<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-7361901523553097458</atom:id><lastBuildDate>Sat, 05 Oct 2024 02:02:33 +0000</lastBuildDate><category>OAZE</category><category>MAHABBAH</category><category>USWATUN HASANAH</category><category>KIAT</category><category>SYARIAH</category><category>PETUAH</category><category>INDONESIA</category><category>SOSOK</category><category>INFO</category><title>Safari Qolbu</title><description>Menuju Keindahan Hati . . .</description><link>http://rdini.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Rudiny)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>61</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Menuju Keindahan Hati . . .</itunes:subtitle><itunes:category text="Religion &amp; Spirituality"><itunes:category text="Islam"/></itunes:category><itunes:category text="Health"/><itunes:category text="Education"/><itunes:category text="Health"/><itunes:category text="Society &amp; Culture"/><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><xhtml:meta content="noindex" name="robots" xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml"/><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7361901523553097458.post-5033869796844563677</guid><pubDate>Sun, 27 Jan 2013 06:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-08-03T08:48:18.992+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">MAHABBAH</category><title>Kisah Tsabit bin Ibrahim</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgySEJ1AMfdS_o1Z08c3yfOTlbsgZkwZHi5yuWxumlODKMmIRLtA8NuJu0zVdyWoXbkhYoEo8musXNSi93vIJnyNvzXC12bGWMTLEc7zyoj9fMguyDWTnYohGnehpKBh5YV7fHBTT74WQKg/s1600/apel.gif" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgySEJ1AMfdS_o1Z08c3yfOTlbsgZkwZHi5yuWxumlODKMmIRLtA8NuJu0zVdyWoXbkhYoEo8musXNSi93vIJnyNvzXC12bGWMTLEc7zyoj9fMguyDWTnYohGnehpKBh5YV7fHBTT74WQKg/s1600/apel.gif" height="320" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang lelaki yang saleh bernama Tsabit bin Ibrahim sedang berjalan di pinggiran kota Kufah. Tiba² dia melihat Sebuah apel jatuh keluar pagar sebuah kebun buah²an. Melihat apel yang merah ranum itu tergeletak di tanah membuat air liur Tsabit terbit, apalagi di hari yang panas dan tengah kehausan. Maka tanpa berpikir panjang dipungut dan dimakannyalah buah apel yang lezat itu. akan tetapi baru setengahnya di makan dia teringat bahwa buah itu bukan miliknya dan dia belum mendapat ijin pemiliknya. Maka ia segera pergi kedalam kebun buah²an itu hendak menemui pemiliknya agar menghalalkan buah yang telah dimakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di kebun itu ia bertemu dengan seorang lelaki. Maka langsung saja dia berkata... "Aku sudah makan setengah dari buah apel ini. Aku berharap Anda menghalalkannya...!!!"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang itu menjawab... "Aku bukan pemilik kebun ini. Aku Khadamnya yang ditugaskan merawat dan mengurusi kebunnya...!!!"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan nada menyesal Tsabit bertanya lagi... "Dimana rumah pemiliknya...??? Aku akan menemuinya dan minta agar dihalalkan apel yang telah kumakan ini...!!!"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengurus kebun itu memberitahukan... "Apabila engkau ingin pergi kesana maka engkau harus menempuh perjalan sehari semalam...!!!"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tsabit bin Ibrahim bertekad akan pergi menemui si pemilik kebun itu. Katanya kepada orang tua itu...&lt;br /&gt;
"Tidak mengapa. Aku akan tetap pergi menemuinya, meskipun rumahnya jauh. Aku telah memakan apel yang tidak halal bagiku karena tanpa seijin pemiliknya. Bukankah Rasulullah Saw sudah memperingatkan kita lewat sabdanya...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Siapa yang tubuhnya tumbuh dari yang haram, maka ia lebih layak menjadi umpan api neraka...!!!"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tsabit pergi juga ke rumah pemilik kebun itu, dan setiba di sana dia langsung mengetuk pintu. Setelah si pemilik rumah membukakan pintu, Tsabit langsung memberi salam dengan sopan, seraya berkata...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Wahai tuan yang pemurah, saya sudah terlanjur makan setengah dari buah apel tuan yang jatuh ke luar kebun tuan. Karena itu maukah tuan menghalalkan apa yang sudah kumakan itu...???"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lelaki tua yang ada dihadapan Tsabit mengamatinya dengan cermat. Lalu dia berkata tiba²...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Tidak... aku tidak bisa menghalalkannya kecuali dengan satu syarat...!!!"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tsabit merasa khawatir dengan syarat itu karena takut ia tidak bisa memenuhinya. Maka segera ia bertanya...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Apa syarat itu tuan...???"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang itu menjawab...&lt;br /&gt;
"Engkau harus mengawini putriku...!!!"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tsabit bin Ibrahim tidak memahami apa maksud dan tujuan lelaki itu, maka dia berkata...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Apakah karena hanya aku makan setengah buah apelmu yang keluar dari kebunmu, aku harus mengawini putrimu...???"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi pemilik kebun itu tidak menggubris pertanyaan Tsabit.&lt;br /&gt;
Ia malah menambahkan, katanya...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Sebelum pernikahan dimulai engkau harus tahu dulu kekurangan² putriku itu. Dia seorang yang buta, bisu, dan tuli. Lebih dari itu ia juga seorang yang lumpuh...!!!"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tsabit amat terkejut dengan keterangan si pemilik kebun. Dia berpikir dalam hatinya, apakah perempuan seperti itu patut dia persunting sebagai istri gara² setengah buah apel yang tidak dihalalkan kepadanya...???&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian pemilik kebun itu menyatakan lagi... "Selain syarat itu aku tidak bisa menghalalkan apa yang telah kau makan...!!!"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun Tsabit kemudian menjawab dengan mantap... "Aku akan menerima pinangannya dan perkawinanya. Aku telah bertekad akan mengadakan transaksi dengan Allah Rabbul alamin. Untuk itu aku akan memenuhi kewajiban² dan hak²ku kepadanya karena aku amat berharap Allah selalu meridhaiku dan mudah²an aku dapat meningkatkan kebaikan²ku di sisi Allah Taala...!!!"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka pernikahan pun dilaksanakan. Pemilik kebun itu menghadirkan dua saksi yang akan menyaksikan akad nikah mereka. Sesudah perkawinan usai, Tsabit dipersilahkan masuk menemui istrinya. Sewaktu Tsabit hendak masuk kamar pengantin, dia berpikir akan tetap mengucapkan salam walaupun istrinya tuli dan bisu, karena bukankah malaikat Allah yang berkeliaran dalam rumahnya tentu tidak tuli dan bisu juga. Maka iapun mengucapkan salam...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Assalamu alaikum...!!!"&lt;br /&gt;
Tak dinyana sama sekali wanita yang ada dihadapannya dan kini resmi jadi istrinya itu menjawab salamnya dengan baik. Ketika Tsabit masuk hendak menghampiri wanita itu, dia mengulurkan tangan untuk menyambut tangannya. Sekali lagi Tsabit terkejut karena wanita yang kini menjadi istrinya itu menyambut uluran tangannya. Tsabit sempat terhentak menyaksikan kenyataan ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Kata ayahnya dia wanita tuli dan bisu tetapi ternyata dia menyambut salamnya dengan baik. Jika demikian berarti wanita yang ada dihadapanku ini dapat mendengar dan tidak bisu. Ayahnya juga mengatakan bahwa dia buta dan lumpuh tetapi ternyata dia menyambut kedatanganku dengan ramah dan mengulurkan tangan dengan mesra pula...!!!" Kata Tsabit dalam hatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tsabit berpikir, mengapa ayahnya menyampaikan berita² yang bertentangan dengan yang sebenarnya...??? Setelah Tsabit duduk di samping istrinya, dia bertanya...&lt;br /&gt;
"Ayahmu mengatakan kepadaku bahwa engkau buta. Mengapa...???"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wanita itu kemudian berkata...&lt;br /&gt;
"Ayahku benar, karena aku tidak pernah melihat apa² yang diharamkan Allah...!!!"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tsabit bertanya lagi...&lt;br /&gt;
"Ayahmu juga mengatakan bahwa engkau tuli. Mengapa...???"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wanita itu menjawab...&lt;br /&gt;
"Ayahku benar, karena aku tidak pernah mau mendengar berita dan cerita orang yang tidak membuat ridha Allah. Ayahku juga mengatakan kepadamu bahwa aku bisu dan lumpuh, bukan...???" Tanya wanita itu kepada Tsabit yang kini sah menjadi suaminya. Tsabit mengangguk perlahan mengiyakan pertanyaan istrinya. Selanjutnya wanita itu berkata...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Aku dikatakan bisu karena dalam banyak hal aku hanya menggunakan lidahku untuk menyebut asma Allah Ta'ala saja. Aku juga dikatakan lumpuh karena kakiku tidak pernah pergi ke tempat² yang bisa menimbulkan kegusaran Allah Ta'ala...!!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tsabit amat bahagia mendapatkan istri yang ternyata amat saleh dan wanita yang memelihara dirinya Dengan bangga ia berkata tentang istrinya...&lt;br /&gt;
"Ketika kulihat wajahnya... Subhanalla, dia bagaikan bulan purnama di malam yang gelap...!!!"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tsabit dan istrinya yang salihah dan cantik itu hidup rukun dan berbahagia. Tidak lama kemudian mereka dikaruniai seorang putra yang ilmunya memancarkan hikmah ke seluruh penjuru dunia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
itulah AL IMAM ABU HANIFAH AN NU'MAN bin Tsabit...&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;!-- AddThis Button BEGIN --&gt;
&lt;script type="text/javascript"&gt;addthis_pub  = 'rudini05';&lt;/script&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://rdini.blogspot.com/2012/10/kisah-tsabit-bin-ibrahim.html</link><author>noreply@blogger.com (Rudiny)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgySEJ1AMfdS_o1Z08c3yfOTlbsgZkwZHi5yuWxumlODKMmIRLtA8NuJu0zVdyWoXbkhYoEo8musXNSi93vIJnyNvzXC12bGWMTLEc7zyoj9fMguyDWTnYohGnehpKBh5YV7fHBTT74WQKg/s72-c/apel.gif" width="72"/><thr:total>11</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7361901523553097458.post-6646282595954692808</guid><pubDate>Sat, 26 Jan 2013 06:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-08-03T08:49:23.141+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">MAHABBAH</category><title>0ne Minute Before Married</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiW-uaU-ekoW8f_qpdoXBTkWJCHK5DtnFezKRqjVMsC6aXcQM1prhoqXBxl7DWnir6LUN2RFerqxdf9tXZ6xXPfeac8wQebskF3PBxp0rC2cdPCve9HrYZ10Si14asZepGc9WReqjHslMQk/s1600/doa-cari-pasangan-nikah.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiW-uaU-ekoW8f_qpdoXBTkWJCHK5DtnFezKRqjVMsC6aXcQM1prhoqXBxl7DWnir6LUN2RFerqxdf9tXZ6xXPfeac8wQebskF3PBxp0rC2cdPCve9HrYZ10Si14asZepGc9WReqjHslMQk/s1600/doa-cari-pasangan-nikah.jpg" height="240" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Menyegerakan diri untuk menikah itu sunnah... Tapi tergesa-gesa untuk menikah itu musibah...&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Menikah itu kebaikan... Maka awalilah kebaikan dengan kebaikan pula...&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Cobaan menjelang pernikahan itu sangat berat... Maka beruntunglah bagi mereka yang dapat melaluinya dengan kesabaran dan keyakinan...&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jika engkau menikahinya karena ketampanan atau kecantikannya... Maka ketahuilah bahwa suatu saat ia akan peot dan keriput...&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jika engkau menikahinya karena hartanya... Sungguh ketahuilah bahwa hartanya itu akan habis...&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Namun jika engkau menikahinya karena agamanya... Maka ketahuilah bahwa engkau orang yang paling beruntung...&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Cinta yang dikehendaki Allah adalah mencintai seseuatu karena mengharapkan keridha-an Allah semata...&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jangan sampai kekaguman kita terhadap dunia melebihi kekaguman kita kepada Allah Swt...&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ketika Allah Swt telah membuatmu jemu dengan makhluk... Maka ketahuilah bahwa Dia hendak membukakan pintu kedekatan dengan-Nya...&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sesorang hanya akan menikah dengan jodohnya... Tidak mingkin dia akan menikah dengan yang bukan jodohnya... Maka kegagalan dalam menuju pelaminan... Bisa jadi karena memang dia bukan jodohnya...&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Berdo’alah... Tapi jangan semata-mata karena hajat duniamu... tapi memang karena kerinduanmu untuk merintih... Mengadu... berbisik dan bercengkrama dengan-Nya...&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Apa yang berlalu dari dunia adalah mimpi... Apa yang belum ada adalah angan–angan... Dan apa yang sekarang ada dalam genggaman adalah titipan yang harus dipertanggung jawabkan...&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Derajat keimanan seseorang akan naik ke tingkat yang lebih tinggi setelah ia melewati satu pintu... Pintu itu bernama pernikahan...&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dunia ini datang dan pergi sewaktu-waktu kapan saja...&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jika datang bersyukurlah... Jika pergi maka bersabarlah... Karena itu letakkanlah dunia di telapak tanganmu... Jangan di hatimu... Karena tidak mungkin ada dua cinta berkumpul dalam satu hatimu...&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jadikanlah keikhlasan menerima takdir-Nya sebagai bukti cinta kita kepada Allah Swt... Hadapilah segala ketentuan-Nya... Karena jalan kemenangan ada dalam hati kita...&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bila kita ingin mendapatkan yang lebih... Maka kita juga harus berjuang dan sanggup berbuat yang lebih pula... Begitu pula apabila kita ingin mewujudkan cita–cita yang sempurna... Maka kita harus mempersiapkan segalanya dengan sempurna...&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Banyak yang ingin berpoligami mengatasnamakan sunnah... Padahal sebenarnya nafsulah yang menginginkannya...&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Banyak yang takut menikah... Karena takut tidak dapat memberi makan istri dan anak... Padahal yang memberi makan dan istri dan anaknya adalah Allah SWT... Melalui perantara dia... &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;!-- AddThis Button BEGIN --&gt;
&lt;script type="text/javascript"&gt;addthis_pub  = 'rudini05';&lt;/script&gt;
&lt;script src="http://s7.addthis.com/js/152/addthis_widget.js" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!-- AddThis Button END --&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://rdini.blogspot.com/2013/01/0ne-minute-before-married.html</link><author>noreply@blogger.com (Rudiny)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiW-uaU-ekoW8f_qpdoXBTkWJCHK5DtnFezKRqjVMsC6aXcQM1prhoqXBxl7DWnir6LUN2RFerqxdf9tXZ6xXPfeac8wQebskF3PBxp0rC2cdPCve9HrYZ10Si14asZepGc9WReqjHslMQk/s72-c/doa-cari-pasangan-nikah.jpg" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7361901523553097458.post-8506643672663605738</guid><pubDate>Sat, 26 Jan 2013 05:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-01-26T13:25:06.869+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">PETUAH</category><title>Wasiat Nabi Adam A.S.</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjE30PIcFaGt8JBfr191m3DRYnm8EjXO_gBaPMmr7Uk7XyEUyQT6frCEP2AKQIjdhaApJX2Xw3IKlbOLA3MpHJ4JPzZqWHgOcQBidBE983_Fczsgozo5_I9w9Sdud26frv6mNa4Ruj4fPBD/s1600/morning_on_river.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjE30PIcFaGt8JBfr191m3DRYnm8EjXO_gBaPMmr7Uk7XyEUyQT6frCEP2AKQIjdhaApJX2Xw3IKlbOLA3MpHJ4JPzZqWHgOcQBidBE983_Fczsgozo5_I9w9Sdud26frv6mNa4Ruj4fPBD/s320/morning_on_river.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;center&gt;

