02/2011&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&lt;STRONG&gt;Tata Danamihardja &amp;copy; 2011&lt;/STRONG&gt;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;Anda diperkenankan mengutip sebagian atau seluruh artikel ini dengan   menyebutkan sumbernya serta menyertakan link yang mengacu ke posting ini.&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;&lt;!--
google_ad_client = &quot;pub-0638834791104279&quot;;
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
google_ad_format = &quot;468x60_as&quot;;
google_ad_type = &quot;text_image&quot;;
google_ad_channel =&quot;&quot;;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;
  src=&quot;http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js&quot;&gt;
&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://bukamulut.blogspot.com/2011/03/membaca-puisi.html</link><author>noreply@blogger.com (Tata Danamihardja)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21598845.post-2645447557095419140</guid><pubDate>Fri, 18 Feb 2011 19:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-02-19T02:26:43.382+07:00</atom:updated><title>SUNDA BITEL: THE BEATLES LOCALIZATION</title><description>&lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;In the era of global village, localization seems to be a must. Many global   businesses have done this to push their sales. When you do some business in   foreign country, you&amp;nbsp; have to localize your products so that your local   consumers understand them in their local taste. One of the way to localize is to   promote your product in local language.&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;But you see, I&#39;m not talking about business or promotion. Moreover, this is   about The Beatles which is no need promotion in such a way anymore. They have   been famous all over the globe. So, what I&#39;m gonna talk about is non-commercial   localization of the Beatles&#39; songs. And this is done by an Indonesian group   called &lt;STRONG&gt;Sunda Bitel&lt;/STRONG&gt;. &lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;The name of the group itself is localized. Bitel [beetl] seems to be a   common pronunciation of Beatles in Indonesia. This group consists of four   Sundanese people, a second biggest tribe among various existing tribes. Then   they name the group &lt;STRONG&gt;Sunda Bitel&lt;/STRONG&gt; meaning &lt;STRONG&gt;Sundanese   Beatles&lt;/STRONG&gt;.&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;They actually play The Beatles songs in Sundanese language. Uniquely, the   songs sounds similar with the original (English) version because they don&#39;t   translate the songs. They only transfer similarity of pronouncing. For instance,   &lt;STRONG&gt;I&#39;ll Follow The Sun&lt;/STRONG&gt; is localized to be &lt;STRONG&gt;Ka Toko   Hasan&lt;/STRONG&gt;. It has no relation at all in meaning but sounds very similar.   &lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;So far, they have localized more than forty songs. And it is interesting to   find an alternative way in listening to great Beatles&#39; songs. To hear how Sunda   Bitel sings The Beatles songs in Sundanese language, please visit &lt;A   href=&quot;http://www.facebook.com/sundabitel&quot;&gt;http://www.facebook.com/sundabitel&lt;/A&gt;.   &lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&lt;STRONG&gt;Tata Danamihardja &amp;copy; 2011&lt;/STRONG&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;&lt;!--
google_ad_client = &quot;pub-0638834791104279&quot;;
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
google_ad_format = &quot;468x60_as&quot;;
google_ad_type = &quot;text_image&quot;;
google_ad_channel =&quot;&quot;;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;
  src=&quot;http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js&quot;&gt;
&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://bukamulut.blogspot.com/2011/02/sunda-bitel-beatles-localization.html</link><author>noreply@blogger.com (Tata Danamihardja)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21598845.post-2451016812789406418</guid><pubDate>Sun, 21 Nov 2010 01:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-11-21T08:58:25.005+07:00</atom:updated><title>BERBURU TEMAN</title><description>&lt;DIV&gt;Agak ngeri ya mendengarnya? Tapi tentu saja berburu di sini tidak seperti   berburu di hutan. Tidak ada darah, tidak ada tembakan. Ini hanya istilah saya   saja, melihat banyaknya orang yang berlomba-lomba menambah jumlah teman dalam   friend list mereka di Facebook. Cuma kaget saja, soalnya orang yang bukan   siapa-siapa, bukan artis, bukan selebritas, bisa memiliki ribuan teman dalam   friend list mereka dalam waktu sekejap :)&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;Tapi bukankah peribahasa mengatakan memiliki 1000 teman masih kurang, dan   memiliki musuh satu sudah terlalu banyak? Betuul, saya sangat setuju dalam hal   ini. Tapi mari kita coba melihatnya secara lebih jernih. Jika dalam friend list   Anda terdapat 1000 nama, kenalkah Anda dengan mereka semua? Maksud saya apakah   Anda mengenalnya secara dekat layaknya seorang teman di dunia nyata? Silakan   dijawab secara jujur dan tak perlu diucapkan. Simpan saja jawabannya dalam   hati.&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;Saya tidak menafikan kenyataan bahwa banyak di antara teman-teman saya di   dunia maya yang ternyata juga berkembang menjadi teman baik saya di dunia nyata.   Tapi jika diprosentasikan, jumlahnya tidak lebih dari 10%. Sisanya adalah   teman-teman lama ditambah teman-teman yang sekedar kenal nama, sekedar teman   untuk ber &quot;say hello&quot;, serta berbasa-basi alakadarnya.&amp;nbsp; &lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;Lalu apa salahnya dengan hal itu? Sudah tentu tidak ada yang salah.   Bukankah tadi juga sudah saya katakan bahwa memiliki 1000 teman itu masih   kurang? Yang salah adalah jika menambah jumlah teman dalam friend list menjadi   tujuan, demi mendapatkan pujian bahwa kita memiliki banyak teman, bahwa kita   populer, bahwa kita terkenal, dsb. Jika Anda memiliki banyak teman karena sifat   Anda membuat senang banyak orang, itu sebuah anugerah. Tetapi jika Anda berburu   teman, meng-&#39;add&#39; orang secara membabi buta, maka dengan sangat menyesal Anda   saya masukkan ke dalam kategori &#39;gila hormat&#39;, gila popularitas, norak, dan   seterusnya.&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;Saya jadi teringat ketika pertamakali ngeblog beberapa tahun lalu. Saya   ngeblog di blogspot, yang waktu itu masih versi lama. Blogspot memang tidak   dirancang sebagai social network, dan lebih cenderung menjadi jurnal pribadi   untuk menyalurkan keinginan menulis. Meski demikian, para pengguna blogspot   juga, seperti juga di dunia nyata, berinisiatif mengembangkan sendiri jaringan   sosial. Caranya tentu serba manual, karena situs blog ini memang tidak   diperlengkapi dengan tool untuk menciptakan network.&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;Jika kita tertarik dengan tulisan seseorang di blog lain, dan ingin   menjadikan pemilik blog itu sebagai teman, biasanya kita memperkenalkan diri   terlebih dahulu, baik melalui komentar di blognya, mau pun lewat email. Setelah   itu baru kita mengutarakan niat kita untuk menambahkannya di blog roll kita.   Seolah ada semacam kesepakatan tidak tertulis, orang yang namanya kita tambahkan   di blog kita juga akan akan menambahkan nama blog kita di blog roll miliknya.   Istilahnya adalah reciprocal link. Cara ini, selain mempererat pertemanan, juga   dipercaya akan meningkatkan indeks blog masing-masing pada mesin pencari. Jangan   lupa pula, proses menambahkan teman ke blogroll ini juga dilakukan secara   manual.&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;Barangkali karena caranya yang agak ribet tadi maka pertemanan yang   terjalin dengan cara ini lebih terasa erat. Hal yang sama juga terjadi jika kita   menggunakan blog di wordpress, blogsome, atau yang lainnya. Baru setelah itu   muncul blog dengan pendekatan social networking semacam Friendster atau juga   Multiply. Meski proses menambah teman menjadi lebih mudah, namun penekanan   utamanya masih lebih kepada fungsi blog sebagai jurnal pribadi. Memelihara   kualitas konten masih menjadi &#39;dagangan&#39; nomor satu. Maksud saya, semakin bagus   dan menarik tulisan-tulisan kita, semakin mudah pula kita mendapatkan banyak   teman.&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;Seiring perkembangan, muncullah apa yang dinamakan micro-blogging.   Maksudnya kurang lebih ngeblog tapi isinya sangat ringkas. Kalau blogging   konvensional melakukan update seminggu sekali saja sudah bagus, maka dengan   micro-blogging update bisa dilakukan nyaris setiap saat. Dulu saya merasa nggak   pede kalau menulis di blog hanya 10 atau 20 kalimat, dalam micro-blogging kita   justru didorong untuk menulis sedikit saja. Micro-blogging ini dipopulerkan oleh   antara Twitter dan Facebook. Selain menulis ringkas, micro-blogging ini juga   difasilitasi dengan cara menambah jaringan (baca: teman) yang serba mudah dan   otomatis. Tak ada lagi proses manual dalam menambah teman ke dalam friend list   kita. Tinggal klik, semuanya beres.&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;Barangkali karena kemudahan inilah, maka kita sering menemukan apa yang   saya sebut sebagai pemburu teman. Saya menduga bahwa tidak ada yang mereka   lakukan selain menambah jumlah teman dalam friend list mereka. Anehnya, mereka   yang tergolong pemburu teman ini sebagian besar adalah pemain baru, yang tidak   pernah merasakan susahnya menambah teman di era blogging konvensional. Mereka   yang sudah lama ngeblog kelihatannya malah tidak terlalu antusias untuk menambah   friendlist mereka. &lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;Lalu apakah kita tidak boleh menambah teman? Tentu saja sangat boleh.   Semakin banyak teman, semakin berharga hidup kita di dunia ini. Yang penting,   jangan menambah teman hanya untuk memajang nama mereka demi popularitas kita,   agar dipuji sebagai orang yang memiliki banyak teman. Memiliki sedikit teman   dengan kualitas pertemanan yang baik, akan lebih bermanfaat. Namun yang terbaik   tentu saja jika kita memiliki banyak teman, dengan kualitas pertemanan yang juga   baik, dan bukan sekedar teman yang dimanfaatkan untuk dipajang dalam friendlist   kita.&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;Tulisan ini juga bisa Anda baca di &lt;A   href=&quot;http://www.facebook.com/kangtata/&quot;&gt;http://www.facebook.com/kangtata/&lt;/A&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;Versi podcast bisa didengarkan di: &lt;A   href=&quot;http://www.facebook.com/pages/Tatas-Podcast/165669033459229&quot;&gt;http://www.facebook.com/pages/Tatas-Podcast/165669033459229&lt;/A&gt;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&lt;STRONG&gt;Copyright 2010 - Tata Danamihardja&lt;/STRONG&gt;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;Anda diperkenankan mengutip sebagian atau seluruh artikel ini dengan   menyebutkan sumber dan nama penulis. &lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;&lt;!--
google_ad_client = &quot;pub-0638834791104279&quot;;
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
google_ad_format = &quot;468x60_as&quot;;
google_ad_type = &quot;text_image&quot;;
google_ad_channel =&quot;&quot;;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;
  src=&quot;http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js&quot;&gt;
