Posts

Showing posts from May, 2013

42.Rekam Jejak.

Untuk ke sekian kalinya, saya ganti layout lagi. Bete sama layout yang lama, semakin lama di utak atik, semakin hancur, jadinya buat yang barupun enggak terbendung lagi. Masih sama, putih, polos karena gampang untuk edit, putih polos karena gampang ngubah kodenya, tinggal pasang kode background : #ffffff, jadi warna putih semua dan masalah selesai. Jujur, blog ini benar-benar pengobat hati dikala sedih banget, sepi dan baik penuh atau kosongnya pekerjaan yang ada, tempat saya curhat, tempat rekam jejak kehidupan saya semuanya. Terinspirasi? paling enggak jauh dari Raditya Dika , Benazio , tap jujur, ide menulis ini benar-benar "pure" dari pemikiran akan rekam jejak saya selama lahir di dunia. Cerita saya berhasil, gagal, pengalaman menarik, semuanya punya nilai dan andil selama saya hidup. Memang sih, enggak semua orang itu suka dengan namanya menulis, mereka pikir, menulis itu buang waktu, menulis itu membosankan dan sering kali enggak ada ide untuk nulis apa, well, itu ju...

41.Stay Away

Hari sabtu, ya, hari sabtu, sembari menunggu final champions league antara Bayern versus Dortmund nanti malam, saya coba nyempetin jalan-jalan keliling blog-orang-orang termasuk diantaranya blognya senior saya di kampus, mas Bena , ya wajar lah untuk blog yang satu ini, saya selalu punya hal yang menarik untuk dibaca disana. Salah satu yang saya temuin di blognya, ada lagunya Adhitia Sofyan yang judulnya Don't You Dare Touch My Kerupuk , lucu kan judulnya?. Awalnya tak kira, ini lagu-lagu parodi enggak jelas, tapi ternyata enak juga dengernya siang-siang begini. Credit bangets buat mas Adhit yang udah nyiptain alunan begini bagus, lucu juga. Semoga bisa bikin album yang lagunya begini-begini. Oh iya, mungkin ini bukan lagu yang tepat untuk ARN , karena dia enggak suka Kerupuk, "Masih ada juga, orang yang enggak suka kerupuk."

40.Uncertainty.

Actually, saya mau menulis yang satu ini dengan perasaan marah, jengkel dan segala isinya. disatu sisi saya harus senang karena dapat kerjaan, tapi ketidak pastian masa depan itu yang bikin saya susah untuk menerima. Saya sadar, saya harus "mengikuti" karena saya "dibayar" ditambah saya memang tidak punya pilihan lain selain menerima. Memang, keputusan mempertahankan itu sangat membuat saya bersyukur, akhirnya saya bisa melewati fase kritis itu dan untuk hal yang satu ini, cukup sampai sini, saya bersyukur dan terima kasih. Kemudian sifat manusia saya muncul, rasa ketidakpuasan kembali berkumandang di telinga saya, rasa yang masih saja merasa kurang. Kurang disini muncul karena saya divonis harus menyelesaikan kontrak tahap dua dengan durasi yang sama, ketidakpastian pekerjaan pun mengekor, sebenarnya fakta terakhir adalah hal pemicu dari dua sebelumnya. Masalah manusia yang lainnya muncul lagi, saya egois, pekerjaan yang saya inginkan hanya 20% kemungkinannya, be...

39.Gagal Edisi 2

Ada pelajaran lagi yang saya dapat hari ini, tanggal 22 Mei kemarin, saya gagal lagi di Psikotes Astra Graphia, ups, maaf harusnya saya tidak membicarakan ini disini karena saya ambil cuti kemarin. Tapi.. ah, sudahlah, saya harus cerita. Pagi itu saya sudah ada di rumah karena testnya di Cibubur, yang notabene lebih dekat dari rumah. Almond alias motor tersayang sudah di karantina karena siap untuk dilego, dilego karena saya insyaAllah memberanikan diri untuk beli motol balu, maksud saya motor baru (ehm..). Balik lagi, tes ini adalah tes awal, pertama sebelum masuk jenjang interview psikolog. Tes ini seperti lumrahnya psikotes, terdapat tes sifat, pauli dan banyak lainnya. Tes dimulai jam 8 pagi, di ruko yang tampak tidak meyakinkan sama-sekali, satu persatu orang berdatangan seiring dengan akan dimulainya waktu tes, peserta tes ternyata tidak hanya dari AG, tapi ternyata juga ada yang dari astra-astra yang lainnya juga. Tes dimulai dengan soal berhitung selama 7 menit, hitungan (s...

38.Gagal edisi 1

Hari ini saya dapat email dari Unilever, ternyata isinya saya enggak lolos tes kedua. Posisi Management Trainee ini memang target terdepan saya untuk karir saya selanjutnya, tapi dengan saingan se-Indonesia, sepertinya harapan saya memang kecil adanya untuk direalisasikan. Mimpi itu hilang setelah pihak recruitment mengirimi saya email kabar buruk yang membuat saya agak mewek. Baik ayah, om saya banyak yang ex-nya Unilever, dengan posisi yang tidak biasa juga yaitu top management. Tes kedua itu, tes Matematika, masalah kedua terbesar saya setelah hidup, tes ini hanya memakan waktu 20 menit untuk menjawab 20 soal. Ceritanya Bismillah dulu waktu mau mengerjakan soal, pas saya buka web soalnya, mendadak berubah jadi Astaghfirullah, ini adalah ekspersi perdana saya sebelum bertarung dengan soal-soal yang bukan-relatif susah alias susah pake banget. Maaf, proses pengerjaan soal-soal ini enggak mau saya ceritakan karena terlalu keras dan tidak sesuai dengan pembaca dibawah umur, namun pada...