&lt;!-- AddThis Button BEGIN --&gt;
&lt;script type="text/javascript"&gt;addthis_pub  = 'rudini05';&lt;/script&gt; &lt;a href="http://www.addthis.com/bookmark.php" onclick="return addthis_sendto()" onmouseout="addthis_close()" onmouseover="return addthis_open(this, '', '[URL]', '[TITLE]')"&gt;&lt;span class="userContent"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Jika kamu hendak berbuat sesuatu, tetapi "HATI" mu GELISAH karenanya, maka JANGANLAH kamu teruskannya. Karena sewaktu aku memakan buah khuldi, hatiku telah bergoncang &amp;amp; gelisah.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jika kamu hendak berbuat sesuatu, TELITILAH kesudahannya. Sekiranya aku memikirkan tentang kesudahan akibat memakan buah tersebut, sudah tentu aku tidak akan memakannya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jika kamu hendak berbuat sesuatu, BERBINCANGLAH dengan orang yang arif. Sekiranya aku dahulu berbincang dengan malaikat, sudah tentu diberitahukan kepadaku agar aku tidak memakan buah yang terlarang itu.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
*Riwayat dalam Syarah Hadis 40 Imam Nawawi.&lt;/div&gt;
&lt;a href="http://www.addthis.com/bookmark.php" onclick="return addthis_sendto()" onmouseout="addthis_close()" onmouseover="return addthis_open(this, '', '[URL]', '[TITLE]')"&gt;&lt;span class="userContent"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;script src="http://s7.addthis.com/js/152/addthis_widget.js" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!-- AddThis Button END --&gt;
&lt;/center&gt;
</description><link>http://rdini.blogspot.com/2013/01/wasiat-nabi-adam-as.html</link><author>noreply@blogger.com (Rudiny)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjE30PIcFaGt8JBfr191m3DRYnm8EjXO_gBaPMmr7Uk7XyEUyQT6frCEP2AKQIjdhaApJX2Xw3IKlbOLA3MpHJ4JPzZqWHgOcQBidBE983_Fczsgozo5_I9w9Sdud26frv6mNa4Ruj4fPBD/s72-c/morning_on_river.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7361901523553097458.post-5612779300618586267</guid><pubDate>Thu, 17 Jan 2013 06:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-01-26T13:42:00.415+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">USWATUN HASANAH</category><title>Hadits - hadts Keutamaan Senyum</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVKQyKTqCZGcxn6GlAYxzs94S45Z16AqTPsF279eBfTESnW0Ozr4CKbuAYRwopNP3CtMpwBjATrRjLjeF6cTaBZIKle1uI72-pdINQB99qsNcErFgx_x0qB5yCID0VHLJk7jm8kWWGOcU0/s1600/ahmad.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="205" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVKQyKTqCZGcxn6GlAYxzs94S45Z16AqTPsF279eBfTESnW0Ozr4CKbuAYRwopNP3CtMpwBjATrRjLjeF6cTaBZIKle1uI72-pdINQB99qsNcErFgx_x0qB5yCID0VHLJk7jm8kWWGOcU0/s320/ahmad.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;
&lt;li&gt;Dari Abu Dzar ra, dia berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban).&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dari Jarir bin Abdillah ra dia berkata,&lt;br /&gt;“Sejak aku masuk Islam, Rasulullah Saw tidak pernah menolak aku untuk duduk bersama beliau. Dan tidaklah beliau melihatku kecuali beliau tersenyum kepadaku.” (HR. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dari Abdullah bin Al Harits bin Jaz`i ra dia berkata, “Aku tidak pernah melihat seseorang yang paling banyak senyumannya selain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” (HR. Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jabir bin Samurah ra berkata, ia menceritakan tentang kebiasaan Rasulullah Saw, “Beliau biasanya tidak berdiri dari tempat shalat di mana beliau shalat shubuh padanya kecuali setelah terbit matahari. Apabila matahari telah terbit barulah beliau berdiri. Sementara itu para sahabat bercakap-cakap membicarakan kejadian di masa jahiliyah, lalu mereka tertawa, sedangkan beliau hanya tersenyum.” (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dari Abu Dzarr ra dia berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Senyummu kepada saudaramu merupakan sedekah, engkau memerintahkan yang ma’ruf dan melarang dari kemungkaran juga sedekah, engkau menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat juga sedekah, engkau menuntun orang yang berpenglihatan kabur juga sedekah, menyingkirkan batu, duri, dan tulang dari jalan merupakan sedekah, dan engkau menuangkan air dari embermu ke ember saudaramu juga sedekah.” (HR. Tirmidzi)&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Rasulullah Saw bersabda, “Janganlah sekali-kali engkau menganggap remeh suatu perbuatan baik, meskipun (perbuatan baik itu) dengan engkau menjumpai saudaramu (sesama muslim) dengan wajah yang ceria." (HR. Muslim).&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;

&lt;!-- AddThis Button BEGIN --&gt;
&lt;script type="text/javascript"&gt;addthis_pub  = 'rudini05';&lt;/script&gt;
&lt;script src="http://s7.addthis.com/js/152/addthis_widget.js" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!-- AddThis Button END --&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
</description><link>http://rdini.blogspot.com/2013/01/hadits-hadts-keutamaan-senyum.html</link><author>noreply@blogger.com (Rudiny)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVKQyKTqCZGcxn6GlAYxzs94S45Z16AqTPsF279eBfTESnW0Ozr4CKbuAYRwopNP3CtMpwBjATrRjLjeF6cTaBZIKle1uI72-pdINQB99qsNcErFgx_x0qB5yCID0VHLJk7jm8kWWGOcU0/s72-c/ahmad.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7361901523553097458.post-7127850248774919152</guid><pubDate>Wed, 09 Jan 2013 06:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-01-26T13:57:01.949+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">PETUAH</category><title>6 Kunci Mendapat Ketenangan Hati</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXv7tbbMqXs3u-uAPVRcNZqJV1NsmsJCMRoVGyy6i6vsHEGoAuvsPsEz_Q3bmq7vwKB44W9X3iXSiSwj8FgS9flG_AEQ5Q5Baktf3W2LQ-zJa6Y3JXHba6IDr-QFnaNhVvxSgY657jJv1g/s1600/33727.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="236" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXv7tbbMqXs3u-uAPVRcNZqJV1NsmsJCMRoVGyy6i6vsHEGoAuvsPsEz_Q3bmq7vwKB44W9X3iXSiSwj8FgS9flG_AEQ5Q5Baktf3W2LQ-zJa6Y3JXHba6IDr-QFnaNhVvxSgY657jJv1g/s320/33727.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Sahabatku ada 6 tips mudah untuk mendapatkan ketenangan hati semoga bermanfaat :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Jangan tergantung terhadap orang lain, bersikaplah mandiri dan percaya akan kemampuan yang kita miliki.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jangan berburuk sangka, berfikirlah positif akan membawa pada suatu yang bermanfaat.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jangan mengingat penyesalan di masa lalu, hidup itu mudah, buatlah dalam suatu perbuatan kita dengan keputusan dan jadikanmasa lalu menjadi sebuah pelajaran untuk menjadi yang lebih baik.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jangan pernah menyimpan dendam di hati, dendam itu di ibaratkan sebagai racun dalam hati kita, jauhi itu.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jauhi sifat terburu-buru, aset dalam kehidupan bukan harta tapi waktu. maka pergunakan waktu dengan baik.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jangan khawatir dengan hari esok, ketuklah pintu dan pintu pun akan terbuka, ingatlah ALLAH, ALLAH pun akan ingat pada kita.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
</description><link>http://rdini.blogspot.com/2013/01/6-kunci-mendapat-ketenangan-hati.html</link><author>noreply@blogger.com (Rudiny)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXv7tbbMqXs3u-uAPVRcNZqJV1NsmsJCMRoVGyy6i6vsHEGoAuvsPsEz_Q3bmq7vwKB44W9X3iXSiSwj8FgS9flG_AEQ5Q5Baktf3W2LQ-zJa6Y3JXHba6IDr-QFnaNhVvxSgY657jJv1g/s72-c/33727.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7361901523553097458.post-6758921671564750022</guid><pubDate>Sat, 05 Jan 2013 06:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-01-26T13:54:02.110+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">MAHABBAH</category><title>Aku Malu Menatap Wajah Suamiku</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPrCbHIvEIlGGtP8OmHzZQp2wmpnN-Fb5Motr_6OPGMH4N5jwbUrIJb8Zl5ljCh6FmukIkSneyXDEcHqgK3KeyFcfEpr4VBgjnyeSqQgNLaHTmmyGFhsPAsNbwi9mDOG0krc_cc8ozR8rz/s1600/akhwat-dan-ikhwan.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="218" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPrCbHIvEIlGGtP8OmHzZQp2wmpnN-Fb5Motr_6OPGMH4N5jwbUrIJb8Zl5ljCh6FmukIkSneyXDEcHqgK3KeyFcfEpr4VBgjnyeSqQgNLaHTmmyGFhsPAsNbwi9mDOG0krc_cc8ozR8rz/s320/akhwat-dan-ikhwan.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pernikahan itu telah berjalan empat (4) tahun, namun pasangan suami istri itu belum dikaruniai seorang anak. Dan mulailah kanan kiri berbisik-bisik: “kok belum punya anak juga ya, masalahnya di siapa ya? Suaminya atau istrinya ya?”. Dari berbisik-bisik, akhirnya menjadi berisik. Tanpa sepengetahuan siapa pun, suami istri itu pergi ke salah seorang dokter untuk konsultasi, dan melakukan pemeriksaaan. Hasil lab mengatakan bahwa sang istri adalah seorang wanita yang mandul, sementara sang suami tidak ada masalah apa pun dan tidak ada harapan bagi sang istri untuk sembuh dalam arti tidak peluang baginya untuk hamil dan mempunyai anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat hasil seperti itu, sang suami mengucapkan: inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, lalu menyambungnya dengan ucapan: Alhamdulillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang suami seorang diri memasuki ruang dokter dengan membawa hasil lab dan sama sekali tidak memberitahu istrinya dan membiarkan sang istri menunggu di ruang tunggu perempuan yang terpisah dari kaum laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang suami berkata kepada sang dokter: “Saya akan panggil istri saya untuk masuk ruangan, akan tetapi, tolong, nanti anda jelaskan kepada istri saya bahwa masalahnya ada di saya, sementara dia tidak ada masalah apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontan saja sang dokter menolak dan terheran-heran. Akan tetapi sang suami terus memaksa sang dokter, akhirnya sang dokter setuju untuk mengatakan kepada sang istri bahwa masalah tidak datangnya keturunan ada pada sang suami dan bukan ada pada sang istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang suami memanggil sang istri yang telah lama menunggunya, dan tampak pada wajahnya kesedihan dan kemuraman. Lalu bersama sang istri ia memasuki ruang dokter. Maka sang dokter membuka amplop hasil lab, lalu membaca dan mentelaahnya, dan kemudian ia berkata: “… Oooh, kamu –wahai fulan- yang mandul, sementara istrimu tidak ada masalah, dan tidak ada harapan bagimu untuk sembuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar pengumuman sang dokter, sang suami berkata: inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, dan terlihat pada raut wajahnya wajah seseorang yang menyerah kepada qadha dan qadar Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu pasangan suami istri itu pulang ke rumahnya, dan secara perlahan namun pasti, tersebarlah berita tentang rahasia tersebut ke para tetangga, kerabat dan sanak saudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima (5) tahun berlalu dari peristiwa tersebut dan sepasang suami istri bersabar, sampai akhirnya datanglah detik-detik yang sangat menegangkan, di mana sang istri berkata kepada suaminya: “Wahai fulan, saya telah bersabar selama Sembilan (9) tahun, saya tahan-tahan untuk bersabar dan tidak meminta cerai darimu, dan selama ini semua orang berkata: betapa baik dan shalihah-nya sang istri itu yang terus setia mendampingi suaminya selama Sembilan tahun, padahal dia tahu kalau dari suaminya, ia tidak akan memperoleh keturunan.” Namun, sekarang rasanya saya sudah tidak bisa bersabar lagi, saya ingin agar engkau segera menceraikan saya, agar saya bisa menikah dengan lelaki lain dan mempunyai keturunan darinya, sehingga saya bisa melihat anak-anakku, menimangnya dan mengasuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar emosi sang istri yang memuncak, sang suami berkata: “istriku, ini cobaan dari Allah SWT, kita mesti bersabar, kita mesti … mesti … dan mesti …” Singkatnya, bagi sang istri, suaminya malah berceramah di hadapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya sang istri berkata: “OK, saya akan tahan kesabaranku satu tahun lagi, ingat, hanya satu tahun, tidak lebih.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang suami setuju, dan dalam dirinya, dipenuhi harapan besar, semoga Allah SWT memberi jalan keluar yang terbaik bagi keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian, tiba-tiba sang istri jatuh sakit, dan hasil lab mengatakan bahwa sang istri mengalami gagal ginjal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar keterangan tersebut, jatuhnya psikologis sang istri, dan mulailah memuncak emosinya. Ia berkata kepada suaminya: “Semua ini gara-gara kamu, selama ini aku menahan kesabaranku, dan jadilah sekarang aku seperti ini, kenapa selama ini kamu tidak segera menceraikan saya, saya kan ingin punya anak, saya ingin memomong dan menimang bayi, saya kan … saya kan…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang istri pun bad rest di rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat yang genting itu, tiba-tiba suaminya berkata: “Maaf, saya ada tugas keluar negeri, dan saya berharap semoga engkau baik-baik saja.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Haah, pergi?” Kata sang istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, saya akan pergi karena tugas dan sekalian mencari donatur ginjal, semoga dapat.” Kata sang suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehari sebelum operasi, datanglah sang donatur ke tempat pembaringan sang istri. Maka disepakatilah bahwa besok akan dilakukan operasi pemasangan ginjal dari sang donatur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu sang istri teringat suaminya yang pergi, ia berkata dalam dirinya: “Suami apa an dia itu, istrinya operasi, eh dia malah pergi meninggalkan diriku terkapar dalam ruang bedah operasi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Operasi berhasil dengan sangat baik. Setelah satu pekan, suaminya datang, dan tampaklah pada wajahnya tanda-tanda orang yang kelelahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah bahwa sang donatur itu tidak ada lain orang melainkan sang suami itu sendiri. Ya, suaminya telah menghibahkan satu ginjalnya untuk istrinya, tanpa sepengetahuan sang istri, tetangga dan siapa pun selain dokter yang dipesannya agar menutup rapat rahasia tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan subhanallah …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Sembilan (9) bulan dari operasi itu, sang istri melahirkan anak. Maka bergembiralah suami istri tersebut, keluarga besar dan para tetangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana rumah tangga kembali normal, dan sang suami telah menyelesaikan studi S2 dan S3-nya di sebuah fakultas syari’ah dan telah bekerja sebagai seorang panitera di sebuah pengadilan di Jeddah. Ia pun telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an dan mendapatkan sanad dengan riwayat Hafs, dari ‘Ashim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, sang suami ada tugas dinas jauh, dan ia lupa menyimpan buku hariannya dari atas meja, buku harian yang selama ini ia sembunyikan. Dan tanpa sengaja, sang istri mendapatkan buku harian tersebut, membuka-bukanya dan membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir saja ia terjatuh pingsan saat menemukan rahasia tentang diri dan rumah tangganya. Ia menangis meraung-raung. Setelah agak reda, ia menelpon suaminya, dan menangis sejadi-jadinya, ia berkali-kali mengulang permohonan maaf dari suaminya. Sang suami hanya dapat membalas suara telpon istrinya dengan menangis pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setelah peristiwa tersebut, selama tiga bulanan, sang istri tidak berani menatap wajah suaminya. Jika ada keperluan, ia berbicara dengan menundukkan mukanya, tidak ada kekuatan untuk memandangnya sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;... Segala puji bagi Allah, yang dengan nikmat-Nya sempurnalah semua kebaikan ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barakallahufikum ...&lt;br /&gt;

&lt;!-- AddThis Button BEGIN --&gt;
&lt;script type="text/javascript"&gt;addthis_pub  = 'rudini05';&lt;/script&gt;
&lt;script src="http://s7.addthis.com/js/152/addthis_widget.js" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!-- AddThis Button END --&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://rdini.blogspot.com/2013/01/aku-malu-menatap-wajah-suamiku.html</link><author>noreply@blogger.com (Rudiny)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPrCbHIvEIlGGtP8OmHzZQp2wmpnN-Fb5Motr_6OPGMH4N5jwbUrIJb8Zl5ljCh6FmukIkSneyXDEcHqgK3KeyFcfEpr4VBgjnyeSqQgNLaHTmmyGFhsPAsNbwi9mDOG0krc_cc8ozR8rz/s72-c/akhwat-dan-ikhwan.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7361901523553097458.post-2808947546331604026</guid><pubDate>Sat, 17 Nov 2012 03:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-01-29T10:27:29.725+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">OAZE</category><title>Kenapa Hidup Penuh Masalah ?</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgbtW8tRcfZaUkFUIB-eB2MMaaFUv9MueDHhVmOTmq-LDuyI04rWLqgdR6YpES-Q38UpcoJqQ2_4O0glgh10xjLwELge0iMKTwZM_AkIcHNX6fYTYLRjCE7Pu_eOlvY3TmtuIYIKCiIUE6S/s1600/hair-scissors-and-comb-blink-images.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="186" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgbtW8tRcfZaUkFUIB-eB2MMaaFUv9MueDHhVmOTmq-LDuyI04rWLqgdR6YpES-Q38UpcoJqQ2_4O0glgh10xjLwELge0iMKTwZM_AkIcHNX6fYTYLRjCE7Pu_eOlvY3TmtuIYIKCiIUE6S/s320/hair-scissors-and-comb-blink-images.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pernah terjadi di Rusia, di sebuah negeri yang bercorak putih, 
berselimut salju dan terkenal atheis. Seorang pria pergi ke tukang 
cukur. Saat rambutnya dicukur, ia terserang kantuk luar biasa. Kepalanya
 mulai mengangguk-angguk karena kantuk. Si tukang cukur merasa kesal, 
namun enggan untuk membangunkan, lalu untuk mengusir kantuk pelanggannya
 si tukang cukur kemudian mengajaknya untuk bicara.
&lt;br /&gt;