&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://bukamulut.blogspot.com/2010/11/berburu-teman.html</link><author>noreply@blogger.com (Tata Danamihardja)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21598845.post-3893585049965218085</guid><pubDate>Mon, 08 Nov 2010 21:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-11-09T04:07:39.769+07:00</atom:updated><title>Pahlawankah Kita?</title><description>&lt;DIV&gt;oleh: Tata Danamihardja&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;Apa sih definisi pahlawan? Jawabannya mungkin akan sangat beragam. Tapi   buat saya sederhana: orang yang berjasa. Itu saja. Ya, itu saja, tanpa   embel-embel ini itu. Jadi, pada prinsipnya, semua orang bisa jadi pahlawan.   Orang tua yang membesarkan kita, tetangga yang sering membantu kita, para guru   yang telah mengajar kita, teman-teman yang telah menyenangkan kita, tukang becak   yang mau-maunya mengantar kita, sopir angkot yang menolong kita merasakan   nikmatnya naik mobil tanpa harus membeli, dan sebagainya. Bahkan saya pun   menjadi pahlawan bagi saya sendiri, karena saya berjasa telah berusaha   menjadikan diri saya seperti sekarang ini. &lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;Siapa bilang pahlawan itu tanpa pamrih, tanpa mengharapkan apa-apa? Yang   tidak pernah mengharapkan balasan hanya Allah Swt. Sementara manusia, sekecil   apa pun pasti mengharapkan akibat yang baik dari apa yang dilakukannya. Bukankah   berharap timbulnya akibat baik dari apa yang kita lakukan adalah pamrih? Saya   mencari uang dengan harapan bisa bertahan hidup, tetap sehat, dan tidak   tergantung kepada orang lain. Orang tua membesarkan kita dengan harapan   anak-anaknya bisa mandiri dan hidup layak. Tukang becak mengantar kita, sudah   jelas berharap dibayar, karena jika tidak, mana mau mereka mengantar kita sampai   napasnya ngos-ngosan? Bahkan kita beribadah pun pasti dengan harapan - minimal-   ibadah kita diterima.&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;Jadi secara prinsip, setiap orang adalah pahlawan. Yang membedakannya   adalah kualitas dari kepahlawanan seseorang, berdasarkan pada akibat dari   tindakan yang dilakukannya. Semakin banyak orang yang merasakan manfaatnya,   semakin tinggi pula tingkat kepahlawanannya. Orang tua saya mungkin bukanlah   pahlawan bagi Anda, karena apa yang mereka lakukan tidak memberi manfaat apa-apa   bagi diri Anda. Sebaliknya, bagi saya mereka adalah pahlawan besar karena telah   menjadikan saya seperti sekarang ini. Para pejuang kemerdekaan adalah pahlawan   bagi bangsa Indonesia. Sebaliknya, bagi negara-negara yang menjajah kita, mereka   adalah musuh yang harus ditumpas habis.&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;Maka, ketika gelar pahlawan menjadi sesuatu yang harus disahkan secara   seremonial formal oleh penguasa, bagi saya pribadi hal itu merupakan penurunan   derajat makna pahlawan. Apalagi jika yang terjadi adalah mengusulkan gelar   pahlawan demi kepentingan politik, atau kepentingan-kepentingan dangkal lainnya.   Mohammad Toha yang sampai sekarang tidak diakui negara sebagai pahlawan   nasional, buat saya dan mungkin sebagian orang tetap seorang pahlawan.   Kontribusinya bagi kemerdekaan Indonesia rasanya tak perlu diragukan lagi. Soal   negera mengakui atau tidak, itu persoalan yang berbeda.&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;Makanya saya setuju dengan sikap Sultan Yogya yang menyatakan menolak gelar   pahlawan bagi Sri Sultan Hamengkubuwono IX jika prosesnya adalah melalui   pengajuan usulan dari keluarga. Pahlawan adalah pahlawan. Diakui negara atau   tidak, tetap pahlawan. Meminta gelar pahlawan kepada pemerintah persis seperti   kelakuan pengemis yang meminta sedekah. Pahlawan yang sesungguhnya hanya   melakukan apa yang mereka anggap bisa mendatangkan kebaikan bagi sebanyak   mungkin orang. Dan satu-satunya pamrih yang diharapkan pahlawan sejati adalah   keridlaan Allah Swt.&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;Selamat merayakan Hari Pahlawan, sambil merenungkan apa yang sudah kita   lakukan hingga saat ini. &lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&lt;BR&gt;Versi audio bisa Anda dengarkan di: &lt;A   href=&quot;http://www.facebook.com/pages/Tatas-Podcast/165669033459229&quot;&gt;http://www.facebook.com/pages/Tatas-Podcast/165669033459229&lt;/A&gt;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&lt;STRONG&gt;Copyright 2010 - Tata Danamihardja&lt;/STRONG&gt;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;Anda diperkenankan mengutip sebagian atau seluruh artikel ini dengan   menyebutkan nama penulis serta sumbernya.&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;&lt;!--
google_ad_client = &quot;pub-0638834791104279&quot;;
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
google_ad_format = &quot;468x60_as&quot;;
google_ad_type = &quot;text_image&quot;;
google_ad_channel =&quot;&quot;;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;
  src=&quot;http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js&quot;&gt;
&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://bukamulut.blogspot.com/2010/11/pahlawankah-kita.html</link><author>noreply@blogger.com (Tata Danamihardja)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21598845.post-17383784178064344</guid><pubDate>Thu, 28 Oct 2010 15:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-10-28T22:40:17.796+07:00</atom:updated><title>Sumpah Pemuda dan Semangat Kekinian</title><description>&lt;DIV&gt;oleh: Tata Danamihardja&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&lt;EM&gt;&lt;/EM&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&lt;EM&gt;Pertama. Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah   jang satoe, tanah Indonesia.&lt;/EM&gt;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&lt;EM&gt;Kedoea. Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang   satoe, bangsa Indonesia.&lt;/EM&gt;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&lt;EM&gt;Ketiga. Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa   persatoean, bahasa Indonesia.&lt;/EM&gt;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;Begitulah bunyi Sumpah Pemuda yang diikrarkan pada tanggal 28 Oktober 1928.   Aksi monumental ini merupakan wujud kesadaran berbangsa dan bernegara yang   mencerminkan keluhuran sikap toleransi berbagai elemen bangsa. Betapa tidak,   unsur-unsur kepemudaan yang berangkat dari berbagai latar belakang suku, agama,   dan kepentingan menyatukan tekad untuk bernaung dalam satu wadah yang belakangan   disebut sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia.&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;Bayangkan, betapa hebatnya manusia-manusia belia saat itu. Mereka mampu   mengesampingkan kepentingan-kepentingan pribadi dan golongan demi mencapai   tujuan kolektif yang lebih besar. Pertentangan berbagai kepentingan di level   bawah diselesaikan dengan cara yang sangat elegan. Jika tidak, mungkin saat ini   kita tidak tinggal dalam sebuah negara yang namanya Republik Indonesia.&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;Sayangnya kearifan tingkat tinggi yang ditorehkan dalam sejarah itu tak   lagi diteladani dalam konteks kekinian. Yang terpapar dalam pandangan keseharian   kita saat ini justru kebalikannya. Kepentingan pribadi menjadi panglima dengan   berlindung di balik tameng hak azasi. Para penyelengara kekuasaan menciptakan   wilayah bermain sendiri. Onani politik yang hanya mengejar kepuasan pribadi dan   golongan menjadi kenyataan yang tidak bisa dipungkiri. Kita kebingungan mencari   teladan yang bisa dijadikan panutan. Kepercayaan terhadap para pemimpin yang   bertahta di menara gading melorot drastis hingga ke titik nadir.&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;Tidak adanya teladan yang patut menjadi panutan berimbas pada cara pandang   generasi muda secara general. Mereka teralienasi pada dunia mereka sendiri.   Sikap apatis terhadap kondisi di sekitarnya telah menjadikan mereka sibuk   memanjakan diri demi pencapaian hasrat hedonis yang ditularkan dari kondisi   keseharian yang terserap oleh pikiran bawah sadar mereka. Gaya hidup mewah yang   dipertontonkan para pemimpin diam-diam mengerogoti nilai-nilai asali yang mereka   anut. Kaya secara lahiriah sudah menjadi obsesi, dan menjadi sesuatu yang wajib   dicapai dengan cara apa pun. Jika para pemimpin bisa kaya dengan cara korupsi   dan menyelewengkan uang rakyat, kenapa pula mereka tidak bisa meraihnya dengan   cara yang kurang lebih sama?&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;Kondisi yang kita hadapi saat ini sudah sedemikian parahnya sehingga perlu   langkah-langkah konkrit untuk membenahinya. Memulai dari diri sendiri adalah   cara yang paling rasional. Kembali pada nilai-nilai dan semangat Sumpah Pemuda   menjadi sebuah keniscayaan. Merenung, menahan diri, dan mengaplikasikan hasil   kontemplasi yang jujur adalah kuncinya. Selalu bertanya pada hati nurani adalah   sebuah kearifan yang bisa dilakukan oleh siapa pun, sepanjang ada niat untuk   berlaku dan bertindak jujur. &lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;Tapi itu saja sudah barang tentu tidak cukup. Harus ada gerakan moral dan   gerakan sosial yang akan mendorong terjadinya proses perbaikan secara massal.   Kita tidak membutuhkan gerakan institusional formal yang hanya akan berujung   pada sesuatu yang sangat simbolis normatif. Yang kita butuhkan adalah tindakan   nyata dari setiap elemen bangsa demi memperbaiki apa yang (diakui atau tidak)   sudah rusak. Sejarah bukan cuma kisah yang perlu ditulis dalam buku-buku   sejarah. Lebih dari itu, sejarah adalah tempat kita bercermin, sekaligus belajar   dari kesalahan masa lalu dan menghidupkan kembali nilai-nilai luhur yang   terkandung di dalamnya. &lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;Salam Sumpah Pemuda!&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&lt;STRONG&gt;Copyright 2010 - Tata Danamihardja&lt;/STRONG&gt;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&lt;STRONG&gt;&lt;/STRONG&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;  &lt;DIV&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;&lt;!--
google_ad_client = &quot;pub-0638834791104279&quot;;
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
google_ad_format = &quot;468x60_as&quot;;
google_ad_type = &quot;text_image&quot;;
google_ad_channel =&quot;&quot;;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;
  src=&quot;http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js&quot;&gt;
&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://bukamulut.blogspot.com/2010/10/sumpah-pemuda-dan-semangat-kekinian.html</link><author>noreply@blogger.com (Tata Danamihardja)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21598845.post-8023040413770544277</guid><pubDate>Sat, 18 Sep 2010 11:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-09-18T18:05:25.326+07:00</atom:updated><title></title><description>&lt;a href=&quot;http://bukutata.wordpres.me/07/03/coronary-artery-disease-increased.html&quot;&gt;http://bukutata.wordpres.me/07/03/coronary-artery-disease-increased.html&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;&lt;!--
google_ad_client = &quot;pub-0638834791104279&quot;;
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
google_ad_format = &quot;468x60_as&quot;;
google_ad_type = &quot;text_image&quot;;
google_ad_channel =&quot;&quot;;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;
  src=&quot;http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js&quot;&gt;
&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://bukamulut.blogspot.com/2010/09/httpbukutata.html</link><author>noreply@blogger.com (Tata Danamihardja)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21598845.post-1940368615632241963</guid><pubDate>Mon, 01 Feb 2010 04:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-02-01T11:10:03.990+07:00</atom:updated><title>PROGRAM SERATUS HARI</title><description>&lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;PROGRAM SERATUS HARI, kata sebagian orang  tak lebih dari HAMPAR RETORIS SURGA atau HATUR PROGRAM SERASI. Ada juga yang  menyebut PROGRAM HIU TERSASAR dan PROGRAM SEARAH TURIS karena terkesan tidak  jelas dan tunduk pada kekuatan asing, sementara rakyat miskin harus menjalankan  PROGRAM SAHUR TERASI saking miskinnya. &lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Padahal banyak yang berharap program itu  harus seperti GARAP TERORIS MASHUR yang sukses, karena kita memang HARUS GAMPAR  TERORIS. &lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Ah, sudahlah. JASA DISAINER PANGGUNG  (=JANGAN DIANGGAP SERIUS). KOMISI AGEN KUNCI (=INI CUMA ISENG KOK).&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;**Lagi iseng, sekedar membolak-balik  urutan huruf PROGRAM SERATUS HARI).**&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;&lt;STRONG&gt;Copyright 2010 - Tata  Danamihardja&lt;/STRONG&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Anda diperkenankan mengutip sebagian atau  seluruh artikel ini dengan menyebutkan&amp;nbsp;nama penulis&amp;nbsp;serta menyertakan  link yang mengacu ke posting ini.&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;&lt;!--
google_ad_client = &quot;pub-0638834791104279&quot;;
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
google_ad_format = &quot;468x60_as&quot;;
google_ad_type = &quot;text_image&quot;;
google_ad_channel =&quot;&quot;;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;
  src=&quot;http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js&quot;&gt;
&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://bukamulut.blogspot.com/2010/02/program-seratus-hari.html</link><author>noreply@blogger.com (Tata Danamihardja)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21598845.post-8653384019083605066</guid><pubDate>Fri, 29 Jan 2010 21:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-01-30T04:16:53.812+07:00</atom:updated><title>NASILUT KILABRET, FREE SOFTWARE FROM TATA</title><description>&lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Bahasa mana pula itu NASILUT KILABRET?  NASILUT KILABRET adalah software untuk membalik kata atau bahkan naskah hanya  dalam hitungan detik. Bayangkan kalau Anda harus membalik huruf demi huruf, kata  demi kata, secara manual; berapa lama waktu yang diperlukan untuk melakukannya?  &lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Ah, lagian siapa sih yang bakalan nyuruh  membolak-balik kata atau naskah? Memang nggak ada. Memang cuma kerjaan orang  iseng. Iseng tapi KREATIF. Itu kata kuncinya. Karena hidup itu perlu variasi.  Jangan monoton!&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Mau ikutan menghirup udara KREATIVITAS?  Download softwarenya di: &lt;BR&gt;&lt;A  href=&quot;http://www.4shared.com/file/210619841/bdf0a905/nasilut-kilabret.html&quot;&gt;http://www.4shared.com/file/210619841/bdf0a905/nasilut-kilabret.html&lt;/A&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;&lt;STRONG&gt;IT&#39;S FREE!&lt;/STRONG&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=center&gt;&lt;IMG style=&quot;WIDTH: 400px; HEIGHT: 493px&quot;  alt=&quot;NASILUT KILABRET&quot; hspace=3  src=&quot;http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs137.snc3/18437_1335669319690_1469804656_30896602_3537859_n.jpg&quot;  align=middle vspace=3 border=0&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;&lt;STRONG&gt;Copyright 2009 - Tata  Danamihardja&lt;/STRONG&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Anda diperkenankan mengutip sebagian atau seluruh  artikel ini dengan menyebutkan sumbernya serta menyertakan link yang mengacu ke  posting ini.&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;&lt;!--
google_ad_client = &quot;pub-0638834791104279&quot;;
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
google_ad_format = &quot;468x60_as&quot;;
google_ad_type = &quot;text_image&quot;;
google_ad_channel =&quot;&quot;;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;
  src=&quot;http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js&quot;&gt;
&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://bukamulut.blogspot.com/2010/01/nasilut-kilabret-free-software-from.html</link><author>noreply@blogger.com (Tata Danamihardja)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21598845.post-5706984226637420048</guid><pubDate>Sun, 20 Dec 2009 17:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-12-21T00:33:01.823+07:00</atom:updated><title>AUDIGIBOOK GRATIS: KONTEMPLASI DIGITAL</title><description>&lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;&lt;FONT face=&quot;Times New Roman&quot;&gt;&lt;/FONT&gt; &lt;P align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Audigibook (audio digital book) adalah  istilah yang saya ciptakan untuk menyebut ebook yang berupa audio. Saya lebih  memilih menggunakan istilah ini ketimbang audio-ebook. Ini hanya soal selera,  tetapi istilah ini kemungkinan belum pernah digunakan sebelumnya, karena saya  tidak menemukan istilah audigibook ketika saya search menggunakan keyword ini di  Google. &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Kelebihan audigibook adalah filenya sangat kecil bila dibanding  format mp3 yang saat ini diklaim paling kecil. Kenapa bisa begitu? Karena dalam  audigibook, file audionya dimampatkan lagi sedemikian rupa hinga titik terendah,  namun tetap masih bisa dinikmati dengan baik. &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Seri audigibook  kontemplasi ini berisi paparan kontemplatif sederhana bernuansa religi dengan  durasi antara 2 hingga 4 menit. Tidak ada maksud menggurui, sekadar mengajak  untuk merenung, tanpa harus membaca teks. Cukup menggunakan telinga, tak perlu  mata. Besarnya file bervariasi antara 0,9 Mb hingga 1,4 Mb, jauh lebih kecil  jika dibandingkan dengan file Mp3 standar dengan durasi yang sama. Sebagai  perbandingan, Mp3 standar berdurasi 3 menit besarnya sekitar 3 hingga 5  Mb.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Jika Anda berminat memilikinya silakan pilih yang Anda sukai,  &lt;STRONG&gt;for free&lt;/STRONG&gt;, di bawah ini: &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;A  href=&quot;http://www.4shared.com/file/166818572/d5223edc/BelajarDariCicak.html&quot;  target=_blank&gt;&lt;SPAN style=&quot;TEXT-DECORATION: none&quot;&gt;Belajar Dari  Cicak&lt;/SPAN&gt;&lt;/A&gt;&lt;BR&gt;&lt;A  href=&quot;http://www.4shared.com/file/166816301/e738f220/Dengki.html&quot;  target=_blank&gt;&lt;SPAN style=&quot;TEXT-DECORATION: none&quot;&gt;Dengki&lt;/SPAN&gt;&lt;/A&gt;&lt;BR&gt;&lt;A  href=&quot;http://www.4shared.com/file/166820102/1f7e52f8/BelajarDariSemut.html&quot;  target=_blank&gt;&lt;SPAN style=&quot;TEXT-DECORATION: none&quot;&gt;Belajar Dari  Semut&lt;/SPAN&gt;&lt;/A&gt;&lt;BR&gt;&lt;A  href=&quot;http://www.4shared.com/file/166821258/3826969f/Bersyukur.html&quot;  target=_blank&gt;&lt;SPAN style=&quot;TEXT-DECORATION: none&quot;&gt;Bersyukur&lt;/SPAN&gt;&lt;/A&gt;&lt;BR&gt;&lt;A  href=&quot;http://www.4shared.com/file/166823184/2c71d22b/Cita-cita.html&quot;  target=_blank&gt;&lt;SPAN style=&quot;TEXT-DECORATION: none&quot;&gt;Cita-cita&lt;/SPAN&gt;&lt;/A&gt;&lt;BR&gt;&lt;A  href=&quot;http://www.4shared.com/file/166827769/47ac68fd/Islami.html&quot;  target=_blank&gt;&lt;SPAN style=&quot;TEXT-DECORATION: none&quot;&gt;Islami&lt;/SPAN&gt;&lt;/A&gt;&lt;BR&gt;&lt;A  href=&quot;http://www.4shared.com/file/167794170/11a2ba34/JanganPutusAsa.html&quot;  target=_blank&gt;&lt;SPAN style=&quot;TEXT-DECORATION: none&quot;&gt;Jangan Putus  Asa&lt;/SPAN&gt;&lt;/A&gt;&lt;BR&gt;&lt;A  href=&quot;http://www.4shared.com/file/166826890/a08ecce/KayaItuHarus.html&quot;  target=_blank&gt;&lt;SPAN style=&quot;TEXT-DECORATION: none&quot;&gt;Kaya Itu  Harus&lt;/SPAN&gt;&lt;/A&gt;&lt;BR&gt;&lt;A  href=&quot;http://www.4shared.com/file/167806178/49362a29/JanganTakutGagal.html&quot;  target=_blank&gt;&lt;SPAN style=&quot;TEXT-DECORATION: none&quot;&gt;Jangan Takut  Gagal&lt;/SPAN&gt;&lt;/A&gt;&lt;BR&gt;&lt;A  href=&quot;http://www.4shared.com/file/167806179/3e311abf/KayaDenganMemberi.html&quot;  target=_blank&gt;&lt;SPAN style=&quot;TEXT-DECORATION: none&quot;&gt;Kaya Dengan  Memberi&lt;/SPAN&gt;&lt;/A&gt;&lt;BR&gt;&lt;A  href=&quot;http://www.4shared.com/file/167825104/67b40c4b/Suap.html&quot;  target=_blank&gt;&lt;SPAN style=&quot;TEXT-DECORATION: none&quot;&gt;Suap&lt;/SPAN&gt;&lt;/A&gt;&lt;BR&gt;&lt;A  href=&quot;http://www.4shared.com/file/167825105/10b33cdd/SuksesDenganMenolong.html&quot;  target=_blank&gt;&lt;SPAN style=&quot;TEXT-DECORATION: none&quot;&gt;Sukses Dengan  Menolong&lt;/SPAN&gt;&lt;/A&gt;&lt;BR&gt;&lt;A  href=&quot;http://www.4shared.com/file/167825106/89ba6d67/VisiMenujuSukses.html&quot;  target=_blank&gt;&lt;SPAN style=&quot;TEXT-DECORATION: none&quot;&gt;Visi Menuju  Sukses&lt;/SPAN&gt;&lt;/A&gt;&lt;BR&gt;&lt;A  href=&quot;http://www.4shared.com/file/167825108/6e024060/VisiSeorangMuslim.html&quot;  target=_blank&gt;&lt;SPAN style=&quot;TEXT-DECORATION: none&quot;&gt;Visi Seorang  Muslim&lt;/SPAN&gt;&lt;/A&gt;&lt;BR&gt;&lt;A  href=&quot;http://www.4shared.com/file/167825103/f9d099e8/Visualisasi.html&quot;  target=_blank&gt;&lt;SPAN  style=&quot;TEXT-DECORATION: none&quot;&gt;Visualisasi&lt;/SPAN&gt;&lt;/A&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Copyright © 2009 -  Tata Danamihardja. &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Hak Cipta dilindungi undang-undang. Anda  didiperkenankan mengutip sebagian atau seluruh tulisan ini dengan syarat harus  menyebutkan sumber dan nama penulis.  Terimakasih.&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;&lt;!--
google_ad_client = &quot;pub-0638834791104279&quot;;
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
google_ad_format = &quot;468x60_as&quot;;
google_ad_type = &quot;text_image&quot;;
google_ad_channel =&quot;&quot;;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;
  src=&quot;http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js&quot;&gt;
&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://bukamulut.blogspot.com/2009/12/audigibook-gratis-kontemplasi-digital.html</link><author>noreply@blogger.com (Tata Danamihardja)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21598845.post-7880113656512488523</guid><pubDate>Wed, 09 Dec 2009 17:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-12-10T02:31:01.630+07:00</atom:updated><title>SEJUTA KOIN UNTUK PRITA (versi kartu elektronik)</title><description>&lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Kalau kemarin saya membuat lagu SEJUTA  KOIN UNTUK PRITA dalam format MP3, kali ini saya membuat versi kartu  elektroniknya. Dilengkapi dengan gambar Prita dan scrolling lyrics, lagu ini  tidak perlu diputar menggunakan player seperti Winamp dsb., melainkan langsung  di dalam kartu. Kelebihan lainnya adalah kualitasnya audionya ternyata lebih  bagus versi kartu, meski pun bitrate-nya sama-sama diturunkan agar filenya tidak  terlalu besar. &lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Teman-teman bisa membantu menyebarkannya  dengan mendownload kartu tsb. (943 Kb) di:&lt;BR&gt;&lt;A  href=&quot;http://www.4shared.com/file/169018145/7d79a2e4/sejuta-koin-untuk-prita2.html&quot;&gt;http://www.4shared.com/file/169018145/7d79a2e4/sejuta-koin-untuk-prita2.html&lt;/A&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;&lt;!--
google_ad_client = &quot;pub-0638834791104279&quot;;
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
google_ad_format = &quot;468x60_as&quot;;
google_ad_type = &quot;text_image&quot;;
google_ad_channel =&quot;&quot;;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;