"Pak, apakah bapak termasuk orang yang percaya tentang adanya Tuhan?"
&lt;br /&gt;


Pelanggan menjawab, ‘Ya, saya percaya adanya Tuhan!’
&lt;br /&gt;


Agar pembicaraan tak terhenti, si tukang cukur menimpali, ‘Saya termasuk orang yang tidak percaya kepada Tuhan!'
&lt;br /&gt;


‘Apa alasanmu?’ pelanggan melempar tanya.
&lt;br /&gt;


‘Kalau benar di dunia ini ada Tuhan, dengan sifat-Nya Yang Maha 
Pengasih dan Maha Penyayang, menurut saya tidak mungkin di dunia ada 
orang yang punya banyak masalah, galau, terlilit hutang, terserang 
penyakit, kelaparan, kemiskinan dan lain-lain. Ini bukti sederhana bahwa
 di dunia ini tidak ada Tuhan!’ tukang cukur berbicara dengan cukup 
lantang.
&lt;br /&gt;


Si pelanggan terdiam. Sambil membatin, ia berpikir keras mencari 
jawaban. Namun sayang, sampai cukuran selesai ia tak jua menemukan 
jawaban tepat. Maka pembicaraan pun terhenti. Sementara si tukang cukur 
tersenyum sinis, seolah ia telah memenangkan perdebatan.
&lt;br /&gt;


Akhirnya, saat cukuran itu selesai, si pelanggan bangkit dari kursi 
dan ia berikan ongkos yang cukup atas jasa cukuran. Tak lupa, ia 
berterima kasih dan pamit untuk meninggalkan tempat. 
&lt;br /&gt;
Namun dalam langkahnya, ia masih penasaran untuk tetap mencari 
jawaban atas perdebatan kecil yang baru ia jalani. Saat berdiri di depan
 pintu barber shop, ia tarik tungkai pintu kemudian hendak melangkahkan 
kakinya keluar…. saat itu Allah Swt mengirimkan jawaban padanya. Matanya
 tertumbuk pada seorang pria gila yang berparas awut-awutan. Rambut 
panjang tak terurus, janggut lebat berantakan, baju compang-camping tak 
keruan.
&lt;br /&gt;


Demi melihat hal demikian, pintu barber shop yang tadi telah ia buka
 maka ditutup kembali. Ia pun kembali mendatangi si tukang cukur dan 
berkata, ‘Pak, menurut saya yang tidak ada di dunia ini adalah TUKANG 
CUKUR bukan TUHAN !’
&lt;br /&gt;


Merasa aneh dengan pernyataan itu, tukang cukur balik bertanya, 
‘Bagaimana bisa Anda berkata demikian. Padahal baru saja rambut Anda 
saya pangkas!’
&lt;br /&gt;


‘Begini pak, di jalan tadi saya dapati ada orang yang kurang waras. 
Rambutnya panjang tak terurus, janggutnya pun lebat berantakan. Kalau 
benar di dunia ini ada tukang cukur, rasanya tidak mungkin ada pria yang
 berpenampilan seperti itu!’ si pelanggan menyampaikan penjelasannya.
&lt;br /&gt;


Tukang cukur tersenyum, sejenak kemudian dengan enteng ia berkata, 
‘Pak… maaf bukannya TUKANG CUKUR yang tidak ada di dunia ini. Masalahnya
 adalah pria gila yang Anda ceritakan tadi tidak mau datang ke sini, ke 
tempat saya… Andai dia mau datang, maka pasti rambut dan janggutnya akan
 saya rapihkan sehingga ia tidak lagi berpenampilan demikian!’
&lt;br /&gt;


Tiba-tiba si pelanggan meledakkan suara,‘Naaaahhhh….!!! itu dia 
jawabannya. Rupanya Anda juga telah menemukan jawaban dari pertanyaan 
yang Anda lontarkan tadi!'
&lt;br /&gt;


‘Apa maksudmu?’ si tukang cukur tersontak kaget tidak mengerti dengan pernyataan pelanggannya.
&lt;br /&gt;


‘Anda tadi kan bilang bahwa di dunia ini banyak manusia yang punya 
banyak masalah, galau, terlilit hutang, terserang penyakit, kelaparan, 
kemiskinan dan lain-lain. Andai saja mereka datang kepada Tuhan, 
pastilah masalah mereka akan terselesaikan. Persis sama kejadiannya bila
 pria gila tadi datang kemari dan mencukurkan rambutnya kepada Anda!'
&lt;br /&gt;


Si tukang cukur pun akhirnya hanya terdiam, sambil menatap punggung si pelanggan yang melenggang meninggalkan barber shop-nya.
&lt;br /&gt;


***
&lt;br /&gt;


Jadi… kita hanya tinggal memohon saja apa yang kita inginkan kepada Allah Swt, pasti Allah bakal berikan apa yang kamu pinta!”
&lt;br /&gt;


Katakanlah : “Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan 
kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan 
dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau 
kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. di tangan 
Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala 
sesuatu. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang 
ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau 
keluarkan yang mati dari yang hidup, dan Engkau beri rezeki siapa yang 
Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)”(QS. Ali Imran : 26-27)
&lt;br /&gt;


(Bacalah ayat ini sesering mungkin dan perbanyak doa memohon nafkah 
serta rezeki yang halal dari Allah Swt. Yakinlah bahwa Allah Swt akan 
senantiasa menjamin penghidupanmu dan keluarga, insya Allah). WAllahu 
'alam.&lt;br /&gt;
&lt;!-- AddThis Button BEGIN --&gt;
&lt;script type="text/javascript"&gt;addthis_pub  = 'rudini05';&lt;/script&gt;
&lt;script src="http://s7.addthis.com/js/152/addthis_widget.js" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!-- AddThis Button END --&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://rdini.blogspot.com/2012/11/kenapa-hidup-penuh-masalah.html</link><author>noreply@blogger.com (Rudiny)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgbtW8tRcfZaUkFUIB-eB2MMaaFUv9MueDHhVmOTmq-LDuyI04rWLqgdR6YpES-Q38UpcoJqQ2_4O0glgh10xjLwELge0iMKTwZM_AkIcHNX6fYTYLRjCE7Pu_eOlvY3TmtuIYIKCiIUE6S/s72-c/hair-scissors-and-comb-blink-images.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7361901523553097458.post-219361607779621855</guid><pubDate>Tue, 16 Oct 2012 05:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-01-26T13:24:16.879+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">PETUAH</category><title>Pensil dan Penghapus</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgh51lwKSdsUjYErOFn5mngD9gJDiIFQaX9PJRLzwm3fFvdaYlhGWnqNx4wk2hN06EynOlMbYndGCqj79pk4rZ0r-YYTRxbhYkxgWDiDt5zSfnM8S8JLDiHX0gfXO-a6wmFS5QToQzz3Vt/s1600/pencil+dan+penghapus.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgh51lwKSdsUjYErOFn5mngD9gJDiIFQaX9PJRLzwm3fFvdaYlhGWnqNx4wk2hN06EynOlMbYndGCqj79pk4rZ0r-YYTRxbhYkxgWDiDt5zSfnM8S8JLDiHX0gfXO-a6wmFS5QToQzz3Vt/s320/pencil+dan+penghapus.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;center&gt;

&lt;!-- AddThis Button BEGIN --&gt;&amp;nbsp;&lt;/center&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pensil : "Maafkan aku ya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghapus : "Maafkan untuk apa? Kamu tidak melakukan kesalahan apa-apa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pensil : "Aku minta maaf karena telah membuatmu terluka.Setiap kali aku melakukan kesalahan,kamu selalu berada di sana untuk menghapusnya.Namun setiap kali kamu membuat kesalahanku lenyap, kamu kehilangan sebagian dari dirimu.Kamu akan menjadi semakin kecil dan kecil setiap saat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghapus : "Hal itu benar.Namun aku sama sekali tidak merasa keberatan. Kau lihat, aku memang tercipta untuk melakukan hal itu.Diriku tercipta untuk selalu membantumu setiap saat kau melakukan kesalahan.Walaupun suatu hari, aku tahu bahwa aku akan pergi dan kau akan menggantikan diriku dengan yang baru. Aku sungguh bahagia dengan perananku.Jadi tolonglah, kau tak perlu khawatir.Aku tidak suka melihat dirimu bersedih."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua kita layaknya si penghapus sedangkan kita layaknya si pensil. Mereka (Orang tua) selalu ada untuk anak-anak mereka, memperbaiki kesalahan anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang,seiring berjalannya waktu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka akan terluka dan akan menjadi semakin kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dalam hal ini,maksudnya bertambah tua dan akhirnya meninggal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun anak-anak mereka akhirnya akan menemukan seseorang yang baru ( Suami atau Istri ).Namun orang tua akan selalu tetap merasa bahagia atas apa yang mereka lakukan terhadap anak-anaknya dan akan selalu merasa tidak suka bila melihat buah hati tercinta mereka merasa khawatir ataupun sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga saat ini, kalau anda masih mendapati diri anda selalu menjadi si pensil. Dan hal itu pasti akan sangat menyakitkan diri anda , apalagi kalau melihat si penghapus atau orang tua semakin bertambah "kecil"dan "kecil" seiring berjalannya waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kita tahu bahwa suatu hari kelak,yang tertinggal hanyalah kenangan“Si Penghapus” dengan segala kenangan yang pernah di lalui dan miliki bersama mereka.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://rdini.blogspot.com/2013/01/pensil-dan-penghapus.html</link><author>noreply@blogger.com (Rudiny)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgh51lwKSdsUjYErOFn5mngD9gJDiIFQaX9PJRLzwm3fFvdaYlhGWnqNx4wk2hN06EynOlMbYndGCqj79pk4rZ0r-YYTRxbhYkxgWDiDt5zSfnM8S8JLDiHX0gfXO-a6wmFS5QToQzz3Vt/s72-c/pencil+dan+penghapus.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7361901523553097458.post-5651936850835029581</guid><pubDate>Wed, 05 Sep 2012 06:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-01-26T13:22:48.032+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">INFO</category><title>Jangan Biasakan Tidur Terlalu Malam</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj74RBKbrNXKKHoOCxRob6ETPVyBkFexDBc_UWf-QNYv6D8nIu3BQBHpoaI2Z9stYStZHbptw-75ugWxsYeu3w_9Te-zuFQei3TOjEteSm7s87-sRCp5z4PAuHzQhmjCmen2OQWicelpmmN/s1600/begadang.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj74RBKbrNXKKHoOCxRob6ETPVyBkFexDBc_UWf-QNYv6D8nIu3BQBHpoaI2Z9stYStZHbptw-75ugWxsYeu3w_9Te-zuFQei3TOjEteSm7s87-sRCp5z4PAuHzQhmjCmen2OQWicelpmmN/s320/begadang.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;
&lt;li&gt;&lt;u&gt;Malam hari pk 21.00 – 23.00 :&lt;/u&gt; adalah pembuangan zat-zat tidak berguna/beracun (de-toxin) di bagian system antibody (kelenjar getah bening). Selama durasi waktu ini seharusnya dilalui dengan suasana tenang atau mendengarkan musik (lebih baik lagi bila sudah tidur) . Bila saat itu seorang ibu rumah tangga masih dalam kondisi yang tidak santai seperti misalnya mencuci piring atau mengawasi anak belajar, hal ini dapat berdampak negatif untuk kesehatan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;u&gt;Malam hari pk 23.00 – 01.00 :&lt;/u&gt; saat proses de-toxin di bagian hati, harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;u&gt;Dini hari 01.00 - 03.00 :&lt;/u&gt; proses de-toxin dibagian empedu, juga berlangsung dalam kondisi tidur pulas.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;u&gt;Dini hari 03.00 – 05.00 :&lt;/u&gt; de-toxin di bagian paru-paru, sebab itu akan terjadi batuk yang hebat bagi penderita batuk selam durasi waktu ini. Karena proses pembersihan (de-toxin) telah mencapai saluran pernapasan, maka tidak perlu minum obat batuk agar tidak merintangi proses pembuangan kotoran. Bagi perokok pembersihan berlangsung dengan tidak sempurna.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;u&gt;Pagi pk 05.00 – 07.00 :&lt;/u&gt; de-toxin di bagian usus besar, harus buang air besar.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;u&gt;Pagi pk 07.00 – 09.00 :&lt;/u&gt; waktu penyerapan gizi makanan bagi usus kecil, harus makan pagi. Bagi orang yang sakit sebaiknya makan lebih pagi yaitu sebelum pk 06.30. Makan pagi sebelum pk 07.30 sangat baik bagi mereka yang ingin menjaga kesehatannya. Bagi mereka yang tidak makan pagi harap mengubah kebiasaannya ini, bahkan masih lebih baik terlambat makan pagi hingga pk 9-10 daripada tidak makan sama sekali.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang akan mengacaukan proses pembuangan zat-zat yang tidak berguna. Selain itu, dari tengah malam hingga pukul 4 dini hari adalah waktu bagi sumsum tulang belakang untuk memproduksi darah. Sebab itulah, Tidurlah yang Nyenyak dan Jangan biasakan Begadang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha" (QS : 25 AL-FURQAAN : 47). &lt;/div&gt;
</description><link>http://rdini.blogspot.com/2012/09/jangan-biasakan-tidur-terlalu-malam.html</link><author>noreply@blogger.com (Rudiny)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj74RBKbrNXKKHoOCxRob6ETPVyBkFexDBc_UWf-QNYv6D8nIu3BQBHpoaI2Z9stYStZHbptw-75ugWxsYeu3w_9Te-zuFQei3TOjEteSm7s87-sRCp5z4PAuHzQhmjCmen2OQWicelpmmN/s72-c/begadang.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7361901523553097458.post-5587471889948724125</guid><pubDate>Fri, 13 Jul 2012 03:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-01-29T10:26:53.348+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">KIAT</category><title>25 Orang yang Tidak Mungkin Menemukan Kedamaian dan Kebahagiaan</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjmhJOy6AlX2nCO__1Osd165lL_NbzJ1dBeaND9Rv7aiZ-DwW7JMwcCMgr2AvxUP-NVFzXwJc5Nyo8XT1APRuQHYSFH8hd1PLLqT14tSQW2BAB8hwrxQ0iqIP5ek8rJUPSf9ZUOdL9NuQpV/s1600/surga-neraka.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjmhJOy6AlX2nCO__1Osd165lL_NbzJ1dBeaND9Rv7aiZ-DwW7JMwcCMgr2AvxUP-NVFzXwJc5Nyo8XT1APRuQHYSFH8hd1PLLqT14tSQW2BAB8hwrxQ0iqIP5ek8rJUPSf9ZUOdL9NuQpV/s320/surga-neraka.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span&gt;Orang yang ingin kaya, tapi malas belajar dan menghindari pekerjaan.
&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span&gt;Orang yang seleranya tinggi, tapi semangat kerjanya rendah.
&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span&gt;Orang yang impiannya besar, tapi keberaniannya kecil.
&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span&gt;Orang yang ingin berubah menjadi lebih baik, tapi suka membantah dan mencemooh nasihat. 
&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span&gt;Orang yang ingin keren dan beken, tapi kamseupay-nya norak, bukan yang lugu dan lucu.
&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span&gt;Orang yang ingin dicintai, tapi kasar dan tidak peka terhadap perasaan orang lain.
&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span&gt;Orang yang ingin dipercaya, tapi tidak jujur. 
&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span&gt;Orang yang ingin dipilih oleh belahan jiwa yang berkelas, tapi sikap dan perilakunya murahan.
&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span&gt;Orang yang iri dengan keberhasilan orang lain, dan bersikap 
memusuhi orang yang lebih pandai, lebih berhasil, atau yang lebih 
berbahagia.
&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span&gt;Orang yang ingin sehat dan panjang umur, tapi menikmati kebiasaan buruk yang merusak kesehatan tubuh dan jiwa.
&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span&gt;Orang yang ingin dijatuh-cintai, tapi tidak memperhatikan keindahan tutur dan pribadinya.
&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span&gt;Orang yang ingin move on, tapi masih hang on.
&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span&gt;Orang yang ingin melepaskan diri dari cinta yang palsu, tapi 
tidak bisa berlaku tegas karena alasan yang stupeod (stupid, tulul).
&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span&gt;Orang yang ingin berhati damai, tapi suka mengulangi rasa sakit hati dan mengkhayalkan balas dendam.
&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span&gt;Orang yang ingin diterima apa adanya, tapi banyak maunya.
&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span&gt;Orang yang tidak percaya diri jika tidak memiliki barang bagus dan bermerk, atau jika tidak tampil bling-bling dan mewah.
&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span&gt;Orang yang berkeluarga yang harus tumbuh dengan sejahtera, tapi membenci uang.
&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span&gt;Orang yang salih secara pribadi, tapi tidak salih secara sosial.
&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span&gt;Orang yang ingin disegani, bernama harum dan dikenal luas, tapi 
suka mengecilkan, bertengkar dan bermusuhan dengan orang lain. 
&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span&gt;Orang yang ingin sepenuhnya berserah kepada Tuhan, tapi masih sibuk mengatur apa yang akan dilakukan oleh Tuhan untuknya.
&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span&gt;Orang yang memaafkan, tapi meminta Tuhan untuk membalas dengan setimpal.
&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span&gt;Orang yang ingin berderma, tapi tidak ikhlas jika tidak diketahui bahwa dia yang menyumbang.
&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span&gt;Orang yang menikah, tapi tidak menikmati kebersamaan.
&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span&gt;Orang yang menuntut orang lain melakukan yang tidak dilakukannya.
&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span&gt;Orang yang jauh dari Tuhan.
&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;span&gt;
&lt;br /&gt;Yang nomor berapa yang paling berkesan bagi Anda? (Mario Teguh)&lt;/span&gt;&lt;center&gt;