  src=&quot;http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js&quot;&gt;
&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://bukamulut.blogspot.com/2009/12/sejuta-koin-untuk-prita-versi-kartu.html</link><author>noreply@blogger.com (Tata Danamihardja)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21598845.post-3649293564156255884</guid><pubDate>Tue, 08 Dec 2009 20:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-12-09T03:38:39.762+07:00</atom:updated><title>GRATIS: LAGU SEJUTA KOIN UNTUK PRITA</title><description>&lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Kasus Prita Mulyasari yang menggegerkan,  semakin menjadi-jadi ketika akhirnya wanita itu dijatuhi vonis harus membayar  denda yang jumlahnya luar biasa besar untuk ukuran orang biasa (yang bukan orang  kaya atau pun koruptor). Solidaritas masyarakat pun tergalang secara spontan  ketika melihat adanya ketidakadilan di sekitar mereka.&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Maka muncullah gagasan untuk mengumpulkan  koin secara sukarela untuk membayar denda jika kasasi yang diajukan Prita atas  putusan pengadilan tidak berhasil. Rencananya uang recehan tersebut akan  dibayarkan apa adanya (tidak ditukar dengan uang lembaran dalam satuan yang  lebih besar). Salah satu tujuannya adalah sebagai bentuk protes kepada pihak  rumah sakit Omni International, agar mereka merasa malu. Namun di salah satu TV  swasta, rencana itu ditanggapi pihak pengacara rumah sakit tersebut dengan sikap  yang &#39;aneh&#39;. Bahkan sang pengacara dengan enteng mengatakan bahwa pihaknya  sesungguhnya tidak membutuhkan uang tersebut, dan akan disumbangkan kepada  &#39;pihak yang membutuhkan&#39;.&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Siapa pun yang mengamati bergulirnya kasus  Prita tentu merasa miris melihatnya. Betapa tidak, perseteruan antara seorang  perempuan yang sederhana dan santun dengan sebuah lembaga &#39;internasional&#39;  sungguh tidak seimbang. Dan seperti kebiasaan di negeri kita, mereka yang kuat,  yang kaya, yang besar, hampir dipastikan selalu jadi pemenang. Namun itu tidak  berarti bahwa kita tidak boleh berupaya untuk menegakkan keadilan dengan cara  apa saja semampu kita.&amp;nbsp; &lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Saya, yang tentu saja bukan siapa-siapa,  hanya bisa berdoa agar kebenaran diperlihatkan kepada kita. Sebagai bentuk  dukungan kepada Prita, saya menulis lagu yang - meskipun ala kadarnya -  mudah-mudahan bisa dinikmati. Filenya kecil (hanya 1427 Kb), dan jika berminat  silakan mengunduhnya (gratis) di:&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;&lt;A  href=&quot;http://www.4shared.com/file/168374916/726165a1/SejutaKoinUntukPrita.html&quot;&gt;http://www.4shared.com/file/168374916/726165a1/SejutaKoinUntukPrita.html&lt;/A&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Selamat mendengarkan  :-)&lt;BR&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;&lt;!--
google_ad_client = &quot;pub-0638834791104279&quot;;
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
google_ad_format = &quot;468x60_as&quot;;
google_ad_type = &quot;text_image&quot;;
google_ad_channel =&quot;&quot;;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;
  src=&quot;http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js&quot;&gt;
&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://bukamulut.blogspot.com/2009/12/gratis-lagu-sejuta-koin-untuk-prita.html</link><author>noreply@blogger.com (Tata Danamihardja)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21598845.post-7514107423799396843</guid><pubDate>Tue, 20 Oct 2009 19:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-10-21T03:01:03.588+07:00</atom:updated><title>Inferiority Complex Orang Sunda</title><description>&lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Konon, suku bangsa Sunda berada di urutan  kedua terbesar setelah Jawa dalam soal jumlah. Tapi soal kebanggaan menjadi  orang Sunda, masih perlu dibuktikan. Paling tidak, ada beberapa hal yang  kemungkinan menjadi indikasi lunturnya kebanggaan menjadi orang Sunda.  Keengganan menggunakan bahasa Sunda sebagai bahasa ibu adalah salah satunya.  Banyak pasangan muda Sunda yang lebih memilih berkomunikasi dengan anak-anaknya  menggunakan bahasa Indonesia. Jika kecenderungan ini meluas, saya khawatir dalam  sekian puluh tahun ke depan akan muncul generasi manusia Sunda yang tercerabut  dari akar budaya Sunda, dan teralienasi di lingkungan budayanya  sendiri.&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Bayangkan, suatu saat akan muncul  remaja-remaja Sunda yang &lt;EM&gt;palahak-polohok&lt;/EM&gt; dan sama sekali tidak memahami  percakapan yang dilakukan dalam bahasa Sunda. Bahkan hal itu sudah sering saya  temukan dalam kehidupan sehari-hari. Jika tidak ada tindakan antisipatif dari  orang Sunda sendiri, bukan tidak mungkin, suatu saat bahasa Sunda akan lenyap  dan tidak lagi digunakan oleh orang Sunda. Jika hal itu benar-benar terjadi,  maka jangan heran jika ada yang mengatakan bahwa suku Sunda adalah suku yang  &lt;EM&gt;paling tolol&lt;/EM&gt; di dunia! Apalagi yang lebih bodoh daripada tidak bisa  menjaga bahasanya sendiri?&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Kecenderungan merasa rendah diri alias  mengidap &lt;EM&gt;inferiority complex&lt;/EM&gt; sebagai orang Sunda, juga bisa dilihat  dari beberapa hal kecil yang mungkin seringkali luput dari perhatian kita.  Misalnya:&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;&lt;U&gt;1. Menulis kata &lt;EM&gt;euy&lt;/EM&gt; menjadi  &lt;EM&gt;uy&lt;/EM&gt;&lt;/U&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;EM&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/EM&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Kelihatannya sepele, padahal suatu saat  bisa menjadi masalah serius. Bahasa Sunda memiliki lambang bunyi yang khas dan  tidak terdapat dalam bahasa lain. Salah satunya adalah bunyi  &lt;EM&gt;&lt;STRONG&gt;eu&lt;/STRONG&gt;&lt;/EM&gt; ini. Kata-kata &lt;EM&gt;peuyeum, beureum, peureup&lt;/EM&gt;,  dan &lt;EM&gt;euy&lt;/EM&gt; misalnya, ditulis menggunakan lambang bunyi tersebut  (&lt;EM&gt;&lt;STRONG&gt;eu&lt;/STRONG&gt;&lt;/EM&gt;). Jadi, kenapa harus mengikuti gaya orang lain?  Kita toh memiliki lambang bunyi sendiri untuk menuliskannya. &lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;&lt;U&gt;2. Menulis kata &lt;EM&gt;nya&lt;/EM&gt; menjadi  &lt;EM&gt;nyak&lt;/EM&gt;&lt;/U&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Ini pengaruh orang Jawa, yang cenderung  melenyapkan bunyi huruf &lt;EM&gt;&lt;STRONG&gt;k&lt;/STRONG&gt;&lt;/EM&gt; di ujung kata. Misalnya:  &lt;EM&gt;Teu kenging bangor nya&lt;/EM&gt; ditulis &lt;EM&gt;Teu kenging bangor nyak&lt;/EM&gt;. Aneh  kan?&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;&lt;U&gt;3. Menulis kata &lt;EM&gt;haneut&lt;/EM&gt; menjadi  &lt;EM&gt;haneud&lt;/EM&gt;&lt;/U&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Juga pengaruh Jawa, biasanya membaca huruf  &lt;STRONG&gt;&lt;EM&gt;d&lt;/EM&gt;&lt;/STRONG&gt; di ujung kata menjadi &lt;EM&gt;&lt;STRONG&gt;t&lt;/STRONG&gt;&lt;/EM&gt;.  Misalnya UNPAD dibaca UNPAT.&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Contoh-contoh lainnya bisa Anda cari  sendiri, dengan syarat: mau jujur terhadap diri sendiri. Kalau tidak, maka yang  muncul adalah sikap defensif dan mencari-cari alasan pembenaran terhadap apa  yang Anda lakukan. Ingat, bahasa adalah kunci untuk menguasai budaya suatu  (suku) bangsa. Dengan demikian, posisinya menjadi sangat vital dalam pelestarian  budaya. &lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Bahasa Sunda memilik aturan sendiri. Jadi  kenapa pula kita harus tunduk pada aturan orang lain yang belum tentu lebih  bagus? Parahnya lagi, ketika kita melakukan kesalahan-kesalahan kecil tadi,  tidak ada seorang pun yang memaksa kita. Kita melakukannya secara sukarela,  karena alasan entah apa. Yang jelas, alasan yang paling mungkin adalah  &lt;EM&gt;inferiority complex&lt;/EM&gt; tadi. Kita merasa tidak percaya diri untuk  menunjukkan jatidiri kita sebagai orang Sunda.&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Ada beberapa hal yang bisa&amp;nbsp;kita  lakukan untuk menghindari &lt;EM&gt;inferiority complex&lt;/EM&gt; alias rasa minder atau  rasa rendah diri:&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;OL&gt;   &lt;LI&gt;   &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Tanamkan dalam diri kita bahwa Sunda    adalah yang terbaik. Masa sih kalah oleh etnis lain dalam mencintai budaya    Sunda? Nama-nama Tan Deseng, Anis Jatisunda, Becki (sinden bule) dll., menjadi    bukti bahwa Sunda memiliki banyak hal adiluhung yang membuat mereka yang    notabene berasal dari etnis dan bangsa lain mengakui kualitas budaya Sunda.    Tidak malukah kita melihat &#39;orang lain&#39; lebih mencintai Sunda dibanding orang    Sunda?&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/LI&gt;   &lt;LI&gt;   &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Pelihara bahasa Sunda. Tadi sudah saya    katakan bahwa bahasa merupakan kunci untuk menguasai budaya. Maka bahasa Sunda    menjadi sangat penting, sekaligus menjadi identitas yang menegaskan bahwa kita    adalah orang Sunda. Caranya? Ajarkan bahasa Sunda kepada anak-anak kita,    jadikan bahasa Sunda sebagai bahasa ibu. Jangan takut di cap kampungan! Yang    kampungan adalah mereka yang malas mengajarkan bahasa Sunda kepada    anak-anaknya. Tidak malukah Anda melihat anak-anak kita &lt;EM&gt;palahak-    polohok&lt;/EM&gt; dan &lt;EM&gt;geblah-gebloh&lt;/EM&gt; mendengar orang yang bertutur dengan    bahasa Sunda padahal mereka adalah orang Sunda asli? Jawablah dengan hati    kecil Anda!&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/LI&gt;   &lt;LI&gt;   &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Ingat, lidah orang Sunda sangat    fleksibel, sehingga dengan menguasai bahasa Sunda, kita akan jauh lebih mudah    dalam mempelajari bahasa lain. Jangan pernah percaya dengan mitos yang    mengatakan orang Sunda sulit membedakan bunyi &lt;EM&gt;&lt;STRONG&gt;p&lt;/STRONG&gt;&lt;/EM&gt; dan    &lt;EM&gt;&lt;STRONG&gt;f&lt;/STRONG&gt;&lt;/EM&gt;. Saya sendiri orang Sunda asli, dan tidak pernah    mengalami kesulitan dengan hal itu. Sebaliknya, mempelajari bahasa Sunda jauh    lebih sulit dibanding mempelajari bahasa lain. Jadi, letakkan dulu bahasa    Sunda sebagai dasar (bahasa ibu), setelah itu bebas untuk mempelajari bahasa    lain (bahasa kedua: Indonesia, Inggris, Prancis dll.).&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/LI&gt;&lt;/OL&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Percayalah, mencintai Sunda, berbicara  dengan bahasa Sunda, mengajarkan anak-anak kita berbahasa Sunda, tidak akan  menjadikan derajat Anda turun atau membuat Anda jatuh miskin. Orang justru akan  lebih menaruh respek kepada Anda. Pokoknya, jangan mau menjadi orang yang  memiliki andil dalam membuat generasi Sunda mendatang &lt;EM&gt;geblah-gebloh&lt;/EM&gt; dan  &lt;EM&gt;palahak-polohok&lt;/EM&gt;. Setuju?&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;&lt;STRONG&gt;Copyright 2009 - Tata  Danamihardja&lt;/STRONG&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;&lt;EM&gt;Anda diperkenankan mengutip sebagian  atau seluruh artikel ini dengan menyebutkan sumbernya serta menyertakan link  yang mengacu ke tulisan ini.&lt;/EM&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;&lt;!--
google_ad_client = &quot;pub-0638834791104279&quot;;
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
google_ad_format = &quot;468x60_as&quot;;
google_ad_type = &quot;text_image&quot;;
google_ad_channel =&quot;&quot;;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;