&lt;!-- AddThis Button BEGIN --&gt;
&lt;script type="text/javascript"&gt;addthis_pub  = 'rudini05';&lt;/script&gt;
&lt;script src="http://s7.addthis.com/js/152/addthis_widget.js" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;
&lt;!-- AddThis Button END --&gt;
&lt;/center&gt;
</description><link>http://rdini.blogspot.com/2012/07/25-orang-yang-tidak-mungkin-menemukan.html</link><author>noreply@blogger.com (Rudiny)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjmhJOy6AlX2nCO__1Osd165lL_NbzJ1dBeaND9Rv7aiZ-DwW7JMwcCMgr2AvxUP-NVFzXwJc5Nyo8XT1APRuQHYSFH8hd1PLLqT14tSQW2BAB8hwrxQ0iqIP5ek8rJUPSf9ZUOdL9NuQpV/s72-c/surga-neraka.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7361901523553097458.post-2400818348290716201</guid><pubDate>Wed, 04 Jul 2012 15:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-07-04T22:13:33.428+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">INDONESIA</category><title>Di Balik Rahasia Yahudi Melahirkan Generasi yang Jenius</title><description>&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;center&gt;


&lt;script type="text/javascript"&gt;
addthis_pub  = 'rudini05';
&lt;/script&gt;
&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgBL4HKzWThn56qrMW4Hw0Jr6j9ZyUvRDVdK7xc3ZzabOmmAU6hozmimjE7IikbQ0BBmozpClJu7ItsUv5LifG4L7hD_vk0mBFLhPAJ8k89mP2RrDsdedDPEVvMEifMnpcCAXiJ205ZFTEY/s1600/yahudi+cerdas.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgBL4HKzWThn56qrMW4Hw0Jr6j9ZyUvRDVdK7xc3ZzabOmmAU6hozmimjE7IikbQ0BBmozpClJu7ItsUv5LifG4L7hD_vk0mBFLhPAJ8k89mP2RrDsdedDPEVvMEifMnpcCAXiJ205ZFTEY/s1600/yahudi+cerdas.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mohon dibaca : Mudah-mudahan menjadi renungan bagi ORANGTUA dan CALON ORANGTUA yang akan melahirkan generasi-generasi bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel Dr. Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani housemanship di beberapa rumah sakit di sana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, "Mengapa Yahudi Pintar ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California, terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri? Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hamper delapan tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin. Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika.&lt;br /&gt;Stephen bertanya, "Apakah ini untuk anak kamu?"&lt;br /&gt;Dia menjawab, "Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikut terus perkembangannya. Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan. Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak di dalam kandungan. Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung. menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan.&lt;br /&gt;Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi. Begitu Stephen menceritakan, "Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet)," ungkapnya. Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uniknya, mereka akan makan buah buahan dahulu sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk. Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan dirumah Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah mereka. Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak ( bodoh). Suatu penemuan yang dari saintis gen dan DNA Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever). Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, "Perbandingan dengan anak anak di California, dalam tingkat IQ-nya bias saya katakan 6 tahun kebelakang!! !" katanya. Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari. Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
Quote:&lt;br /&gt;Rasulullah sebenarnya pun sudah mengajarkan kepada kita umatnya 1400 tahun yang lalu, bahwa makan ikan tidak boleh bersamaan dengan hewan darat. Makan buah sebelum menu utama, olahraga yang dianjurkan ada tiga : memanah, berkuda, berenang.&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi (menengah). Di sini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius.&lt;br /&gt;Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi. Satu lagi yg di beri keutamaan ialah fakultas ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus memperaktekkanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda hanya akan lulus jika team Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda terperanjat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kenyataannya. Dan bagaimana dengan di negeri kita? Apa syarat kelulusan? Banyak yang hanya dengan syarat mencapai NILAI 60 saja, bahkan ada beberapa yang hanya cukup dengan NILAI 55 saja, dan malah banyak yang dikatrol. Praktek Kerja Lapangan hanya sekedarnya, tidak benar-benar memikirkan sebuah proyek yang berguna bagi UMMAT. Setidaknya, ini yang harus kita cermati &amp;amp; perbaiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan, pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan.. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENGAPA YAHUDI TAKUT PADA HAFIDZ QUR'AN DARI KALANGAN ANAK-ANAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabar lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari saudara kita di Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina. Terjawab sudah mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza.&lt;br /&gt;Seperti yang kita ketahui, setelah lewat tiga minggu, jumlah korban tewas akibat holocaust itu sudah mencapai lebih dari 1300 orang. Hampir setengah darinya adalah anak-anak. Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebulan lalu, sesuai Ramadhan 1429 Hijriah, Ismali Haniya, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz al-Quran. Anak-anak yang sudah hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi.&lt;br /&gt;"Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?" demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak heran jika anak-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran. Karena kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan al-Qur’an. Tak ada main Play Station atau game bagi mereka. Kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi Indonesia. Bagaimana perbandingan perhatian pemerintah Indonesia dalam membina generasi penerus dibanding dengan negara tetangganya.&lt;br /&gt;Ambil contoh tetangga kita yang terdekat adalah Singapura. Contoh yang penulis ambil sederhana saja, Rokok. Singapura selain menerapkan aturan yang ketat tentang rokok, juga harganya sangat mahal.&lt;br /&gt;Benarkah merokok dapat melahirkan generasi "Goblok!" kata Goblok bukan dari penulis, tapi kata itu sendiri dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia sudah menemui beberapa bukti menyokong teori ini.&lt;br /&gt;"Lihat saja Asia" katanya seperti dalam tulisan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda ke Asia, di mana saja Anda berada, dari restoran, teater, kebun bunga hingga ke musium, hidung Anda akan segera mencium bau asap rokok! Berapa harga rokok? Cuma US$ .70cts !!!&lt;br /&gt;"Hasilnya? Dengan penduduknya berjumlah jutaan orang berapa banyak universitas? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris? Berapa gelintir anak yang kemampuannya setingkat / layak dipertandingan matematika sedunia? Apakah ini bukan akibat merokok? Anda fikirlah sendiri?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari itu, marilah kita masukkan anak minimal ke TKIT (Taman Kanak-kanak Islam Terpadu) atau RAIT dan dilanjutkan dengan SDIT, SMPIT dan SMAIT. Banyak lulusan TK Islam Terpadu yang sudah hafidz Juz Amma, atau juz 30 (bukan 30 juz lhooo,,, ^_^) dan diharapkan paling tidak saat SMP Islam Terpadu sudah hafal Qur'an secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insya Allah ini akan meringankan beban kita di akhirat kelak, sebagaimana Hadits Nabi Muhammad SAW yang mengatakan bahwa Orang Tua-Orang Tua dari para Hafidz Qur'an akan diberi Mahkota yang bertahtakan intan permata yang sangat tak ternilai dibanding dunia. SubhanAllah.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;(sumber : KASKUS)&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;</description><link>http://rdini.blogspot.com/2012/07/di-balik-rahasia-yahudi-melahirkan.html</link><author>noreply@blogger.com (Rudiny)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgBL4HKzWThn56qrMW4Hw0Jr6j9ZyUvRDVdK7xc3ZzabOmmAU6hozmimjE7IikbQ0BBmozpClJu7ItsUv5LifG4L7hD_vk0mBFLhPAJ8k89mP2RrDsdedDPEVvMEifMnpcCAXiJ205ZFTEY/s72-c/yahudi+cerdas.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7361901523553097458.post-8167573298836556158</guid><pubDate>Tue, 03 Jul 2012 15:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-08-21T08:31:57.981+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">MAHABBAH</category><title>Cinta dalam Secangkir Kopi Asin</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; font-family: inherit; text-align: center;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjqTcBy6x9LUo6YdQ5DH9JysCFqrv30P9BQDgFTP6hue2h2IHJOwWb53FfHfALsWiSPEakZA6I7mQuHoc8AboUMFselxfkFPsHVpzpfEeakEqXFezupn1oiXSiebOfQFjIhZ_7tgFQjJ2cD/s1600/Couple_Hands_Coffee_thumb%5B3%5D.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjqTcBy6x9LUo6YdQ5DH9JysCFqrv30P9BQDgFTP6hue2h2IHJOwWb53FfHfALsWiSPEakZA6I7mQuHoc8AboUMFselxfkFPsHVpzpfEeakEqXFezupn1oiXSiebOfQFjIhZ_7tgFQjJ2cD/s320/Couple_Hands_Coffee_thumb%5B3%5D.jpg" width="225" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;center&gt;


&lt;script type="text/javascript"&gt;
addthis_pub  = 'rudini05';
&lt;/script&gt;
&lt;script src="http://s7.addthis.com/js/152/addthis_widget.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;

&lt;/center&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Seorang pria bertemu seorang gadis di sebuah pesta, si gadis tampil luar biasa cantik, banyak laki-laki yang mencoba mengejarnya. Si pria sebaliknya, tampil biasa saja dan tidak ada yang begitu memperhatikannya. Tapi, saat pesta usai dia memberanikan diri mengajak si gadis untuk sekedar mencari minuman hangat. Si gadis agak terkejut, tapi karena kesopanan pria itu, akhirnya ia mau diajak pergi. Mereka berdua akhirnya duduk berdua di bar yang telah disediakan dalam pesta tersebut untuk para tamu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Si pria sangat gugup dan tidak berkata apapun, si gadis yang merasakan ketegangan itu kemudian berkata, "Tidakkah lebih baik kita pulang saja?". Tiba-tiba pria itu dapat berkata untuk pertama kalinya sambil melambai pada pelayan "Bisa minta garam untuk kopi saya?". Semua orang yang mendengar memandang aneh kepadanya, jelas wajahnya si pria berubah merah, tapi tetap saja ia memasukkan garam tersebut kedalam kopinya dan dengan tenang ia meminumnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Si gadis dengan penasaran bertanya, "kenapa kamu bisa punya hobi seperti ini?". Si pria menjawab, "ketika saya kecil, saya tinggal di daerah pantai dekat laut, saya suka bermain di laut, saya dapat merasakan air laut yang asin dan sedikit menggigit, sama seperti kopi asin ini. Dan setiap saya meminum kopi asin ini, saya selalu mengingat masa kanak-kanak saya, ingat kampung halaman dan saya sangat rindu kampung halaman saya, saya rindu orang tua saya yang masih tinggal disana." Begitu kalimat terakhir usai mata si pria mulai berkaca-kaca, dan si gadis sangat tersentuh atas ucapan tulus si pria dihadapannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bila seorang pria bisa bercerita bahwa ia rindu kampung halamannya, pasti pria itu mencintai rumahnya, peduli akan rumahnya dan mempunyai tanggu jawab akan rumahnya. Kemudian si gadis mulai bercerita, bercerita juga tentang kampung halamannya yang jauh disana, termasuk masa kecil dan keluarganya. Suasana kaku langsung berubah menjadi perbincangan yang hangat, juga menjadi sebuah awal yang indah bagi cerita mereka berdua.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mereka saling mengenal lebih dekat dan akhirnya menikah, dan setiap kali membuat kopi untuk suaminya ia selalu membubuhkan garam di dalamnya dan bukan gula, karena ia tahu bahwa itu yang disukai suaminnya. Setelah empat puluh tahun berlalu si pria meninggal dunia, dan meninggalkan sebuah surat. Dengan gemetar si istri membaca surat tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
"Sayangku yang tercinta, mohon maafkan aku, maafkan selama hidupku bersamamu adalah dusta belaka. Meski hanya sebuah kebohongan yang aku katakana kepadamu tentang kopi asin. Kamu ingat kan waktu pertama kali kita jalan bersama, aku sangat gugup waktu itu, sebenarnya aku ingin minta gula tapi malah berkata garam. Sulit sekali bagi aku untuk merubahnya, karena pasti kamu tambah merasa tidak nyaman, jadi aku teruskan saja. Aku tidak pernah berfikir bahwa kejadian itu ternyata awal komunikasi kita, awal keakraban kita dan mata cinta kita. Aku mencoba berkata sejujurnya selama ini untuk menjelaskannya kepadamu, tapi aku terlalu takut karena aku telah berjanji untuk tidak berbohong sekalipun. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sekarang aku sekarat, aku tidak takut apa-apa lagi, jadi aku kataka kepadamu yang sejujurnya. Aku tidak suka kopi asin, betul-betul aneh dan rasanya tidak enak. Tapi aku selalu mendapatkan kopi asin seumur hidupku sejak bertemu denganmu, dan aku tidak pernah sekalipun menyesal untuk segala sesuatu yang aku lakukan untukmu. Memilikimu adalah kebahagiaan terbesar dalam seluruh hidupku. Bila aku dapat hidup untuk kedua kalinya, saya tetap ingin bertemu kamu lagi dan memilikimu seumur hidupku, meskipun aku harus meminum kopi asin itu lagi."&lt;/div&gt;
&lt;/blockquote&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Setelah membaca surat itu, air mata si istri membuat surat itu menjadi basah. Kemudian hari, bila ada seorang yang menanyakan kepadanya bagaimana rasanya minum kopi pakai garam. Si istri pasti menjawab rasanya SANGAT MANIS, dengan senyuman dan dua titik air mata dipipinya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="font-family: inherit; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://rdini.blogspot.com/2012/07/cinta-dalam-secangkir-kopi-bergaram.html</link><author>noreply@blogger.com (Rudiny)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjqTcBy6x9LUo6YdQ5DH9JysCFqrv30P9BQDgFTP6hue2h2IHJOwWb53FfHfALsWiSPEakZA6I7mQuHoc8AboUMFselxfkFPsHVpzpfEeakEqXFezupn1oiXSiebOfQFjIhZ_7tgFQjJ2cD/s72-c/Couple_Hands_Coffee_thumb%5B3%5D.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7361901523553097458.post-3062598299957147262</guid><pubDate>Mon, 14 May 2012 13:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-05-14T20:55:52.453+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">MAHABBAH</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">OAZE</category><title>Batu Jalanan</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;center&gt;