  src=&quot;http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js&quot;&gt;
&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://bukamulut.blogspot.com/2009/10/inferiority-complex-orang-sunda.html</link><author>noreply@blogger.com (Tata Danamihardja)</author><thr:total>3</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21598845.post-6787044232605050542</guid><pubDate>Tue, 20 Oct 2009 19:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-10-21T03:00:48.086+07:00</atom:updated><title>Mendompleng Miyabi</title><description>&lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Siapa sih yang meragukan popularitas  Miyabi? Perempuan blasteran Jepang Prancis bernama asli Maria Ozawa ini memang  sangat terkenal, meski hal itu diperolehnya lewat jalur kontrovesial: film  porno. Popularitas itulah yang mendorong salah satu pembuat film Indonesia untuk  mengajaknya bermain dalam film berjudul Menculik Miyabi. &lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Tindakan itu tentu saja memancing reaksi  yang beragam. Ada yang pro, ada juga yang kontra. Mereka yang setuju berkilah  bahwa produksi film yang melibatkan Miyabi ini akan membantu perfilman Indonesia  memperkenalkan diri di dunia internasional. Dengan kata lain dunia film  Indonesia mendompleng popularitas Miyabi. Sementara mereka yang kontra sangat  menentang kedatangan Miyabi, mengingat citra buruk yang disandangnya sebagai  aktris film-film porno. Menurut mereka, citra buruk Miyabi itu justru akan  menyebabkan citra buruk terhadap perfilman Indonesia. &lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Yang mengherankan adalah ungkapan pihak  Maxima Picture, sebuah rumah produksi yang sedianya akan mendatangkan Miyabi.  Menjawab pertanyaan wartawan di salah satu stasiun TV, Odi, yang mewakili pihak  Maxima mengatakan: &quot;Kami bersikukuh mendatangkan Miyabi, karena kami sudah  mempersiapkan film dengan judul Menculik Miyabi. Kalau diganti dengan yang lain,  kan jadi aneh.&quot; Kalau demikian, tujuan mereka memang bukan membuat film bagus,  melainkan membuat film yang ada Miyabi-nya. Soal bagus atau tidak, soal dampak  sosial atau yang lainnya, menjadi prioritas yang ke sekian. Yang penting adalah  soal uang yang dihasilkan, sekaligus publisitas gratis yang diperolehnya  gara-gara kontroversi yang terjadi.&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Padahal kalau niatnya memang untuk  memajukan perfilman nasional, kenapa tidak merangkul Jackie Chan saja sekalian?  Kapasitas dan popularitasnya sudah tidak diragukan lagi. Dia adalah salah satu  bintang Asia yang berkiprah di Hollywood. Soal kualitas akting, siapa pula yang  meragukannya? &lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Tapi, kalau sudah menyangkut urusan uang,  memang ribet. Makanya, saya cuma bisa geleng-geleng kepala, sambil siap-siap  menyantap Mie Ayam, produk lokal asli dan dijamin nggak porno.&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;&lt;STRONG&gt;Copyright 2009 - Tata  Danamihardja&lt;/STRONG&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;&lt;EM&gt;Anda diperkenankan mengutip sebagian  atau seluruh artikel ini dengan menyebutkan sumbernya serta menyertakan  link-nya. &lt;/EM&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;&lt;!--
google_ad_client = &quot;pub-0638834791104279&quot;;
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
google_ad_format = &quot;468x60_as&quot;;
google_ad_type = &quot;text_image&quot;;
google_ad_channel =&quot;&quot;;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;
  src=&quot;http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js&quot;&gt;
&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://bukamulut.blogspot.com/2009/10/mendompleng-miyabi.html</link><author>noreply@blogger.com (Tata Danamihardja)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21598845.post-5068824690634682885</guid><pubDate>Tue, 15 Sep 2009 17:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-16T01:02:44.197+07:00</atom:updated><title>Mudik Lagi</title><description>&lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Puasa tinggal beberapa hari lagi. Di  mana-mana suasana mulai terasa berbeda. Ada ritual tahunan yang selalu tak bisa  dielakkan oleh sebagian besar umat Islam menjelang Lebaran: mudik. Sebuah ritual  yang membutuhkan banyak waktu, tenaga, dan tentu saja melibatkan biaya ekstra  dalam jumlah yang cukup besar.&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,  mudik berarti pulang ke kampung halaman. Secara mendasar, sebetulnya sama sekali  tak ada kaitan dengan aktivitas keagamaan. Tetapi, momentum Lebaran jelas  menjadi pemicu terjadinya pergerakan besar-besaran menuju kampung halaman yang  dilakukan setahun sekali. Ada berbagai alasan mengapa terjadi hal yang  demikian.&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;&lt;STRONG&gt;1. Memanfaatkan  Momentum&lt;/STRONG&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Hari Raya Idul Fitri alias Lebaran  merupakan kesempatan untuk bersilaturahim dengan sanak saudara baik yang jauh  mau pun yang dekat. Meski silaturahim bisa saja dilakukan tanpa harus&amp;nbsp;  bertemu muka, namun rasanya lebih afdol jika hal itu dilakukan secara fisik.  Bertemu dengan keluarga dan teman-teman di kampung yang sudah sekian lama tidak  bertemu, menjanjikan kebahagiaan tersendiri yang tidak bisa dinilai dengan uang.  Maka berapa pun besarnya biaya yang harus dikeluarkan, aktivitas mudik akan  terus dilakukan sepanjang masih memungkinkan.&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;&lt;STRONG&gt;2. Pameran  Keberhasilan&lt;/STRONG&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Diakui atau tidak, mudik dan berkunjung  kepada sanak saudara di kampung halaman, seringkali dijadikan ajang untuk  memamerkan &#39;keberhasilan&#39; para perantau. Maka tidak usah heran jika suasana  Lebaran di berbagai tempat selalu diwarnai dengan simbol-simbol yang secara umum  dimaknai sebagai sebuah keberhasilan. Mobil dan sepeda motor yang mengkilap,  baju bagus, serta peredaran uang yang meningkat tajam untuk kebutuhan konsumtif.  Soal apakah setelah itu harus pusing memikirkan utang, itu urusan lain. Demi  sebuah kesan keberhasilan, orang rela berbuat apa saja.&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;&lt;STRONG&gt;3. Hasrat Untuk  Berbagi&lt;/STRONG&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Setelah sekian lama tidak pulang kampung,  ada semacam keinginan untuk berbagi hasil keringat dengan keluarga di kampung.  Maka dalam kesempatan yang hanya setahun sekali ini, tak ada salahnya untuk  berbagi rezeki dalam bentuk buah tangan untuk saudara-saudara di tempat  kelahiran. Sambil bersilaturahim, sekalian juga bagi-bagi hadiah. Sayangnya, hal  itu pula yang dimanfaatkan oleh para pelaku bisnis. Menjelang Lebaran, para  pedagang (besar, terutama) memberikan iming-iming diskon besar-besaran, yang  entah benar demikian atau sekedar tipu-tipu bisnis. Akibatnya, mereka yang  kurang bisa mengendalikan diri seringkali terbujuk dan mau memborong barang  sebanyak-banyaknya. Alasannya, mumpung lagi diskon! Hasrat berbagi yang  sebetulnya indah, akhirnya dicemari oleh semangat hedonisme yang sengaja  ditiup-tiupkan oleh para pelaku bisnis.&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Yang saya uraikan di atas sesungguhnya  baru sebagian kecil dari sekian banyak motivasi yang mendorong terjadinya  aktivitas mudik. Yang jelas, pergerakan jutaan manusia secara serempak ini  menimbulkan berbagai masalah yang harus siap-siap kita hadapi. Kemacetan, adalah  salah satu masalah yang mau tidak mau harus dihadapi oleh para pemudik. Selain  itu, tentu saja biaya ekstra yang harus disiapkan, yang jumlahnya juga tidak  sedikit. Belum lagi tenaga dan pikiran yang harus dipersiapkan baik sebelum  mudik, pada saat di perjalanan, dan setelah mudik itu sendiri. &lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Jadi, mudik jelas bukan aktivitas  main-main. Ia membutuhkan persiapan dan perencanaan matang yang sebaiknya  dipersiapkan jauh-jauh hari. Biaya, stamina, dan rencana yang matang tadi  diperlukan agar perjalanan mudik dan perjalanan balik menjadi sesuatu yang  menyenangkan, dan bukan sebaliknya. Pertanyaannya, sudah siapkah  Anda?&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;&lt;STRONG&gt;Copyright 2009 - Tata  Danamihardja&lt;/STRONG&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;&lt;!--
google_ad_client = &quot;pub-0638834791104279&quot;;
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
google_ad_format = &quot;468x60_as&quot;;
google_ad_type = &quot;text_image&quot;;
google_ad_channel =&quot;&quot;;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;
  src=&quot;http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js&quot;&gt;
&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://bukamulut.blogspot.com/2009/09/mudik-lagi.html</link><author>noreply@blogger.com (Tata Danamihardja)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21598845.post-4827382966961970983</guid><pubDate>Sat, 05 Sep 2009 14:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-05T21:32:27.507+07:00</atom:updated><title>Kesalahan Berbahasa Media</title><description>&lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Media, apa pun formatnya, baik itu cetak  mau pun elektronik, seringkali dijadikan acuan atau panutan, karena fungsinya  sebagai sumber informasi. Akibatnya, jika media melakukan kesalahan, maka  kesalahan itu akan dengan sangat cepat menyebar, baik di kalangan sesama media  mau pun di masyarakat. Berikut ini beberapa kesalahan kecil yang seringkali  luput dari perhatian kita, karena sudah dianggap biasa. &lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;&lt;U&gt;1. Pengucapan kata  pasca&lt;/U&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Pengucapan yang benar adalah  &lt;EM&gt;pasca&lt;/EM&gt; (seperti mengucapkan kaca) dan &lt;STRONG&gt;bukan&lt;/STRONG&gt;  &lt;EM&gt;paska&lt;/EM&gt;. Banyak yang menyangka bahwa kata pasca berasal dari bahasa  Inggris, padahal kata pasca berasal dari bahasa Sanskerta, padanan dari kata  post dalam bahasa Inggris, yang artinya setelah. Post-war diterjemahkan menjadi  pasca-perang. Kesalahan pengucapan ini dilakukan oleh banyak kalangan: media  (TV/radio), politisi, pejabat, artis dan orang biasa.&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;&lt;U&gt;2. Pengucapan kata  entertainment&lt;/U&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Kata &lt;EM&gt;entertainment&lt;/EM&gt; masih sangat  sering dipergunakan di media, meskipun sebenarnya sudah ada padanannya dalam  bahasa Indonesia, yakni hiburan. Yang menjadi persoalan adalah banyak sekali  pemandu acara (&lt;EM&gt;host&lt;/EM&gt;) yang mengucapkan &lt;EM&gt;entertaiment&lt;/EM&gt; dan  bukannya &lt;EM&gt;entertainment&lt;/EM&gt;. Kesalahan kecil berupa hilangnya huruf  &lt;STRONG&gt;N&lt;/STRONG&gt; di tengah-tengah ini sangat terasa mengganggu di telinga  kita.&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;&lt;U&gt;3. Struktur kalimat yang kacau  balau&lt;/U&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Kesalahan seperti ini menyebar di media  cetak maupun radio/televisi. Misalnya: Menurut Kapolri dalam konferensi pers  kemarin menyatakan, teroris yang telah lama dicari berhasil ditangkap. Sepintas  kalimat ini seperti tidak mengandung kesalahan. Tetapi coba kita amati, yang  manakah subjek dari kalimat tadi? Jawabannya, tidak ada. Kalau saja kata  &lt;EM&gt;menurut&lt;/EM&gt; di awal kalimat dihilangkan, maka subjek kalimat tersebut  adalah kapolri. Tapi gara-gara kata &lt;EM&gt;menurut&lt;/EM&gt; di awal kalimat, maka  struktur gramatikal kalimat ini menjadi kacau. Kalau ingin tetap menuliskan kata  &lt;EM&gt;menurut&lt;/EM&gt; di awal kalimat, maka kata &lt;EM&gt;menyatakan&lt;/EM&gt; harus  dihilangkan. Perhatikan kalimat yang sudah saya rubah di bawah ini.&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;&lt;EM&gt;Kapolri, dalam konferensi pers kemarin  &lt;STRONG&gt;menyatakan&lt;/STRONG&gt;, teroris yang telah lama dicari berhasil  ditangkap.&lt;/EM&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;atau&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;&lt;EM&gt;&lt;STRONG&gt;Menurut&lt;/STRONG&gt; Kapolri dalam  konferensi pers kemarin, teroris yang telah lama dicari berhasil  ditangkap.&lt;/EM&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Kesalahan kecil, jika dibiarkan dan  akhirnya menjadi kebiasaan, akan dianggap benar. Jadi, alangkah baiknya jika  kita memperbaikinya sedini mungkin, sebelum kesalahan seperti ini berubah  menjadi &#39;kebenaran&#39;.&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;&lt;!--