&lt;script type="text/javascript"&gt;
addthis_pub  = 'rudini05';
&lt;/script&gt;
&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjS_KyCfUnx0x0tj3t9QvVqlOwqovxxBwRtMa6wEQi8h-0FNG7ZU8rk68ccQ8nB-ptGL946PfBiWWNx5vqo7cANgfmaGOug2VQL38tOoCo691Lu3JJ_fDpe3g3MVSPfrXJn_z_KfpxuAzUX/s1600/1917552_brc022.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="215" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjS_KyCfUnx0x0tj3t9QvVqlOwqovxxBwRtMa6wEQi8h-0FNG7ZU8rk68ccQ8nB-ptGL946PfBiWWNx5vqo7cANgfmaGOug2VQL38tOoCo691Lu3JJ_fDpe3g3MVSPfrXJn_z_KfpxuAzUX/s320/1917552_brc022.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&amp;nbsp; &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Guru, apa yg harus kulakukan supaya aku bisa menemukan cinta sejatiku”,
 tanya seorang pemuda. “Pulanglah lewat jalan dimana kamu datang dan 
punggutlah satu batu yg menurutmu paling indah. Besok bawalah padaku 
batu itu”, jawab sang guru. Walaupun bingung dengan jawaban sang guru 
pemuda ini tetap melaksanakan titah sang guru.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Pemuda ini percaya bahwa sang guru akan memberikan nasehat yang 
bijak. Maka tanpa bertanya apapun pemuda ini melaksanakannya. Setiap 
batu yang bisa ditemukannya di jalan diambilnya. Lalu dia menilai apakah
 batu itu indah atau tidak dengan membandingkan dengan batu lainnya.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Keesokan paginya pemuda ini datang dengan bercucuran keringat sambil
 mengendong sekarung sesuatu di pundaknya. Setelah dibuka dan 
dikeluarkan isinya, ternyata isinya adalah batu. Dan batu-batu itu 
memang terlihat indah dibawah terik matahari pagi itu.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;“Guru, guru memintaku membawa satu batu yang menurutku paling indah,
 tapi aku juga melihat banyak batu-batu lain yang indah, jadi aku 
berpikir alangkah baiknya jika aku bisa memilih lebih dari satu batu. 
Sekarang aku telah melaksanakan perintah guru, jadi apa hubungannya 
dengan pertanyaanku kemarin dengan batu-batu ini?”, tanya pemuda ini 
masih bingung.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Sang guru hanya tersenyum, lalu dilihatnya batu-batu itu. Katanya 
pada pemuda ini, “Sekarang pulanglah, bawa batu-batu ini bersamamu dan 
letakkan kembali dimana kamu menemukan batu-batu ini. Besok pagi 
datanglah padaku”.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Pemuda ini makin bingung dengan permintaan sang guru. Dia sudah 
bersusah payah menemukan batu indah yang diminta sang guru, lebih dari 
satu lagi sekarang malah disuruh untuk mengembalikan kembali kejalanan? 
pada tempatnya lagi dimana ia temukan?.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Walaupun dengan perasaan kecewa dan berat, pemuda ini tetap 
melaksanakan perintah sang guru. Diambilnya semua batu-batu itu dan 
dimasukan kembali dalam karung yang dibawanya. Lalu pemuda ini pun 
pulang dengan beban di pundaknya. Sekali lagi.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Keesokan paginya pemuda itu datang dengan tangan kosong. Wajahnya 
terlihat agak cemberut. Mungkin pemuda ini kecapekan karena seharian 
mengendong karung berat berisi batu-batu kemarin. Ketika pemuda ini 
bertemu gurunya tanpa basa-basi ia langsung bertanya, “Sekarang apa yg 
harus kulakukan? Mohon guru memberikan jawaban pada murid dan murid 
mohon jawaban itu harus memuaskan”, tanya si pemuda dengan nada yang 
sedikit tinggi.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Sang guru tersenyum melihat muridnya yang tidak sabaran, atau lebih 
tepat sudah kehilangan kesabarannya. Katanya pada pemuda ini, “Punggut 
kembali satu batu yang kamu buang itu”.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Kali ini sang pemuda murka. Mukanya memerah padam. Tetapi sebelum 
kemarahan itu dimuntahkannya, sang guru lalu berkata. “Muridku, beberapa
 hari yang lalu kamu bertanya padaku bagaimana menemukan cinta sejatimu 
bukan?”, tanya sang guru. 
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;”Iya guru, dan ternyata guru mempermainkanku. Jika guru tidak tahu 
mengapa murid yang harus jadi korban”, jawab sang murid masih marah. 
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;”Hohoho…, tahukah pelajaran apa yang kuberikan padamu selama tiga hari ini?, tanya sang guru tersenyum penuh arti. 
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;”Bagaimana murid bisa tahu? yang guru minta hanya memunggut batu dan
 meletakannya kembali. Apa yang bisa kupelajari dari memunggut batu?”, 
tanya murid kebingungan dengan kemarahan semakin memuncak. 
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Sang guru menghela napas panjang. Dilihat mata muridnya dalam-dalam.
 Katanya, “Muridku, seandainya batu itu adalah seorang manusia, seorang 
wanita, sebuah batu yang kamu sebut cinta setia, kamu sebenarnya telah 
menemukannya, tapi karena MATAMU YANG SILAU akan hal-hal yang indah, 
kamu MENUTUP MATAMU yang KEDUA sehingga ada satu yang benar-benar batu 
setiamu kamu tutupi dengan batu-batu lainnya dan itulah kesalahan 
PERTAMAMU”.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;“Kesalahan KEDUAmu adalah, kamu terlalu MEMPERCAYAI APA YANG 
DIDENGAR TELINGAMU. Saat aku memintamu mengembalikan semua batu- batu 
itu, kamu malah melakukannya dengan sempurna. Tapi saat aku kembali 
memintamu mencari kembali satu batu lagi kamu malah menjadi 
marah-marah”. 
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Sembari menghela nafas sang guru melanjutkan “Itulah mengapa sampai 
hari ini kamu TIDAK MENEMUKAN CINTA SEJATIMU, kamu dibutakan oleh MATAMU
 dan kamu DITULIKAN oleh telingamu. Kamu terlalu PERCAYA pada mereka 
yang kamu anggap “BIJAK”, lalu kamu mendengarkan perkataan mereka. Saat 
kamu telah melakukan semua nasehat yang kamu anggap “Bijak” tadi dan 
tidak berhasil, kamu menyalahkan mereka. Padahal, kamu sendirilah yang 
memilih mendengar daripada mereka”. “Ingatlah, cinta sejatimu itu 
bagaikan batu indah yang kuminta padamu untuk memunggutnya. Jika kamu 
telah menemukannya, genggamlah erat-erat. Jangan lagi MEMBANDINGKAN 
dengan batu-batu indah lain di jalan. Jangan lagi MENCARI di sepanjang 
perjalanan pulang. Karena semakin kamu mencari, semakin kamu berjalan 
terlalu jauh dari batu yang telah kamu pilih”.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;“Tidak ada yang salah jika kamu ingin mendapatkan batu yang lebih 
indah, tapi yang indah saja tidak cukup. Dia harus enak digenggam. Dia 
harus memberi kita kenangan. Percuma kamu menemukan batu yang paling 
indah tapi ketika digenggam semakin lama semakin membuat tanganmu 
terluka sehingga mau tidak mau kamu harus membuangnya”.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;“Nah muridku. Guru ingin bertanya satu kali lagi padamu. Maukah kamu
 membawakan satu batu yang paling indah menurutmu kepadaku?”, tanya sang
 guru dengan senyumannya yang bijaksana.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Sang pemuda tersenyum lebar. Wajahnya ceria. Murkanya sirna. Dengan 
senyuman tetap merias di wajahnya pemuda ini berkata pada gurunya.“Tentu
 saja guru, dan kali aku pastikan HANYA SATU BATU dan tentunya yang 
PALING INDAH BAGIKU“.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;img alt="" border="0" height="16" src="http://s9.addthis.com/button0-bm.gif" width="83" /&gt;&lt;script src="http://s7.addthis.com/js/152/addthis_widget.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;

&lt;/center&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;</description><link>http://rdini.blogspot.com/2012/05/batu-jalanan.html</link><author>noreply@blogger.com (Rudiny)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjS_KyCfUnx0x0tj3t9QvVqlOwqovxxBwRtMa6wEQi8h-0FNG7ZU8rk68ccQ8nB-ptGL946PfBiWWNx5vqo7cANgfmaGOug2VQL38tOoCo691Lu3JJ_fDpe3g3MVSPfrXJn_z_KfpxuAzUX/s72-c/1917552_brc022.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7361901523553097458.post-1412544699797765866</guid><pubDate>Thu, 03 May 2012 13:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-05-14T21:05:08.691+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">OAZE</category><title>Belajar Hidup dari Sepotong Kue</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;


&lt;script type="text/javascript"&gt;
addthis_pub  = 'rudini05';
&lt;/script&gt;
&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7dImKpNPBzKuJf-_AM22wSHO264ETlnQA5LZ8FVsVa4GnG_SO-hFZO1BQKTGvFS95WjpJ5fTyZ8TrLWifRL1Nbz1-MYg6B3Ay5CY9JHSxkE7VV1jV_wGo1S1TWY16S1xRbHdM9gyTgCjk/s1600/love-cookie-red-background.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="210" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7dImKpNPBzKuJf-_AM22wSHO264ETlnQA5LZ8FVsVa4GnG_SO-hFZO1BQKTGvFS95WjpJ5fTyZ8TrLWifRL1Nbz1-MYg6B3Ay5CY9JHSxkE7VV1jV_wGo1S1TWY16S1xRbHdM9gyTgCjk/s320/love-cookie-red-background.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&amp;nbsp; &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Seorang anak memberitahu kepada ibunya bahwa segala sesuatu tidak 
berjalan lancar seperti yang ia harapkan. Ia dapat nilai jelek pada saat
 ujian, hubungan yang kandas dengan calon pasangannya, dan beragam 
masalah yang dikeluhkannya.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Saat itu ibunya sedang membuat kue dan menawarkan apakah anaknya 
ingin mencicipi? Dengan senang hati anaknya berkata, "Tentu saja ibu, 
aku sangat menyukai kue buatan mu." 
&lt;br /&gt;Kemudian ibunya menawarkan lagi, "Coba lah cicipi mentega ini.."
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Si anak berkata, "Ini enggak enak kan bu..?" 
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;"Kamu mau coba telur mentah ini tidak?" kata ibunya lagi.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Si anak menjawab, "Hmmm, ibu bercanda deh!" 
&lt;br /&gt;"Mau coba tepung terigu, sama baking sodanya nda?"
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;"Ibuuuu, sudah ah... jangan bercanda lagi!" tukas si anak dengan bibir kecut manja.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Si ibu tersenyum dan berkata, "Iya, memang semua ini kelihatannya 
tidak enak jika dilihat dan dirasakan satu persatu. Tapi, jika di campur
 menjadi satu melalui proses yang benar, maka benda-benda yang tak enak 
ini akan menjadi satu komposisi yang nantinya menjadikan kue yang enak 
sekali..."
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Ibunya lalu melanjutkan "Ternyata Allah pun bekerja dengan cara yang
 sama. seringkali kita bertanya pada-Nya, 'kenapa Dia membiarkan kita 
melalui masa sulit dan tidak mengenakkan?' Karena Allah Maha Tahu jika 
Dia membiarkan semuanya terjadi satu persatu sesuai rancangan-Nya, maka 
segalanya akan menjadi sempurna tepat pada waktunya."
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;"Kita hanya perlu percaya bahwa proses ini di perlukan untuk menyempurnakan kebahagiaan kita...  Paham nanda?"
&lt;/div&gt;
&amp;nbsp;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;img alt="" border="0" height="16" src="http://s9.addthis.com/button0-bm.gif" width="83" /&gt;&lt;script src="http://s7.addthis.com/js/152/addthis_widget.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;

&lt;/center&gt;</description><link>http://rdini.blogspot.com/2012/05/belajar-hidup-dari-sepotong-kue.html</link><author>noreply@blogger.com (Rudiny)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7dImKpNPBzKuJf-_AM22wSHO264ETlnQA5LZ8FVsVa4GnG_SO-hFZO1BQKTGvFS95WjpJ5fTyZ8TrLWifRL1Nbz1-MYg6B3Ay5CY9JHSxkE7VV1jV_wGo1S1TWY16S1xRbHdM9gyTgCjk/s72-c/love-cookie-red-background.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7361901523553097458.post-6191753985286930641</guid><pubDate>Mon, 30 Apr 2012 13:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-05-14T20:49:16.328+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">OAZE</category><title>Kisah Sebuah Kapak</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;


&lt;script type="text/javascript"&gt;
addthis_pub  = 'rudini05';
&lt;/script&gt;
&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1Y9SmZyPOreOeKRQLHtUqUSgV1qgq3s0M5MykrWoLVg8sGUv3WmA1ZVM8Zirx4Sp8ahJhwnqy02DcCNt9KDRvJKGG22eN0ghstDafgKB-JiT1GmK1Oti5eZNA-CWJsUQYsPcMuioHJjaC/s1600/kapakkayu.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1Y9SmZyPOreOeKRQLHtUqUSgV1qgq3s0M5MykrWoLVg8sGUv3WmA1ZVM8Zirx4Sp8ahJhwnqy02DcCNt9KDRvJKGG22eN0ghstDafgKB-JiT1GmK1Oti5eZNA-CWJsUQYsPcMuioHJjaC/s1600/kapakkayu.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dikisahkan seorang saudagar kaya raya menulis sebuah wasiat “Barang 
siapa yang dapat menjaganya di dalam kubur setelah beliau mati nanti 
akan diwariskan padanya separuh dari harta warisannya.” Lalu ditanya 
pada anak-anaknya apakah mereka sanggup menjaganya di dalam kubur?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Lantas anak-anaknya menjawab, “Mana mungkin kami sanggup menemani ayah yang sudah wafat.”&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Selang
 keesokan harinya dikumpulkan semua saudara kandungnya dan beliau 
berkata “Wahai adik-adikku sekalian adakah dari kalian yang sanggup 
menjagaku setelah aku mati nanti di dalam kubur selama 40 hari, yang di 
dalamnya akan kuhias indah seperti kamar yang mewah. Dan aku juga akan 
memberi setengah daripada hartaku pada siapa di antara kalian yang 
sanggup bersamaku.”&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Adik-adiknya pun menjawab “wahai 
kakakku, apakah engkau sudah gila? Mana mungkin manusia sanggup bersama 
mayat selama itu di atas bumi, apalagi di dalam tanah.”&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Lalu
 dengan sedih saudagar kaya raya itu membawa diri ke kamarnya. Beliau 
masih keras dengan hajatnya yang ingin minta ditemani di dalam kubur 
nanti apabila beliau sudah mati. Maka diumumkanlah berita ini pada 
masyarakat luas mengenai wasiat ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Akhirnya sampailah 
hari di mana sang saudagar tersebut kembali ke rahmatullah. Kuburnya 
digali dan dihias indah seperti kamar mewah di dalam tanah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada
 waktu yang sama seorang tukang kayu yang sangat miskin, yang dalam 
hidupnya hanya mempunyai harta sebuah kapak untuk ia gunakan bekerja 
sehari-hari. Ia telah mendengar akan wasiat tersebut kemudian 
diberitahukannya kepada isterinya apakah dia perlu mengambil kesempatan 
ini untuk menjadi kaya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Isterinya berkata “Wahai suamiku 
apalah arti menjaga mayat tersebut selama 40 hari dibandingkan kerja 
kerasmu di dalam hutan bertemu binatang buas ketika menebang kayu. Lagi 
pula makanan pun sudah disediakan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tukang kayu tersebut 
dengan tergesa-gesa menuju ke rumah saudagar untuk menyampaikan niatnya.
 Keesokan harinya dikebumikanlah jenazah saudagar kaya, walaupun 
mendapat tentangan dari orang-orang yang tahu akan agama. Si tukang kayu
 pun ikut turun ke dalam liang lahat bersama dengan kapaknya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Setelah
 tujuh langkah para hadirin meninggalkan tanah perkuburan maka datanglah
 Mungkar dan Nakir di dalam kubur mendekati mayit tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Si
 tukang kayu yang sedikit tahu masalah agama menyadari akan siapa yang&amp;nbsp; 
mendekat, dengan perasaan takut yang sangat ia menjauhkan diri dari 
mayat sang saudagar kaya. Dalam pikirannya sang saudagar akan ditanyai 
oleh dua makhluk Allah tersebut sesuai dengan tugasnya menanyai setiap 
perkara tentang si mayit.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Akan tetapi malah sebaliknya, 
Mungkar dan Nakir malah mendatangi si tukang kayu, dan menanyai dengan 
suaranya yang menggelegar seperti petir. Maka bergetarlah tubuh si 
tukang kayu dengan bersengatan rasa takut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Apa yang kau perbuat di sini?”&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Aku
 menjaga mayat tersebut selama 40 hari untuk nanti mendapatkan setengah 
dari harta warisannya,” si tukang kayu menjawab dengan sangat takutnya 
hingga tubuhnya bergetar.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Ápa harta yang kau miliki sekarang?”&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Aku cuma punya sebatang kapak ini saja wahai makhluk ciptaan Allah untukku bekerja mencari rezeki sehari-hari.”&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Darimana kau dapat kapak ini?”&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“”Aku membelinya”&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Dari harta apa kau belikan kapak ini?”&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Dari uang yang halal hasil kerjaku sendiri”&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Lalu hilanglah Mungkar dan Nakir di hari pertama dalam kubur tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Di hari kedua dua makhluk Allah ini kembali datang dan lagi menanyai si Tukang kayu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Apa yang kau perbuat dengan kapak ini?”&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Aku menebang pohon untuk dijadikan kayu bakar untuk dijual”&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hari ketiga ditanya lagi masalah kapak tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Pohon siapa yang kau tebang dengan kapak ini?”&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Pohon di hutan tak ada yang memiliki.”&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Apakah kau yakin?”&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Lalu hilang lagi Mungkar dan Nakir dan datang lagi di hari ke empat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Apakah kayu bakar yang kau potong dan kau jual itu sama ukuran dan beratnya?”&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Aku potong sembarang dan kecil-kecil, mana tahu ukuran besar dan beratnya”&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Lalu
 hilang lagi keduanya, dan datang lagi di esok harinya. Terus menerus 
selama 39 hari dan pertanyaannya pun tetap berkenaan dengan sebilah 
kapak harta yang ia punya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Di hari yang ke 40, datanglah Mungkar dan Nakir sekali lagi bertemu dengan si tukang kayu. Dan keduanya berkata.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Hari
 ini hari terakhir aku akan bertanya masalah kapak ini. Namun belum 
sempat Mungkar dan Nakir menanyai, si tukang kapak buru-buru kabur 
melarikan diri ke atas membuka pintu kubur. Lalu di atas sudah banyak 
orang-orang yang telah menantinya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Si tukang kayu tersebut
 dengan tergesa-gesa keluar dan meninggalkan orang-orang yang telah 
menantinya, sambil berkata “Aku tak ingin semua harta wasiat itu dan 
ambillah kapakku ini aku tak menginginkannya lagi,” sambil berlari, maka
 bingunglah orang banyak melihat muka pucat si tukang kayu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sesampai
 di rumahnya lalu si isteri berkata “Wahai suamiku, mana setengah harta 
warisan yang telah dijanjikan sang saudagar itu?”&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Maka 
menjawablah si tukang kayu “Aku tak mengambilnya wahai isteriku. Kamu 
tahu bukan harta yang kumiliki seumur hidupku hanya sebilah kapak. 
Tahukah dalam kubur? Selama 40 hari yang ditanyai oleh Mungkar dan Nakir
 hanya perkara kapak itu. Bagaimana seandainya harta kita begitu banyak?
 Bagaimana caraku menjawabnya satu persatu….”&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
*** Nabi 
Sulaiman a.s. adalah Nabi yang paling kaya di antara seluruh Nabi dan 
Rasul. Dikatakan beliau adalah Nabi yang paling akhir masuk surga karena
 lamanya waktu yang digunakan untuk menghisab beliau, padahal seluruh 
harta beliau adalah pasti dari yang halal dan digunakan untuk yang 
halal. Maka cobalah kita hitung berapa banyak harta benda yang kita 
punya di rumah, dan apa yang kita gunakan pada harta tersebut? Masya 
Allah… membayangkannya pun sudah sangat takutnya, semoga cerita ini 
menjadi i’tibar bagi kita semua. Amin Allahumma amin.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.addthis.com/bookmark.php"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="16" src="http://s9.addthis.com/button0-bm.gif" width="83" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;script src="http://s7.addthis.com/js/152/addthis_widget.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;