google_ad_client = &quot;pub-0638834791104279&quot;;
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
google_ad_format = &quot;468x60_as&quot;;
google_ad_type = &quot;text_image&quot;;
google_ad_channel =&quot;&quot;;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;
  src=&quot;http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js&quot;&gt;
&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://bukamulut.blogspot.com/2009/09/kesalahan-berbahasa-media.html</link><author>noreply@blogger.com (Tata Danamihardja)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21598845.post-2514898524822061333</guid><pubDate>Wed, 26 Nov 2008 09:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-26T16:07:41.746+07:00</atom:updated><title>Batal Nonton JakJazz</title><description>&lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Verdana&gt;Lagi melamun bisa nonton &lt;A  href=&quot;http://www.jakjazz.com/&quot;&gt;&lt;FONT color=#800080&gt;JakJazz&lt;/FONT&gt;&lt;/A&gt;, tak  dinyana seorang teman menawarkan tiket gratis! Kata peribahasa lama: pucuk  dicinta ulam pun pengen nonton. Ya Tuhan, kalau selama ini cuma bisa nonton  cuplikan-cuplikan pagelaran di TV, kini aku bisa nonton langsung! &lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Verdana&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Verdana&gt;&lt;IMG style=&quot;WIDTH: 200px; HEIGHT: 237px&quot;  alt=&quot;JackJazz 2008&quot; hspace=10  src=&quot;http://photos-490.friendster.com/e1/photos/09/47/69027490/1_812556501m.jpg&quot;  align=left border=0&gt;Pesta para musisi jazz berkelas itu berlangsung tiga hari  (28, 29, 30 Nov 2008). Hari pertama ada Kyoto Jazz Massive, Kunokini, Ray Harris  and The Fusion Experience, Heaven on Earth, Tompi, Iga Mawarni, Indra Lesmana  dll. Hari kedua, ada Open Hands, Twenty First Night, Barry Likumahuwa Project,  Ireng Maulana, Galaxy Big Band, dll. Hari ketiga aku bisa nonton Yellow Jackets,  Tohpati, Syaharani &amp;amp; The Queen Fireworks dll. &lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Verdana&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Verdana&gt;Meski bukan termasuk penikmat jazz yang  baik, tapi aku selalu berusaha menikmati keindahan musik dengan caraku sendiri.  Dan ini adalah kesempatan untuk memanjakan diri dengan menikmati live  performance dari para pegiat musik berkualitas. Tapi Tuhan selalu punya rencana  sendiri. Hari ini aku jatuh sakit. Meski masih bisa ketawa, tapi tidak  memungkinkan untuk melakukan perjalanan jauh. &lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Verdana&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Verdana&gt;Dengan berat hati, rencana nonton  kubatalkan. Sabaaar, sabaar, Tuhan pasti tahu yang terbaik. Yah, terpaksa nunggu  lagi cuplikan-cuplikan pertunjukan di TV. Seperti biasa..&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;&lt;!--
google_ad_client = &quot;pub-0638834791104279&quot;;
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
google_ad_format = &quot;468x60_as&quot;;
google_ad_type = &quot;text_image&quot;;
google_ad_channel =&quot;&quot;;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;
  src=&quot;http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js&quot;&gt;
&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://bukamulut.blogspot.com/2008/11/batal-nonton-jakjazz.html</link><author>noreply@blogger.com (Tata Danamihardja)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21598845.post-5856411955221808854</guid><pubDate>Sun, 02 Nov 2008 10:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-02T17:18:21.810+07:00</atom:updated><title>Why Worry</title><description>&lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt; &lt;P align=justify&gt;&lt;FONT face=Verdana&gt;This is the second collaboration of Tata  &amp;amp; Bape. Similar composition (only guitar and vocal), same process, but  different song. Now we sing Why Worry from Dire Strait. Enjoy listening!  &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;U&gt;&lt;B&gt;Why Worry&lt;/B&gt;&lt;/U&gt;&lt;BR&gt;Dire Straits&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Baby I see this world has  made you sad&lt;BR&gt;Some people can be bad&lt;BR&gt;It seems they do the things they  say&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;But Baby I&#39;ll wipe away those bitter tears&lt;BR&gt;I&#39;ll chase away those  restless fears&lt;BR&gt;That turn your blue skies into grey&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Why worry, there  should be laughter after pain&lt;BR&gt;there should be sunshine after rain &lt;BR&gt;These  things have always been the same&lt;BR&gt;So why worry now, why worry now&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Baby,  when I get down I turn to you&lt;BR&gt;And you make sense of what I do&lt;BR&gt;I know it  isn&#39;t hard to say &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;But baby, just when this world seems mean and  cold&lt;BR&gt;Our love come shining red and gold&lt;BR&gt;And all the rest is by the  way&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Why worry, there should be laughter after pain&lt;BR&gt;there should be  sunshine after rain &lt;BR&gt;These things have always been the same&lt;BR&gt;So why worry  now, why worry now&lt;/FONT&gt;&lt;/P&gt; &lt;CENTER&gt; &lt;DIV&gt; &lt;OBJECT id=mp3playerlightsmallv3  codeBase=http://fpdownload.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,0,0  height=25 width=210 align=middle  classid=clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000&gt;&lt;PARAM NAME=&quot;allowScriptAccess&quot; VALUE=&quot;sameDomain&quot;&gt;&lt;PARAM NAME=&quot;movie&quot; VALUE=&quot;http://www.podbean.com/podcast-audio-video-blog-player/mp3playerlightsmallv3.swf?audioPath=http://atata.podbean.com/medias/play/aHR0cDovL21lZGlhNi5wb2RiZWFuLmNvbS85Njc4MS91L1doeVdvcnJ5LWJhcGUtdGF0YS5tcDM/WhyWorry-bape-tata.mp3&amp;amp;autoStart=no&quot;&gt;&lt;PARAM NAME=&quot;quality&quot; VALUE=&quot;high&quot;&gt;&lt;PARAM NAME=&quot;bgcolor&quot; VALUE=&quot;#ffffff&quot;&gt;&lt;PARAM NAME=&quot;wmode&quot; VALUE=&quot;transparent&quot;&gt; 				&lt;embed  src=&quot;http://www.podbean.com/podcast-audio-video-blog-player/mp3playerlightsmallv3.swf?audioPath=http://atata.podbean.com/medias/play/aHR0cDovL21lZGlhNi5wb2RiZWFuLmNvbS85Njc4MS91L1doeVdvcnJ5LWJhcGUtdGF0YS5tcDM/WhyWorry-bape-tata.mp3&amp;autoStart=no&quot;  quality=&quot;high&quot;  width=&quot;210&quot; height=&quot;25&quot; name=&quot;mp3playerlightsmallv3&quot;  align=&quot;middle&quot; allowScriptAccess=&quot;sameDomain&quot; wmode=&quot;transparent&quot;  type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot;  pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot; /&gt;&lt;/embed&gt; 	&lt;/OBJECT&gt;&lt;BR&gt;&lt;A  style=&quot;PADDING-LEFT: 41px; FONT-WEIGHT: normal; FONT-SIZE: 11px; COLOR: #2da274; BORDER-BOTTOM: medium none; FONT-FAMILY: arial, helvetica, sans-serif; TEXT-DECORATION: none&quot;  href=&quot;http://www.podbean.com&quot;&gt;Powered by Podbean.com&lt;/A&gt;  &lt;/DIV&gt;&lt;/CENTER&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;&lt;!--
google_ad_client = &quot;pub-0638834791104279&quot;;
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
google_ad_format = &quot;468x60_as&quot;;
google_ad_type = &quot;text_image&quot;;
google_ad_channel =&quot;&quot;;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;
  src=&quot;http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js&quot;&gt;
&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://bukamulut.blogspot.com/2008/11/why-worry.html</link><author>noreply@blogger.com (Tata Danamihardja)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21598845.post-8449389754249499757</guid><pubDate>Sun, 02 Nov 2008 10:15:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-02T17:16:18.847+07:00</atom:updated><title>Here, There, and Everywhere</title><description>&lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;&lt;FONT face=Verdana&gt;Technology makes life  easier. Nobody in the past thought that two people separated about 100 Km away  could produce musical performance together, without having to meet each other  physically. And now everything seems to be possible.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;This composition was  created in two different places. &lt;A href=&quot;http://bapejazz.podbean.com/&quot;  target=_blank&gt;Bape&lt;/A&gt;, a friend of mine, played and recorded his guitar into  MP3 format, then sent me the file using email. And what I do, is adding my own  voice on that track so that the composition has now guitar and vocal.  &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;The hurdle, obstacle, or whatever you call them, for me is to upload the  combined file to my blog/podcast. It&#39;s not a big file actually, but it&#39;ll be a  boring and time-consuming upload when you do that using dial-up connection,  especially when you do that here in Indonesia. &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;But, the show must go on!  I finally have the file uploaded. The song is originally written by  Lennon/McCartney and now presented to you by Tata and Bape.&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;If you think  you enjoy listening the song, just write a word or two. That would be my great  pleasure to know that there&#39;s someone out there who likes the things we&#39;ve done.  &lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;B&gt;Here&#39;s the lyrics&lt;/B&gt;:&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;To lead a better life&lt;BR&gt;I need my love  to be here&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;Here, making each day of the year&lt;BR&gt;Changing my life with a  wave of her hand&lt;BR&gt;Nobody can deny that there&#39;s something there&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;There,  running my hands through her hair&lt;BR&gt;Both of us thinking how good it can  be&lt;BR&gt;Someone is speaking, but she doesn&#39;t know he&#39;s there&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;I want her  everywhere&lt;BR&gt;And if she&#39;s beside me I know I need never care&lt;BR&gt;But to love her  is to need her everywhere, &lt;BR&gt;knowing that love is to share&lt;BR&gt;Each on  believing that love never dies&lt;BR&gt;Watching her eyes and hoping I&#39;m always  there&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;To be there, and everywhere&lt;BR&gt;Here, there and  everywhere&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;P align=justify&gt;&amp;nbsp; &lt;CENTER&gt; &lt;DIV&gt; &lt;OBJECT id=mp3playerlightsmallv3  codeBase=http://fpdownload.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,0,0  height=25 width=210 align=middle  classid=clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000&gt;&lt;PARAM NAME=&quot;allowScriptAccess&quot; VALUE=&quot;sameDomain&quot;&gt;&lt;PARAM NAME=&quot;movie&quot; VALUE=&quot;http://www.podbean.com/podcast-audio-video-blog-player/mp3playerlightsmallv3.swf?audioPath=http://atata.podbean.com/medias/play/aHR0cDovL21lZGlhNi5wb2RiZWFuLmNvbS85Njc4MS91L2hlcmUtdGhlcmUtYmFwZS10YXRhLm1wMw/here-there-bape-tata.mp3&amp;amp;autoStart=no&quot;&gt;&lt;PARAM NAME=&quot;quality&quot; VALUE=&quot;high&quot;&gt;&lt;PARAM NAME=&quot;bgcolor&quot; VALUE=&quot;#ffffff&quot;&gt;&lt;PARAM NAME=&quot;wmode&quot; VALUE=&quot;transparent&quot;&gt; 				&lt;embed  src=&quot;http://www.podbean.com/podcast-audio-video-blog-player/mp3playerlightsmallv3.swf?audioPath=http://atata.podbean.com/medias/play/aHR0cDovL21lZGlhNi5wb2RiZWFuLmNvbS85Njc4MS91L2hlcmUtdGhlcmUtYmFwZS10YXRhLm1wMw/here-there-bape-tata.mp3&amp;autoStart=no&quot;  quality=&quot;high&quot;  width=&quot;210&quot; height=&quot;25&quot; name=&quot;mp3playerlightsmallv3&quot;  align=&quot;middle&quot; allowScriptAccess=&quot;sameDomain&quot; wmode=&quot;transparent&quot;  type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot;  pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot; /&gt;&lt;/embed&gt; 	&lt;/OBJECT&gt;&lt;BR&gt;&lt;A  style=&quot;PADDING-LEFT: 41px; FONT-WEIGHT: normal; FONT-SIZE: 11px; COLOR: #2da274; BORDER-BOTTOM: medium none; FONT-FAMILY: arial, helvetica, sans-serif; TEXT-DECORATION: none&quot;  href=&quot;http://www.podbean.com&quot;&gt;Powered by Podbean.com&lt;/A&gt; &lt;/DIV&gt;&lt;/CENTER&gt; &lt;P&gt;&lt;/P&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;&lt;!--
google_ad_client = &quot;pub-0638834791104279&quot;;
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
google_ad_format = &quot;468x60_as&quot;;
google_ad_type = &quot;text_image&quot;;
google_ad_channel =&quot;&quot;;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;
  src=&quot;http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js&quot;&gt;
&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://bukamulut.blogspot.com/2008/11/here-there-and-everywhere.html</link><author>noreply@blogger.com (Tata Danamihardja)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21598845.post-8029786830002529636</guid><pubDate>Sun, 05 Oct 2008 04:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-05T11:42:41.727+07:00</atom:updated><title>MUDIK YANG MELELAHKAN</title><description>&lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Verdana&gt;Siapa pun tak bisa menyangkal, lebaran  atau hari raya Idul Fitri adalah moment istimewa, khususnya bagi umat Islam.  Saking istimewanya, sesibuk apa pun aktivitas seseorang, dia akan menyempatkan  diri untuk berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Aktivitas pulang  kampung menjelang lebaran inilah yang populer dengan sebutan mudik.&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Verdana&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Verdana&gt;Tak ada yang salah dengan mudik. Sekedar  ekspresi keriaan yang dilakukan setahun sekali, setelah terkungkung dalam  kesibukan pekerjaan yang seakan tak ada habisnya. Maka, libur lebaran  benar-benar dimanfaatkan untuk menata kembali hubungan sosial kekeluargaan yang  sekian lama terabaikan.&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Verdana&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Verdana&gt;Masalahnya adalah, aktivitas mudik ini  dilakukan serempak dan melibatkan sekian ratus juta penduduk Indonesia yang  mayoritas merayakan lebaran. Maka, muncullah berbagai masalah - kalau saya boleh  menyebutnya demikian - mulai dari soal kemacetan, energi yang terkuras, hingga  besarnya jumlah rupiah yang harus dibelanjakan dalam aktivitas mudik ini.  &lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Verdana&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Verdana&gt;Pergerakan arus manusia secara  besar-besaran dari kota-kota besar menuju kampung halaman secara bersamaan tak  pelak lagi menimbulkan kemacetan di banyak tempat. Kondisi ini diperparah dengan  tidak seimbangnya jumlah kendaraan dengan ruas jalan, gara-gara tidak adanya  kontrol pemerintah soal kepemilikan kendaraan. Lihatlah betapa mudahnya orang  memiliki kendaraan (mobil, sepeda motor) di Indonesia, jauh berbeda dibanding  negara-negara lain yang sangat ketat dalam hal kepemilikan kendaraan.  &lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Verdana&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Verdana&gt;Pertimbangan memiliki kendaraan saat ini  lebih banyak didasarkan pada soal prestise ketimbang soal fungsi penunjang  aktivitas. Belum lagi soal polusi gas buang kendaraan bermotor yang belakangan  semakin menggila, bahkan sampai ke pelosok pedesaan yang dulu boleh dikatakan  bebas polusi. Polusi suara? Mungkin sama sekali tidak pernah terpikirkan.  &lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Verdana&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Verdana&gt;Kemacetan, apalagi di saat mudik, sudah  pasti mengakibatkan extra cost yang sangat besar. Pada H+3 saja kemacetan  sepanjang 8 kilometer terjadi di salah satu titik rawan kemacetan arus balik,  Nagreg. Bisa dipastikan bahan bakar yang dihabiskan jauh lebih besar  dibandingkan kondisi biasa. Belum lagi kelelahan mental yang dialami pengemudi  kendaraan dan penumpangnya, termasuk kerugian waktu yang jika dirupiahkan pasti  akan mencapai jumlah yang sangat fantastis.&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Verdana&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Verdana&gt;Kemacetan memang bukan hanya pada saat  mudik, terutama di kota-kota besar. Barangkali sudah saatnya pemerintah mulai  memikirkan hal ini secara serius. Harus segera dicari solusi dan penanganan yang  menyeluruh dan tidak hanya bersifat parsial, seperti yang terjadi selama ini.  Ketika Jalan tol Cipularang difungsikan misalnya, yang terjadi hanyalah  pemindahan kemacetan dari Jakarta ke Bandung, karena penanganannya hanya  bersifat parsial. Mungkin, seperti yang sudah saya singgung di atas, perlu  dipikirkan juga soal pengendalian kepemilikan kendaraan bermotor, plus berbagai  kebijakan lain yang melibatkan multi disiplin keilmuan.&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Verdana&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Verdana&gt;Percayalah bahwa tidak ada masalah yang  tidak disertai dengan jalan keluarnya, sepanjang ada kemauan dan niat untuk  memperbaikinya. Semua pihak harus terlibat dalam mencari solusi terbaik,  termasuk warga masyarakat, agar menghasilkan kebijakan yang menguntungkan semua  pihak dan bukannya memperparah kondisi yang sudah ada. Jika ini dilakukan dengan  serius dan penuh rasa tanggung jawab, kita masih boleh berharap bahwa aktivitas  mudik di masa mendatang akan lebih menyenangkan. Mudah-mudahan.  &lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;&lt;!--
google_ad_client = &quot;pub-0638834791104279&quot;;
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
google_ad_format = &quot;468x60_as&quot;;
google_ad_type = &quot;text_image&quot;;
google_ad_channel =&quot;&quot;;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;
  src=&quot;http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js&quot;&gt;
&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://bukamulut.blogspot.com/2008/10/mudik-yang-melelahkan.html</link><author>noreply@blogger.com (Tata Danamihardja)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21598845.post-261646548950406183</guid><pubDate>Mon, 08 Sep 2008 15:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-09-08T22:15:44.608+07:00</atom:updated><title>Kartu Lebaran Abadi</title><description>&lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Verdana&gt;Di internet marak beredar apa yang disebut  &quot;kartu lebaran&quot;. Kita tentu membayangkan bahwa kita mengirim kartu, dan orang  yang dikirim menerimanya secara pribadi. Namun apa yang terjadi adalah orang  yang dikirim hanya mendapatkan link tempat kartu itu berada di suatu tempat, dan  dia harus meng-klik link tersebut untuk melihatnya.&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Verdana&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Verdana&gt;Buat saya, hal itu sangat tidak praktis,  sekaligus -maaf- kurang sopan. Ngerjainnya itu lho. Makanya saya bikin desain  kartu yang benar-benar bisa &lt;STRONG&gt;dikirim via email&lt;/STRONG&gt;, file-nya  &lt;STRONG&gt;kecil&lt;/STRONG&gt;, dan yang menerima kiriman benar-benar bisa  &lt;STRONG&gt;memiliki&lt;/STRONG&gt; sekaligus &lt;STRONG&gt;menyimpannya &lt;/STRONG&gt;di komputer  miliknya. Selain itu, kartu lebaran ini &lt;STRONG&gt;bisa digunakan  selamanya&lt;/STRONG&gt; alias &lt;STRONG&gt;abadi&lt;/STRONG&gt;.&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Verdana&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Verdana&gt;Ada 5 desain cantik yang saya persembahkan  untuk Anda, dilengkapi dengan backsound musik bernuansa timur tengah (arabian).  Uniknya, Anda bisa menyesuaikan nama dan ucapannya menurut selera Anda. Ini yang  membuat kartu lebaran ini lebih &lt;STRONG&gt;personal&lt;/STRONG&gt;. Ada nama Anda, ada  nama orang yang dikirim, serta ucapan lebaran yang sangat khas gaya Anda. Ini  memungkinkan dengan adanya &lt;STRONG&gt;lbr-brander&lt;/STRONG&gt;, yakni software  sederhana untuk melakukan &lt;STRONG&gt;kustomisasi&lt;/STRONG&gt; pada kartu &lt;STRONG&gt;semau  Anda&lt;/STRONG&gt;.&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Verdana&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Verdana&gt;Agar lebih jelas, Anda bisa men-download  sample yang saya sertakan terlebih dahulu.&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Verdana&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Verdana&gt;&lt;STRONG&gt;Note:&lt;/STRONG&gt; file lebaran-C  terdiri dari 3 kartu&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Verdana&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Verdana&gt;Silakan &lt;A  href=&quot;http://panjalu.multiply.com/journal/item/167/Kartu_Lebaran_Abadi&quot;&gt;&lt;STRONG&gt;download  semuanya di sini&lt;/STRONG&gt;.&lt;/A&gt; Selamat Hari Raya Idul  Fitri.&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;&lt;!--
google_ad_client = &quot;pub-0638834791104279&quot;;
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
google_ad_format = &quot;468x60_as&quot;;
google_ad_type = &quot;text_image&quot;;
google_ad_channel =&quot;&quot;;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;
  src=&quot;http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js&quot;&gt;
&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://bukamulut.blogspot.com/2008/09/kartu-lebaran-abadi.html</link><author>noreply@blogger.com (Tata Danamihardja)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21598845.post-4848672451028231637</guid><pubDate>Sun, 06 Jan 2008 20:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-01-07T03:18:56.279+07:00</atom:updated><title>Pengumuman</title><description>&lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia color=#000080&gt;Terhitung bulan Januari  2008, tulisan-tulisan baru akan diposting di blog&amp;nbsp; &lt;/FONT&gt;&lt;A  title=&quot;pindah alamat!&quot; href=&quot;http://buka-mulut.blogspot.com/&quot;  target=_blank&gt;&lt;FONT face=Georgia color=#000080&gt;&lt;STRONG&gt;Buka Mulut versi  baru&lt;/STRONG&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/A&gt;&lt;FONT face=Georgia color=#000080&gt;, beralamat di  &lt;/FONT&gt;&lt;A href=&quot;http://buka-mulut.blogspot.com/&quot;&gt;&lt;FONT face=Georgia  color=#000080&gt;http://buka-mulut.blogspot.com/&lt;/FONT&gt;&lt;/A&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia color=#000080&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia color=#000080&gt;Namun demikian,  tulisan-tulisan/arsip lama masih tetap bisa Anda baca di sini. &lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia color=#000080&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia color=#000080&gt;Tata  Danamihardja&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;&lt;!--