&lt;/center&gt;</description><link>http://rdini.blogspot.com/2012/04/kisah-sebuah-kapak.html</link><author>noreply@blogger.com (Rudiny)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1Y9SmZyPOreOeKRQLHtUqUSgV1qgq3s0M5MykrWoLVg8sGUv3WmA1ZVM8Zirx4Sp8ahJhwnqy02DcCNt9KDRvJKGG22eN0ghstDafgKB-JiT1GmK1Oti5eZNA-CWJsUQYsPcMuioHJjaC/s72-c/kapakkayu.jpg" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7361901523553097458.post-6391695788041882734</guid><pubDate>Wed, 14 Dec 2011 02:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-27T09:10:22.681+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">MAHABBAH</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">OAZE</category><title>Pasanganku</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;


&lt;script type="text/javascript"&gt;
addthis_pub  = 'rudini05';
&lt;/script&gt;
&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-lfi-Bjq8mno6p7fBMFPassatZUvT1MT8haLVRD32786lty1i6E0-1k8E3-ZZQJNmreRBNjIdrQmb88W_gAG-o5ihx0xH5H2R8Co7JtYxhjLal3-QkiJNryzK_F1x-zE1Xo60n_2imFXk/s1600/400_F_33915348_tY26AFsFK80nJCfBHySbBavauKivxoog.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-lfi-Bjq8mno6p7fBMFPassatZUvT1MT8haLVRD32786lty1i6E0-1k8E3-ZZQJNmreRBNjIdrQmb88W_gAG-o5ihx0xH5H2R8Co7JtYxhjLal3-QkiJNryzK_F1x-zE1Xo60n_2imFXk/s320/400_F_33915348_tY26AFsFK80nJCfBHySbBavauKivxoog.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Seorang pria yang buta sedang berjalan di tepi danau, ia ditemani seorang wanita yaitu kekasihnya. Sambil dituntun kemudian sang pria meretas sebuah tanya pada sang wanita &lt;i&gt;"Apakah kita sudah sampai?"&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Sudah sampai sayangku"&lt;/i&gt; kekasihnya menjawab dengan penuh pengertian.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
Tak lama kemudian pria tersebut bertanya kembali &lt;i&gt;"Apakah banyak ikan yg terlihat olehmu?"&lt;/i&gt; wanita tersebut pun menjawab namun sedikit mulai gelisah &lt;i&gt;"Ya... lumayan banyak siih."&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan perasaan gembira kemudian pria tersebut kembali bertanya &lt;i&gt;"Sayang, apakah ada orang yang terlihat memancing di danau ini? Aku ingin sekali berbincang dengan pemancing tersebut."&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan nada kesal kekasihnya menjawab &lt;i&gt;"Ya ada kok, apakah yang aku lihat semuanya harus dilaporkan kepada dirimu?"&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
Mendengar jawaban sang kekasih air mata sang pria pun menetes perlahan &lt;i&gt;"Apakah kau merasa aku tidak bersedih dengan keadaanku? Kau kembali menunjukkan kelemahanku. Tahukah, aku pun kecewa akan keadaanku, bukankah dulu sebelum aku berpasangan denganmu, aku telah menerima dengan tulus kebutaanmu. Dan akhirnya aku pun ikhlas memberikan mataku untukmu." &lt;/i&gt;Kata pria seraya tersenyum &lt;i&gt;"Agar kau dapat melihat keindahan yang selama ini aku lihat. Agar kau bahagia dengan keindahan yang ada di dunia ini, yang selama ini tak pernah terlihat olehmu."&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
Sang Kekasih pun terdiam dan segera memeluk pria tersebut sambil menangis haru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
***&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Pernahkah anda memikirkan perasaan pasangan Anda?&lt;br /&gt;
Padahal jika dirasa, apa yang telah dia berikan sudah melebihi batas pemikiran kita.&lt;br /&gt;
Waktu dia menerimamu, berarti dia telah menerimamu apa adanya, baik itu kekuranganmu maupun kelebihanmu.&lt;br /&gt;
Lalu, apakah sekarang Anda Marah dengan dia?&lt;br /&gt;
Apakah Anda pantas bersikap cuek dengan dirinya?&lt;br /&gt;
Apakah Anda pernah belajar untuk memikirkan apa yang dia pikirkan? TIDAK PERNAH bukan? :)&lt;br /&gt;
Sebenarnya apa yang ada dipikirkan pasanganmu?&lt;br /&gt;
Yang ada dipikiran pasanganmu adalah "Sebuah Rasa Takut" takut tak melihat senyum, ketawa dan bahagia Anda, dari cinta yang telah Anda berikan kepadanya. Semua itu karena dia sayang dan peduli terhadap diri Anda. Sayangilah pasangan Anda sekarang juga. Sebelum rasa sayang itu terlambat, dan menjauh karena kesalahan sikap yang kita tunjukkan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;&amp;nbsp;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;img alt="" border="0" height="16" src="http://s9.addthis.com/button0-bm.gif" width="83" /&gt;&lt;script src="http://s7.addthis.com/js/152/addthis_widget.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;

&lt;/center&gt;</description><link>http://rdini.blogspot.com/2011/12/pasanganku.html</link><author>noreply@blogger.com (Rudiny)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-lfi-Bjq8mno6p7fBMFPassatZUvT1MT8haLVRD32786lty1i6E0-1k8E3-ZZQJNmreRBNjIdrQmb88W_gAG-o5ihx0xH5H2R8Co7JtYxhjLal3-QkiJNryzK_F1x-zE1Xo60n_2imFXk/s72-c/400_F_33915348_tY26AFsFK80nJCfBHySbBavauKivxoog.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7361901523553097458.post-8708667318260412767</guid><pubDate>Thu, 24 Nov 2011 16:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-12T00:14:00.288+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">MAHABBAH</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">SOSOK</category><title>Mencintai Tanpa Syarat</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;


&lt;script type="text/javascript"&gt;
addthis_pub  = 'rudini05';
&lt;/script&gt;
&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;a href="http://www.addthis.com/bookmark.php"&gt;&lt;span class="photo_left"&gt;&lt;span class="caption"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEie4eyXKEx2SxuT3OGMl_h24S_gNAJtcN1j0vVeOAF2lBj8SiaUMxrQZ7CtSoj8_TkLPYTKDkjlMJWSQKEKomUnqWbmQDryNpmT6OVVtgtqTFgHC1yn3FhK-DJgluIoZv-RXOOLesC3HERS/s1600/eko-pratomo.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="217" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEie4eyXKEx2SxuT3OGMl_h24S_gNAJtcN1j0vVeOAF2lBj8SiaUMxrQZ7CtSoj8_TkLPYTKDkjlMJWSQKEKomUnqWbmQDryNpmT6OVVtgtqTFgHC1yn3FhK-DJgluIoZv-RXOOLesC3HERS/s320/eko-pratomo.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Eko
 Pratomo Suyatno, siapa yang tidak kenal lelaki bersahaja ini? Namanya 
sering muncul di koran, televisi, di buku-buku investasi dan keuangan. 
Dialah salah seorang dibalik kemajuan industri reksadana di Indonesia 
dan juga seorang pemimpin dari sebuah perusahaan investasi reksadana 
besar di negeri ini.  Dalam posisinya seperti sekarang ini, boleh jadi 
kita beranggapan bahwa pria ini pasti super sibuk dengan segudang jadwal
 padat. Tapi dalam note ini saya tidak akan menyoroti kesuksesan beliau 
sebagai eksekutif. Namun ada sisi kesehariannya yang luar biasa!!!!  
Usianya sudah tidak muda lagi, 60 tahun. Orang bilang sudah senja bahkan
 sudah mendekati malam, tapi Pak Suyatno masih bersemangat merawat 
istrinya yang sedang sakit. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. 
Dikaruniai 4 orang anak.  Dari isinilah awal cobaan itu menerpa, saat 
istrinya melahirkan anak yang ke empat. tiba-tiba kakinya lumpuh dan 
tidak bisa digerakkan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hal itu terjadi selama 2 tahun, 
menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa 
tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.  Setiap 
hari sebelum berangkat kerja Pak Suyatno sendirian memandikan, 
membersihkan kotoran, menyuapi dan mengangkat istrinya ke tempat tidur. 
Dia letakkan istrinya di depan TV agar istrinya tidak merasa kesepian. 
Walau istrinya sudah tidak dapat bicara tapi selalu terlihat senyum. 
Untunglah tempat berkantor Pak Suyatno tidak terlalu jauh dari 
kediamannya, sehingga siang hari dapat pulang untuk menyuapi istrinya 
makan siang.  Sorenya adalah jadwal memandikan istrinya, mengganti 
pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil 
menceritakan apa saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya 
bisa menanggapi lewat tatapan matanya, namun begitu bagi Pak Suyatno 
sudah cukup menyenangkan. Bahkan terkadang diselingi dengan menggoda 
istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno 
lebih kurang 25 tahun. Dengan penuh kesabaran dia merawat istrinya 
bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka. Sekarang anak- anak 
mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yg masih kuliah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada
 suatu hari saat seluruh anaknya berkumpul di rumah menjenguk ibunya (karena setelah anak-anak mereka menikah dan tinggal bersama keluarga 
masing-masing) Pak Suyatno memutuskan dirinyalah yang merawat ibu 
mereka karena yang dia inginkan hanya satu &lt;b&gt;'agar semua anaknya dapat 
berhasil'.  &lt;/b&gt;Dengan kalimat yang cukup hati-hati, anak yang sulung 
berkata  &lt;i&gt;“Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil 
melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir
 bapak, bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu." &lt;/i&gt;Sambil air mata si
 sulung berlinang  &lt;i&gt;"Sudah keempat kalinya kami mengijinkan bapak 
menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak 
menikmati masa tua bapak, dengan berkorban seperti ini, kami sudah tidak
 tega melihat bapak, kami janji akan merawat ibu sebaik-baik secara 
bergantian” &lt;/i&gt;si Sulung melanjutkan permohonannya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;”Anak-anakku jikalau pernikahan dan hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin 
bapak akan menikah lagi, tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian di 
sampingku itu sudah lebih dari cukup,dia telah melahirkan 
kalian &lt;/i&gt;*sejenak kerongkongannya tersekat* &lt;i&gt;kalian yang selalu 
kurindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta yang tidak satupun 
dapat dihargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia 
menginginkan keadaanya seperti ini? Kalian menginginkan bapak bahagia,
 apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya 
seperti sekarang, kalian menginginkan bapak yang masih diberi Tuhan 
kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yang masih 
sakit" &lt;/i&gt;Pak Suyatno menjawab hal yang sama sekali tidak diduga 
anak-anaknya. Sejenak meledaklah tangis anak-anak Pak Suyatno, merekapun 
melihat butiran-butiran kecil jatuh di pelupuk mata Ibu Suyatno, dengan 
pilu ditatapnya mata suami yang sangat dicintainya itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sampailah
 akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk 
menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Pak 
Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah 
tidak bisa apa-apa disaat itulah meledak tangisnya dengan tamu yang 
hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru.
  Disitulah Pak Suyatno bercerita : &lt;i&gt;“Jika manusia di dunia ini 
mengagungkan sebuah cinta dalam pernikahannya, tetapi tidak mau memberi
 waktu, tenaga, pikiran, perhatian itu adalah kesia-siaan. Saya memilih 
istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun 
dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya 
bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 anak yang lucu-lucu. Sekarang 
saat dia sakit karena berkorban untuk cinta kami bersama dan itu 
merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk 
mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya 
apalagi dia sakit...” &lt;/i&gt;Sambil menangis.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;"Setiap malam saya 
bersujud dan menangis dan saya hanya dapat bercerita kepada Allah di 
atas sajadah..dan saya yakin hanya kepada Allah saya percaya untuk 
menyimpan dan mendengar rahasia saya BAHWA CINTA SAYA KEPADA ISTRI, 
SAYA SERAHKAN SEPENUHNYA KEPADA ALLAH".&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;*Apakah cinta kita sebesar ini terhadap pasangan kita?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;*Mengapa janji-janji manis, rayuan hangat yang dulu diutarakan untuk mendapatkan hatinya, sekarang hanya memuai begitu saja? &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;*Bagaimana sikap terkasih kita apabila pasangan yang dulu kita pandang sangat sempurna, namun sekarang sudah memudar diusianya?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;*&lt;/b&gt;&lt;b&gt;Ukurlah besar cinta Anda terhadap pasangan Anda sekarang juga. Apakah semakin bertambah atau berkurang?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;*&lt;/b&gt;&lt;b&gt;Cintailah ia dengan sungguh-sungguh, sebagaimana dulunya ia menerima Anda dengan apa adanya :)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;a href="http://www.addthis.com/bookmark.php"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="16" src="http://s9.addthis.com/button0-bm.gif" width="83" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;script src="http://s7.addthis.com/js/152/addthis_widget.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;