google_ad_client = &quot;pub-0638834791104279&quot;;
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
google_ad_format = &quot;468x60_as&quot;;
google_ad_type = &quot;text_image&quot;;
google_ad_channel =&quot;&quot;;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;
  src=&quot;http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js&quot;&gt;
&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://bukamulut.blogspot.com/2008/01/pengumuman.html</link><author>noreply@blogger.com (Tata Danamihardja)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21598845.post-7313196801598955002</guid><pubDate>Wed, 21 Nov 2007 11:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-11-21T18:44:33.754+07:00</atom:updated><title>Siapa suka Beatallica?</title><description>&lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Pernah membayangkan bagaimana jika gaya  &lt;STRONG&gt;the Beatles&lt;/STRONG&gt; dan &lt;STRONG&gt;Metallica&lt;/STRONG&gt; dihadirkan dalam  satu komposisi musik? Pastinya agak unik dan - pada saat peramakali mendengarkan  - mungkin terasa aneh, tapi asyik!&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Dan perpaduan itu yang dimunculkan oleh  kelompok &lt;STRONG&gt;Beatallica&lt;/STRONG&gt;. Menurut Ekky Imanjaya di milis  IndoBeatles, &lt;STRONG&gt;Beatallica&lt;/STRONG&gt; menciptakan atmosfir virtual (nama  palsu, download mp3 gratis, dll) untuk menghindari isu hak cipta. Sejauh ini,  mereka sudah bikin 3 album:&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;OL&gt;   &lt;LI&gt;   &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;(2001) A Garage Dayz Nite (EP)    &lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/LI&gt;   &lt;LI&gt;   &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;(2004) Beatallica (EP) (Also commonly    known as the Grey Album, a mix between the White Album from the Beatles and    Black Album from Metallica) &lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/LI&gt;   &lt;LI&gt;   &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;(2007) Sgt. Hetfield&#39;s Motorbreath Pub    Band (CD release date: July 10, 2007)&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/LI&gt;&lt;/OL&gt; &lt;DIV align=center&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;&lt;IMG alt=&quot;Beatallica &quot;  hspace=0  src=&quot;http://i81.photobucket.com/albums/j236/panjalu/beatleblog/Beatallica.jpg&quot;  align=middle border=0&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/FONT&gt; &lt;DIV align=center&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Nama-nama personilnya, tentu saja palsu,  perpaduan kedua band itu:&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;UL&gt;   &lt;LI&gt;   &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Jaymz Lennfield (referring to James    Hetfield and John Lennon, respectively, real name Michael Tierney) - vocals,    lyrics, songwriting, rhythm guitar &lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/LI&gt;   &lt;LI&gt;   &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Grg Hammetson (sic, referring to George    Harrison and Kirk Hammett, respectively, real name Jeff Salzman [1]) - lead    guitar &lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/LI&gt;   &lt;LI&gt;   &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Kliff McBurtney (referring to Cliff    Burton and Paul McCartney, respectively, real name Paul Terrien) - bass    &lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/LI&gt;   &lt;LI&gt;   &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Ringo Larz (referring to Ringo Starr and    Lars Ulrich, respectively, real name Ryan Charles) - drums  &lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/LI&gt;&lt;/UL&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Judul-judul lagunya juga jadi unik, campuran judul lagu  The Beatles dan Metallica, antara lain:&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;UL&gt;   &lt;LI&gt;   &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Sgt. Hetfield&#39;s Motorbreath Pub    Band&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/LI&gt;   &lt;LI&gt;   &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;A Garage Dayz Nite&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;    &lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/LI&gt;   &lt;LI&gt;   &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;For Horsemen&amp;nbsp;&amp;nbsp;    &lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/LI&gt;   &lt;LI&gt;   &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;No Remorseful Reply&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;    &lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/LI&gt;   &lt;LI&gt;   &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;The Thing That Should Not Let It    Be&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/LI&gt;   &lt;LI&gt;   &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Everybody&#39;s Got A Ticket To Ride Except    For Me And My Lightning&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/LI&gt;   &lt;LI&gt;   &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;...And Justice For All My    Loving&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/LI&gt;   &lt;LI&gt;   &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Blackened the USSR&amp;nbsp;&amp;nbsp;    &lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/LI&gt;   &lt;LI&gt;   &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Sandman&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;    &lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/LI&gt;   &lt;LI&gt;   &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;And I&#39;m Evil&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;    &lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/LI&gt;   &lt;LI&gt;   &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Got to Get You Trapped Under    Ice&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/LI&gt;   &lt;LI&gt;   &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Leper Madonna&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;    &lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/LI&gt;   &lt;LI&gt;   &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Hey Dude&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;    &lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/LI&gt;   &lt;LI&gt;   &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;I Want To Choke Your    Band&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/LI&gt;   &lt;LI&gt;   &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;We Can Hit The    Lightz&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;/LI&gt;&lt;/UL&gt; &lt;DIV&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Pengen download lagu-lagunya? &lt;A  href=&quot;http://ychalomine.multiply.com/music/item/959/Beatallica_Sgt._Hetfields_Motorbreath_Pub_Band&quot;&gt;&lt;STRONG&gt;Klik  di sini, GRATIS!&lt;/STRONG&gt;&lt;/A&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;&lt;!--
google_ad_client = &quot;pub-0638834791104279&quot;;
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
google_ad_format = &quot;468x60_as&quot;;
google_ad_type = &quot;text_image&quot;;
google_ad_channel =&quot;&quot;;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;
  src=&quot;http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js&quot;&gt;
&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://bukamulut.blogspot.com/2007/11/siapa-suka-beatallica.html</link><author>noreply@blogger.com (Tata Danamihardja)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21598845.post-5609802299814909488</guid><pubDate>Sat, 10 Nov 2007 04:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-11-10T11:31:45.330+07:00</atom:updated><title>Renungan di Hari Pahlawan</title><description>&lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;oleh: Tata Danamihardja&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Pahlawan. Sebuah kata yang identik dengan  sesuatu yang heroik, biasanya berkaitan dengan memperjuangkan kepentingan orang  banyak. Pahlawan kemerdekaan, pahlawan pendidikan, dll. Tapi yang terpenting,  gelar pahlawan sejati adalah gelar yang diberikan secara sukarela oleh pihak  lain di luar dirinya, sebagai ungkapan terimakasih atas apa yang dilakukannya.  Pahlawan tidak pernah men-klaim dirinya sendiri sebagai pahlawan. Dan yang  terpenting, pahlawan tidak pernah melakukan sesuatu dengan tujuan agar dirinya  dijuluki pahlawan.&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Di sisi lain pahlawan juga merupakan kata  yang tidak berdimensi tunggal. Artinya, kata ini bisa dimaknai berdasarkan  kepentingan yang sangat relatif. Contoh yang ekstrim, orang-orang yang kita  anggap sebagai pahlawan, bisa jadi merupakan musuh besar bagi pihak yang  kepentingannya terganggu. Sebaliknya, orang yang kita anggap pengkhianat  misalnya, bisa saja dianggap pahlawan oleh pihak-pihak yang merasa  diuntungkan.&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Lucunya, saat ini banyak orang yang ingin  dianggap pahlawan, entah karena mengejar prestise, kepentingan politik atau  alasan-alasan lain. Pahlawan pembela kepentingan rakyat misalnya, seringkali  diklaim oleh politisi dan birokrat ataupun anggota legislatif. Masih mending  kalau hasil kerjanya memang sudah kelihatan, walaupun tentu jadi terkesan tidak  ikhlas. Yang lebih parah, banyak yang kerjanya nggak ada, tapi terkesan begitu  ngotot ingin dianggap sebagai orang yang membela kepentingan rakyat.  &lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Pahlawan yang benar-benar pahlawan tidak  pernah berhitung apakah dirinya akan dianggap pahlawan atau tidak. Baginya, yang  terpenting adalah melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk kepentingan dan  kemaslahatan orang banyak. Saya jadi teringat kisah Sri Sultan Hamengku Buwono X  dan keluarganya yang menolak untuk menulis surat pengajuan untuk dianugerahi  gelar pahlawan nasional. Beliau dan keluarga berprinsip bahwa gelar pahlawan  bukanlah sesuatu yang harus diminta, karena memang bukan itu tujuannya. Dikasih  gelar tanpa pengajuan ya syukur, nggak juga nggak apa-apa. Sebuah prinsip yang  mungkin agak sulit dicari di tengah-tengah masyarakat kita saat  ini.&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;&lt;/FONT&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Mudah-mudahan kita bisa mulai melakukan  hal terbaik, syukur-syukur berguna bagi banyak orang, tanpa pernah berharap jadi  pahlawan: karena pahlawan sejati tidak pernah bercita-cita jadi pahlawan.  &lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&amp;nbsp;&lt;/DIV&gt; &lt;DIV align=justify&gt;&lt;FONT face=Georgia&gt;Panjalu, 10 Nopember  2007&lt;/FONT&gt;&lt;/DIV&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;&gt;&lt;!--
google_ad_client = &quot;pub-0638834791104279&quot;;
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
google_ad_format = &quot;468x60_as&quot;;
google_ad_type = &quot;text_image&quot;;
google_ad_channel =&quot;&quot;;
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type=&quot;text/javascript&quot;
  src=&quot;http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js&quot;&gt;
&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://bukamulut.blogspot.com/2007/11/renungan-di-hari-pahlawan.html</link><author>noreply@blogger.com (Tata Danamihardja)</author><thr:total>2</thr:total></item></channel></rss>