&lt;/center&gt;</description><link>http://rdini.blogspot.com/2011/11/mencintai-tanpa-syarat.html</link><author>noreply@blogger.com (Rudiny)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEie4eyXKEx2SxuT3OGMl_h24S_gNAJtcN1j0vVeOAF2lBj8SiaUMxrQZ7CtSoj8_TkLPYTKDkjlMJWSQKEKomUnqWbmQDryNpmT6OVVtgtqTFgHC1yn3FhK-DJgluIoZv-RXOOLesC3HERS/s72-c/eko-pratomo.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7361901523553097458.post-5524899665198707352</guid><pubDate>Sat, 19 Nov 2011 09:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-11-19T17:16:53.473+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">INDONESIA</category><title>Indonesia Negara Penuh Potensi, Bangkit !!!</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCOXDb36HdWlFF4SMqn2HN1HQV6qUjS58461UhA8f3f0HMlVAXG56cfaXNDIZJRQrKy4lT1-7i7Ry3gHIGMCsgahMw5ldZk3p7jOALi3fpo2GSSDFQSpyLzmHcrifD-U_XfJhMXz7K9YoL/s1600/Untitled-16666666666666.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCOXDb36HdWlFF4SMqn2HN1HQV6qUjS58461UhA8f3f0HMlVAXG56cfaXNDIZJRQrKy4lT1-7i7Ry3gHIGMCsgahMw5ldZk3p7jOALi3fpo2GSSDFQSpyLzmHcrifD-U_XfJhMXz7K9YoL/s320/Untitled-16666666666666.jpg" width="189" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Apa yang terpikir ketika Anda mendengar kata "Indonesia" ? Berikut percakapan antara si 'A' dan si 'B' semoga kembali menggairahkan kebanggaan Anda terhadap negeri ini, jatidiri bangsa Indonesia... mari kita pertahankan dan wujudkan kembali :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;(A) Aku seorang Indonesia&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;(B) Bangsa Asing (yang ingin mengetahui Indonesia)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;&lt;ul&gt;
&lt;li style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Negara yang kaya&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;B&lt;/b&gt; : Apa yang menarik dari Negara Indonesia ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;A&lt;/b&gt; :&amp;nbsp;&lt;em&gt;Sesuatu yang membuat para penjajah bertahan 350 tahun, di&lt;em&gt;mana setiap harinya teman mereka tertusuk sebatang bambu di perutnya.&lt;/em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: left;"&gt;
&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Semangat persatuan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;B&lt;/b&gt; : Bagaimana aku bisa membayangkan perjuangan pahlawan Indonesia?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;A&lt;/b&gt; :&lt;em&gt;&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;Bayangkan jutaan rayap kecil di rumah yang kokoh, saat kau mengusirnya,&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;
&lt;em&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;keesokan harinya akan muncul yang lebih banyak, dan saat kau mebiarkanya,&amp;nbsp;&lt;em&gt;saat itu kau kehilangan salah satu rumahmu.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kepahlawanan yang berani&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;B&lt;/b&gt; : Benarkah para pahlawan Indonesia adalah pemberani ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;A&lt;/b&gt; :&amp;nbsp;&lt;em&gt;Bisakah kau berlari menghidari peluru yang ditembakan dari senapan?&amp;nbsp;&lt;em&gt;Jika kau tak bisa, maukah kau berlari ke arah senapan dengan menggemgam sebatang pedang?&lt;/em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Negara yang merdeka&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;B&lt;/b&gt; : Apakah kemerdekaan Indonesia sangat berarti bagi kalian ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;A&lt;/b&gt; :&amp;nbsp;&lt;em&gt;Saat pejuang tersenyum dalam kematianya, mereka berpesan: "kematianku adalah kemerdekaan anak istriku suatu saat nanti",&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;adakah yang lebih berarti dari itu ?&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Bangsa yang ramah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;B&lt;/b&gt; : Bagaimana aku berkomunikasi dengan seorang Indonesia dimana aku belum pernah mengenalnya?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;A&lt;/b&gt; :&amp;nbsp;&lt;em&gt;saat kau menatap wajah mereka dan menundukan kepalamu, saat itu juga mereka adalah teman mu.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Keanekaragaman makhluk hidup&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;B&lt;/b&gt; : jelaskan tentang makhluk hidup yang ada di Indonesia?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;A&lt;/b&gt; :&amp;nbsp;&lt;em&gt;Bayangkan 10% tumbuhan, 12% mamalia, 16% reptil, 17%burung, 25% ikan yang ada di dunia hidup dan berada di Indonesia, padahal luas Indonesia hanya 1,3 % dari luas Dunia.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Bangsa yang bermoral&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;B&lt;/b&gt; : Akan kah kalian Indonesia ingin menjadi negara terkaya di Dunia?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;A&lt;/b&gt; :&amp;nbsp;&lt;em&gt;Jika kami menjual 1700 pulau yang ada disini, dimana di setiap pulaunya sangat mungkin kau menemukan tambang berharga,&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&amp;nbsp;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;mungkin kami bisa memakai jahitan permata di tubuh kami, namun tubuh kami semua ini tidak akan sebanding dengan 1 pulau penuh kenangan,&amp;nbsp;&lt;em&gt;Jadi untuk apa penutup yang lebih berharga dengan apa yang di tutupinya.&lt;/em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Populasi yang besar&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;B&lt;/b&gt; : Seberapa banyak penduduk yang ada di Indonesia?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;A&lt;/b&gt; :&amp;nbsp;&lt;em&gt;Saat kau berbuat kasar kepada kami, saat itu kau bersiap mengahdapi 3.4% dari seluruh penduduk dunia.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Rela berkorban&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;B&lt;/b&gt; : Apa yang kalian lakukan kepada orang yang lebih tua?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;A&lt;/b&gt; :&amp;nbsp;&lt;em&gt;Sewaktu aku duduk dalam bus yang penuh, Seorang Ibu Tua datang,dan akupun memberikan tempat duduku kepadanya,&amp;nbsp;&lt;em&gt;aku berusaha mengalah, Dia tersenyum lalu membiarkan kedua anaknya duduk dan dia berdiri disampingku.&lt;/em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Gotong royong&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;B&lt;/b&gt; : Apakah kerjasama diantara kalian terjaga dengan erat ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;A&lt;/b&gt; :&amp;nbsp;&lt;em&gt;Bangunlah sebuah rumah di desa-desa kami, maka calon tetanggamu akan bertanya : "Ada yang bisa kami bantu ?" dengan senyumnya yang polos&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Tenggang rasa&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;B&lt;/b&gt; : Apa arti tenggang rasa diantara kalian ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;A&lt;/b&gt; :&amp;nbsp;&lt;em&gt;Saat kau tiba-tiba mati disini sebagai orang yang tak dikenal, Aku pastikan Kamu akan mendapatkan pemakaman yang layak.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Bahasa Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;B&lt;/b&gt; : Apa arti Bahasa Indonesia di mata kalian?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;A&lt;/b&gt; :&amp;nbsp;&lt;em&gt;Bahasa yang akan berusaha menyatukan minimal 200 juta jiwa manusia.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kaya akan etnis&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;B&lt;/b&gt; : Aku ingin mengetahui tentang seluruh etnis di Indonesia?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;A&lt;/b&gt; :&amp;nbsp;&lt;em&gt;Kau sedikitnya harus mengenal 300 etnis di Indonesia, dan butuh seumur hidupmu untuk memahaminya.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Bangsa yang beragama&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;B&lt;/b&gt; : Agama apa saja yang ada di Indonesia?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;A&lt;/b&gt; :&amp;nbsp;&lt;em&gt;Bukan jenisnya yang perlu kau ketahui, tapi ajaranya. Dimana Indonesia adalah negara yang beragama,&amp;nbsp;&lt;em&gt;dimana seluruh agamanya mengajarkan kebenaran.&lt;/em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Warisan busana yang kreatif&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;B&lt;/b&gt; : Bagaimana keunggulan busana di Indonesia?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;A&lt;/b&gt; :&amp;nbsp;&lt;em&gt;Jika kau pernah mengenal batik, berarti kau pernah ingin mengenakanya.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Warisan Arsitektur yang megah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;B&lt;/b&gt; : Adakah bangunan yang kalian banggakan?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;A&lt;/b&gt; :&amp;nbsp;&lt;em&gt;Orang yang tidak memasukan Candi Borobudur sebagai keajaiban dunia&amp;nbsp;&lt;em&gt;adalah seseorang yang belum pernah melihatnya secara langsung.&lt;/em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: left;"&gt;
&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Warisan seni musik yang berharga&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;B&lt;/b&gt; : Apakah musik tradisional Indonesia begitu beragam ?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;A&lt;/b&gt; :&amp;nbsp;&lt;em&gt;Setiap 33 propinsi di indonesia mempunyai satu musik tradisional, setiap orang yang memainkanya mempunyai gaya yang berbeda-beda,&amp;nbsp;&lt;em&gt;dan setiap daerah memiliki karakteristik alat musik yang berbeda-beda juga.&lt;/em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: left;"&gt;
&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kesadaran&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;B&lt;/b&gt; : Mengapa banyak orang miskin di Indonesia?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;A&lt;/b&gt; :&amp;nbsp;&lt;em&gt;Disaat senyuman para petinggi bangsa adalah senyuman yang damai , saya yakin ... kami semua bisa bangkit.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Sesuatu yang tidak terlupakan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;A&lt;/b&gt; : Mengapa kamu banyak tanya ?, Ayo silahkan datang ke negara kami, Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;B&lt;/b&gt;&amp;nbsp;: (Dengan senyum B menjawab)&amp;nbsp;&lt;em&gt;Aku takut tak akan mampu meninggalkanya...&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Kesimpulan :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Mari kita bentuk suatu prinsip yang kuat dan maju dimana kita telah mempunyai banyak potensi di indonesia ini. Indonesia telah memberi banyak sesuatu kepada kita, Sekarang giliran kita memberi sesuatu kepada nya...dengan membangunya, mengembangkanya, mempertahankanya, serta mencintainya. Kembangkan berbagai sektor, pendidikan dan teknologi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Indonesia telah melahirkan kita, giliran kita melahirkan kembali Indonesia yang lebih baik&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;B&lt;/b&gt; : kapan idonesia bisa bangkit dari keterpurukan?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;A&lt;/b&gt; : besok pagi!!! disaat kami bisa menghargai perbedaan ,disaat kami tidak berusaha menyamakannya dan membuat perbedaan itu menjadi indah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;p.s : ini yang sulit&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; color: #333333; line-height: 16px; text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: x-small;"&gt;by&amp;nbsp;&lt;strong&gt;XoteX&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/center&gt;&lt;center style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://www.addthis.com/bookmark.php" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="16" src="http://s9.addthis.com/button0-bm.gif" width="83" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center style="text-align: justify;"&gt;


&lt;script type="text/javascript"&gt;
addthis_pub  = 'rudini05';
&lt;/script&gt;
&lt;script src="http://s7.addthis.com/js/152/addthis_widget.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;

&lt;/center&gt;</description><link>http://rdini.blogspot.com/2011/11/indonesia-negara-penuh-potensi-bangkit.html</link><author>noreply@blogger.com (Rudiny)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCOXDb36HdWlFF4SMqn2HN1HQV6qUjS58461UhA8f3f0HMlVAXG56cfaXNDIZJRQrKy4lT1-7i7Ry3gHIGMCsgahMw5ldZk3p7jOALi3fpo2GSSDFQSpyLzmHcrifD-U_XfJhMXz7K9YoL/s72-c/Untitled-16666666666666.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7361901523553097458.post-4864050632839820042</guid><pubDate>Thu, 10 Nov 2011 02:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-27T10:06:05.500+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">MAHABBAH</category><title>Cara Meng-Install Cinta</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;


&lt;script type="text/javascript"&gt;
addthis_pub  = 'rudini05';
&lt;/script&gt;
&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0NU8HJkFda6ORlqwuu4sMsgHA-8n7gbrGfJcox1exXKZiGrcIVDzLuA4m5bb54deOeHfCQE_xzDJDR9DHIWDga6a9iDX6R6vk3SwokFmbZjsFI86MZCCsiQYXJaX-6aBhuaylTJTZal4t/s1600/installing+love.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0NU8HJkFda6ORlqwuu4sMsgHA-8n7gbrGfJcox1exXKZiGrcIVDzLuA4m5bb54deOeHfCQE_xzDJDR9DHIWDga6a9iDX6R6vk3SwokFmbZjsFI86MZCCsiQYXJaX-6aBhuaylTJTZal4t/s1600/installing+love.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Customer Service (CS)&lt;/b&gt;: Ya, ada yang bisa saya bantu?&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Pelanggan (P)&lt;/b&gt;: Baik, setelah saya pertimbangkan, saya ingin menginstal cinta kasih. Bisakah anda memandu saya menyelesaikan prosesnya?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;CS&lt;/b&gt;: Ya, saya dapat membantu anda. Anda siap melakukannya?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;P&lt;/b&gt;: Baik, saya tidak mengerti secara teknis, tetapi saya siap untuk menginstalnya sekarang. Apa yang harus saya lakukan dahulu?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;CS&lt;/b&gt;: Langkah pertama adalah membuka HATI anda. Tahukan anda di mana HATI anda?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;P&lt;/b&gt;: Ya, tapi ada banyak program yang sedang aktif. Apakah saya tetap bisa menginstalnya sementara program-program tersebut aktif?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;CS&lt;/b&gt;: Program apa saja yang sedang aktif?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;P&lt;/b&gt;: Sebentar, saya lihat dulu, Program yang sedang aktif adalah SAKITHATI.EXE, MINDER.EXE, DENDAM.EXE dan BENCI.COM.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;CS&lt;/b&gt;:
 Tidak apa-apa. CINTA-KASIH akan menghapus SAKITHATI.EXE dari system 
operasi Anda. Program tersebut akan tetap ada dalam memori anda, tetapi 
tidak lama karena akan tertimpa program lain. CINTA-KASIH akan menimpa 
MINDER.EXE dengan modul yang disebut PERCAYADIRI.EXE. Tetapi anda harus 
mematikan BENCI.COM dan DENDAM.EXE. Program tersebut akan menyebabkan 
CINTA-KASIH tidak terinstal secara sempurna. Dapatkah anda mematikannya?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;P&lt;/b&gt;: Saya tidak tahu cara mematikannya. Dapatkah anda memandu saya?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;CS&lt;/b&gt;:
 Dengan senang hati. Gunakan Start menu dan aktifkan MEMAAFKAN.EXE. 
Aktifkan program ini sesering mungkin sampai BENCI.COM dan DENDAM.EXE 
terhapus.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;P&lt;/b&gt;: OK, sudah. CINTA-KASIH mulai terinstal secara otomatis. Apakah ini wajar?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;CS&lt;/b&gt;:
 Ya, anda akan menerima pesan bahwa CINTA-KASIH akan terus diinstal 
kembali dalam HATI anda. Apakah anda melihat pesan tersebut?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;P&lt;/b&gt;: Ya. Apakah sudah selesai terinstal?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;CS&lt;/b&gt;:
 Ya, tapi ingat bahwa anda hanya punya program dasarnya saja. Anda perlu
 mulai menghubungkan HATI yang lain agar untuk mengupgradenya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;P&lt;/b&gt;: Oops. Saya mendapat pesan error. Apa yang harus saya lakukan?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;CS&lt;/b&gt;: Apa pesannya?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;P&lt;/b&gt;: ERROR 412 - PROGRAM NOT RUN ON INTERNAL COMPONENT". apa artinya?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;CS&lt;/b&gt;:
 Jangan kuatir, itu masalah biasa. Artinya, program CINTA-KASIH diset 
untuk aktif di HATI eksternal tetapi belum bisa aktif dalam HATI 
internal anda. Ini adalah salah satu kerumitan pemrograman, tetapi dalam
 istilah non-teknis ini berarti anda harus men-"CINTA-KASIH"-i mesin 
anda sendiri sebelum men-"CINTA-KASIH"-i orang lain.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;P&lt;/b&gt;: Lalu apa yang harus saya lakukan?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;CS&lt;/b&gt;: Dapatkan anda klik pulldown direktori yang disebut "PASRAH"?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;P&lt;/b&gt;: Ya, sudah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;CS&lt;/b&gt;:
 Bagus. Pilih file-file berikut dan salin ke direktori "MYHEART" 
MEMAAFKAN-DIRI-SENDIRI.DOC, dan MENYADARI-KEKURANGAN.TXT. sistem akan 
menimpa file-file konflik dan mulai memperbaiki program-program yang 
salah. Anda juga perlu mengosongkan Recycle Bin untuk memastikan 
program-program yang salah tidak muncul kembali.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;P&lt;/b&gt;:
 Sudah. Hei! HATI saya terisi file-file baru. SENYUM.MPG aktif di 
monitor saya dan menandakan bahwa DAMAI.EXE dan KEPUASAN.COM dikopi ke 
HATI. Apakah ini wajar?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;CS&lt;/b&gt;: 
Kadang-kadang. Orang lain mungkin perlu waktu untuk mendownloadnya. Jadi
 CINTA-KASIH telah terinstal dan aktif. Anda harus bisa menanganinya 
dari sini. Ada satu lagi hal yang penting.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;P&lt;/b&gt;: Apa?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;CS&lt;/b&gt;:
 CINTA-KASIH adalah freeware. Pastikan untuk memberikannya kepada orang 
lain yang anda temui. Mereka akan share ke orang lain dan seterusnya 
sampai anda akan menerimanya kembali.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;Copas from : Kaskus&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a href="http://www.addthis.com/bookmark.php"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="16" src="http://s9.addthis.com/button0-bm.gif" width="83" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;script src="http://s7.addthis.com/js/152/addthis_widget.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;

&lt;/center&gt;</description><link>http://rdini.blogspot.com/2011/11/cara-meng-install-cinta.html</link><author>noreply@blogger.com (Rudiny)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0NU8HJkFda6ORlqwuu4sMsgHA-8n7gbrGfJcox1exXKZiGrcIVDzLuA4m5bb54deOeHfCQE_xzDJDR9DHIWDga6a9iDX6R6vk3SwokFmbZjsFI86MZCCsiQYXJaX-6aBhuaylTJTZal4t/s72-c/installing+love.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7361901523553097458.post-8194084036645572095</guid><pubDate>Sat, 17 Sep 2011 10:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-09-17T17:01:24.562+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">SOSOK</category><title>Albert Einstein</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0H50duJkxTfm9fMOAESt7s2YHNf3XQ6kWg0Mzgu5Zkk1XL9j8wfmT_os05yb8xjVYbUdnOA1sGKRBN3riy2rd8qgQCQEXRxr9zi217sTMqYB1Ah5dCK6fAB_IGQ5mw3ND907MYRmW64ww/s1600/Albert-Einstein.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="254" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0H50duJkxTfm9fMOAESt7s2YHNf3XQ6kWg0Mzgu5Zkk1XL9j8wfmT_os05yb8xjVYbUdnOA1sGKRBN3riy2rd8qgQCQEXRxr9zi217sTMqYB1Ah5dCK6fAB_IGQ5mw3ND907MYRmW64ww/s320/Albert-Einstein.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;"Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?
Apakah kejahatan itu ada?
Apakah Tuhan menciptakan kejahatan?" Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang
mahasiswa-mahasiswa nya dengan pertanyaan ini.
&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PROFESOR :&lt;i&gt; "Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?".
&lt;/i&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, &lt;i&gt;"Betul, Dia yang
menciptakan semuanya".
&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Tuhan menciptakan semuanya?" &lt;/i&gt;Tanya professor sekali lagi.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Ya, Pak, semuanya"&lt;/i&gt; kata mahasiswa tersebut.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor itu menjawab,&lt;i&gt;"Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan&amp;nbsp;
Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa
Tuhan itu adalah kejahatan."
&lt;/i&gt;
&lt;br /&gt;
Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor
tersebut.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa
sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah
mitos.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, &lt;i&gt;"Profesor, boleh
saya bertanya sesuatu?"
&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Tentu saja,"&lt;/i&gt; jawab si Profesor
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, &lt;i&gt;"Profesor, apakah dingin itu
ada?"
&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Apakah kamu
tidak pernah sakit flu?" &lt;/i&gt;Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa
lainnya.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mahasiswa itu menjawab,
&lt;i&gt;"Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika,
&lt;br /&gt; yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas.Suhu -460F
adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi
diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan
kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas."
&lt;/i&gt;
&lt;br /&gt;
Mahasiswa itu melanjutkan, &lt;i&gt;"Profesor, apakah gelap itu ada?"
&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor itu menjawab,&lt;i&gt; "Tentu saja gelap itu ada."
&lt;/i&gt;
&lt;br /&gt;
Mahasiswa itu menjawab,
&lt;i&gt;"Sekali lagi anda salah, Pak.Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah
keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap
tidak."
&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya
menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang
gelombang setiap warna."
&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu
ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan
tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan
ketiadaan cahaya."
&lt;/i&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya mahasiswa itu bertanya, &lt;i&gt;"Profesor, apakah kejahatan itu
ada?"
&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan bimbang professor itu menjawab,
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat
setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan
di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari
kejahatan."
&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab,
&lt;i&gt;"Sekali lagi Anda salah, Pak. Kejahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah
ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap kejahatan adalah kata
yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan."
&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;"Tuhan tidak menciptakan kejahatan. Kejahatan adalah hasil dari tidak
hadirnya Tuhan di hati manusia. Seperti dingin yang timbul dari
ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya."
&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Profesor itu terdiam.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan mahasiswa itu adalah ..
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Albert Einstein ..
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
NB : meniadakan kehadiran tuhan akan menimbulkan kejahatan ..
dekatkanlah diri kita dengan Tuhan untuk jauh dari kejahatan ..&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;


&lt;script type="text/javascript"&gt;
addthis_pub  = 'rudini05';
&lt;/script&gt;
&lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;a href="http://www.addthis.com/bookmark.php"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="16" src="http://s9.addthis.com/button0-bm.gif" width="83" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;script src="http://s7.addthis.com/js/152/addthis_widget.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;

&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://rdini.blogspot.com/2011/09/albert-einstein.html</link><author>noreply@blogger.com (Rudiny)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0H50duJkxTfm9fMOAESt7s2YHNf3XQ6kWg0Mzgu5Zkk1XL9j8wfmT_os05yb8xjVYbUdnOA1sGKRBN3riy2rd8qgQCQEXRxr9zi217sTMqYB1Ah5dCK6fAB_IGQ5mw3ND907MYRmW64ww/s72-c/Albert-Einstein.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7361901523553097458.post-5511616025852896100</guid><pubDate>Mon, 21 Mar 2011 14:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-09-17T23:41:07.180+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">KIAT</category><title>Jadilah Seperti Pensil</title><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgpj0oisufFmNwxLmQOwA923evRlM1VktWZnlwdsXj__U7SHHiWhL2SVNfRpJZEKFF-ygHsGif8ebXWo14QQux635TPlTaiKRuH2KpedbCGpqJ05lDLK3c0n6fVLicQ2Uu2lfp0TGLfB38R/s1600/moss-pencil11.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5586540870341561554" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgpj0oisufFmNwxLmQOwA923evRlM1VktWZnlwdsXj__U7SHHiWhL2SVNfRpJZEKFF-ygHsGif8ebXWo14QQux635TPlTaiKRuH2KpedbCGpqJ05lDLK3c0n6fVLicQ2Uu2lfp0TGLfB38R/s320/moss-pencil11.jpg" style="cursor: pointer; display: block; height: 211px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;script type="text/javascript"&gt;
addthis_pub  = 'rudini05';
&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;
Seorang cucu bertanya kepada Neneknya yang sedang menulis surat, “Nenek  lagi menulis surat tentang pengalama kita ? atau pengalaman aku ?”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si  Nenek stop menulis dan berkata kepada cucunya, “sekarang nenek yang  menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini  yaitu pensil yang Nenek pakai”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nenek harap kamu bakal seperti  pensil ini ketika kamu besar nanti”, ujar si Nenek lagi. Mendengar jawab  ini si Cucu lalu melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si Nenek  ketika dia melihat tidak ada istimewanya dari pensil yang Nenek pakai.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tapi  Nek, kayaknya pensil itu sama saja dengan pensil lainnya”, kata si  Cucu. Si Nenek kemudian menjawab, “Itu semua tergantung dari kamu  melihat pensil ini”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pensil ini punya 5 kualilias yang bisa  membantumu selalu tenang dalam menjalani hidup. “Kalo kamu selalu  memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini. Si Nenek menjelaskan 5  kualitas sebuah pensil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa gerangan 5 kualitas yang terdapat dalam sebuah pensil ?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kualitas  yang Pertama, Pensil ingatkan kamu kalau kamu bisa berbuat hal hebat  dalam hidup ini, layaknya sebuah pensil kamu jangan pernah lupa kalau  ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita menyebutnya Allah SWT. Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendak-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kualitas  kedua, dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti  dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini  pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut  selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Begitu  juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima  penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi  orang yang lebih baik”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kualitas ketiga, pensil selalu memberikan  kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki  kata-kata yang salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita  dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk  tetap berada pada jalan yang benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kualitas keempat, bagian yang  paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan  arang yang ada di dalam sebuah pensil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kualitas  kelima, adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan, seperti  juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup  ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan  sadar terhadap semua tindakan”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.addthis.com/bookmark.php"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://s9.addthis.com/button0-bm.gif" style="height: 19px; width: 83px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;script src="http://s7.addthis.com/js/152/addthis_widget.js" type="text/javascript"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;/center&gt;</description><link>http://rdini.blogspot.com/2011/03/jadilah-seperti-pensil.html</link><author>noreply@blogger.com (Rudiny)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgpj0oisufFmNwxLmQOwA923evRlM1VktWZnlwdsXj__U7SHHiWhL2SVNfRpJZEKFF-ygHsGif8ebXWo14QQux635TPlTaiKRuH2KpedbCGpqJ05lDLK3c0n6fVLicQ2Uu2lfp0TGLfB38R/s72-c/moss-pencil11.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7361901523553097458.post-6307597696521158770</guid><pubDate>Sun, 28 Feb 2010 08:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-02-28T22:58:01.273+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">OAZE</category><title>Kisah Sepotong Kue</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjZbU6O91vxgN_yphU7idi-zXjkLSbd2c189oTaX-oXkOJrn3jZXHPKlf4QKyUWA2tq7Vtd76Y83yh-Z_pNlWP68R17JrDBtDD32uLNGJKnZabb3b3Q5JQFliYNnz7ZQUKhJdu2PkMgLYW1/s1600-h/3817543936_8decd273c5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 202px; height: 320px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjZbU6O91vxgN_yphU7idi-zXjkLSbd2c189oTaX-oXkOJrn3jZXHPKlf4QKyUWA2tq7Vtd76Y83yh-Z_pNlWP68R17JrDBtDD32uLNGJKnZabb3b3Q5JQFliYNnz7ZQUKhJdu2PkMgLYW1/s320/3817543936_8decd273c5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443216343181684306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="PowerPoint.Slide"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft PowerPoint 12"&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="PowerPoint.Slide"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft PowerPoint 12"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Masih ada beberapa jam sebelum jadwal terbangnya tiba.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Untuk membuang waktu,ia membeli buku dan sekantong kue di toko bandara, lalu menemukan tempat untuk duduk. Sambil duduk wanita itu membaca buku yang baru saja dibelinya. Dalam keasyikannya , ia melihat lelaki disebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua dari kue yang berada diantara mereka.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan. Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Sementara si Pencuri Kue yang pemberani menghabiskan persediaannya. Ia semakin kesal sementara menit-menit berlalu.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Wanita itupun sempat berpikir: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Kalau aku bukan orang baik sudah  kutonjok dia!“.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Setiap ia  mengambil satu kue, Si lelaki juga mengambil satu.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Ketika hanya satu kue tersisa, ia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan lelaki itu.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Dengan senyum tawa di wajahnya dan tawa gugup, Si lelaki mengambil kue terakhir dan  membaginya dua. Si lelaki menawarkan separo miliknya sementara ia makan yang separonya lagi.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Si wanita pun merebut kue itu dan berpikir :&lt;span style="font-style: italic;"&gt; “Ya ampun orang ini berani  sekali, dan ia juga kasar malah ia tidak kelihatan berterima kasih”.&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Belum pernah rasanya ia begitu kesal. Ia menghela napas lega saat  penerbangannya diumumkan. Ia mengumpulkan barang miliknya dan menuju pintu gerbang. Menolak untuk menoleh pada si "Pencuri tak tahu terima kasih".
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Ia kemudian naik pesawat dan duduk  di kursinya, lalu mencari bukunya, yang hampir selesai dibacanya. Saat ia  merogoh tasnya, ia menahan nafas dengan kaget.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Disitu ada kantong kuenya, di  depan matanya !!!
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Ko' milikku ada disini??"&lt;/span&gt; erangnya dengan patah hati.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Jadi kue  tadi adalah milik lelaki itu dan ia mencoba berbagi.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Terlambat untuk minta maaf, ia  tersandar sedih. Bahwa sesungguhnya dialah yang kasar, tak tahu terima kasih. Dan dialah pencuri kue itu !
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;***
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Dalam hidup ini kisah pencuri kue seperti tadi sering terjadi.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Kita sering  berprasangka dan melihat orang lain dengan kacamata kita sendiri serta tak jarang kita berprasangka buruk terhadapnya.
&lt;br /&gt;               
&lt;br /&gt;Orang lainlah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;yang selalu salah&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;                  Orang lainlah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;yang patut disingkirkan&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;                  Orang lainlah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;yang tak tahu diri&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;                  Orang lainlah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;yang berdosa&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;                  Orang lainlah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;yang selalu bikin masalah&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;                  Orang lainlah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;yang pantas diberi pelajaran&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Padahal,
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;                 Kita sendiri  yang mencuri kue tadi
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;                 Kita sendiri  yang tidak tahu terima kasih.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Kita sering mempengaruhi, mengomentari , mencemooh pendapat, penilaian atau  gagasan orang lain .
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;Sementara sebetulnya kita tidak tahu betul permasalahannya.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:20;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;!-- AddThis Button BEGIN --&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;addthis_pub  = 'rudini05';&lt;/script&gt;
&lt;br /&gt;&lt;a onmouseover="return addthis_open(this, '', '[URL]', '[TITLE]')" onmouseout="addthis_close()" href="http://www.addthis.com/bookmark.php" onclick="return addthis_sendto()"&gt;&lt;img alt="" src="http://s9.addthis.com/button0-bm.gif" width="83" border="0" height="16" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;script src="http://s7.addthis.com/js/152/addthis_widget.js" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;
&lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button END --&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/center&gt;</description><link>http://rdini.blogspot.com/2010/02/kisah-sepotong-kue.html</link><author>noreply@blogger.com (Rudiny)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjZbU6O91vxgN_yphU7idi-zXjkLSbd2c189oTaX-oXkOJrn3jZXHPKlf4QKyUWA2tq7Vtd76Y83yh-Z_pNlWP68R17JrDBtDD32uLNGJKnZabb3b3Q5JQFliYNnz7ZQUKhJdu2PkMgLYW1/s72-c/3817543936_8decd273c5.jpg" width="72"/><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7361901523553097458.post-5133636466392367644</guid><pubDate>Sun, 28 Feb 2010 08:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-02-28T15:48:36.941+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">OAZE</category><title>Siapa yang Paling Jelek ?</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjL-kLzf0zuigyFE_hDQ2Xc5tLCNMfqNV1qbsmsJZBzARJs7cycS83EDWLxov1dqDB7S1gJRA3WrTOzlqwI4oeOlk-Nd5oXAg7m4JwT3_Bi9WVj5mZMqvbloHWfWfnJQuuiaB36VWVr2iK4/s1600-h/images.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 256px; height: 306px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjL-kLzf0zuigyFE_hDQ2Xc5tLCNMfqNV1qbsmsJZBzARJs7cycS83EDWLxov1dqDB7S1gJRA3WrTOzlqwI4oeOlk-Nd5oXAg7m4JwT3_Bi9WVj5mZMqvbloHWfWfnJQuuiaB36VWVr2iK4/s320/images.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443213389270508066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ada suatu kisah seorang santri yg menuntut ilmu pada seorang Kyai. Bertahun-tahun telah ia lewati hingga sampai pada suatu ujian terakhir. Ia menghadap Kyai untuk ujian tersebut. "Hai Fulan, kau telah menempuh semua tahapan belajar dan tinggal satu ujian, kalau kamu bisa menjawab berarti kamu lulus ", kata Kyai. "Baik pak Kyai, apa pertanyaannya ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu cari orang atau makhluk yang lebih jelek dari kamu, kamu aku beri waktu tiga hari ". Akhirnya santri tersebut meninggalkan pondok untuk melaksanakan tugas dan mencari jawaban atas pertanyaan Kyai-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari pertama, sang santri bertemu dengan si Polan pemabuk berat yg dapat di katakan hampir tiap hari mabuk-mabukan. Santri berkata dalam hati, " Inilah orang yang lebih jelek dari saya. Aku telah beribadah puluhan tahun sedang dia mabuk-mabukan terus ". Tetapi sesampai ia di rumah, timbul pikirannya. "Belum tentu, sekarang Polan mabuk-mabukan siapa tahu pada akhir hayatnya Alloh memberi Hidayah (petunjuk) dan dia Khusnul Khotimah dan aku sekarang baik banyak ibadah tetapi pada akhir hayat di kehendaki Suul Khotimah,bagaimana ? Dia belum tentu lebih jelek dari saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari kedua, santri jalan keluar rumah dan ketemu dengan seekor anjing yg menjijikan rupanya, sudah bulunya kusut, kudisan dsb. Santri bergumam, " Ketemu sekarang yg lebih jelek dari aku. Anjing ini sudah haram dimakan, kudisan, jelek lagi " . Santri gembira karena telah dapat jawaban atas pertanyaan gurunya. Waktu akan tidur sehabis 'Isya, dia merenung, "Anjing itu kalau mati, habis perkara dia. Dia tidak dimintai tanggung jawab atas perbuatannya oleh Alloh, sedangkan aku akan dimintai pertanggung jawaban yg sangat berat yg kalau aku berbuat banyak dosa akan masuk neraka aku. "Aku tidak lebih baik dari anjing itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ketiga akhirnya santri menghadap Kyai. Kyai bertanya, "Sudah dapat jawabannya muridku ?" "Sudah guru", santri menjawab. " Ternyata orang yang paling jelek adalah saya guru". Sang Kyai tersenyum, "Kamu aku nyatakan lulus".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran yg dapat kita petik adalah: Selama kita masih sama-sama hidup kita tidak boleh sombong/merasa lebih baik dari orang/mahkluk lain. Yang berhak sombong adalah Alloh SWT. Karena kita tidak tahu bagaimana akhir hidup kita nanti. Dengan demikian maka kita akan belajar berprasangka baik kepada orang/mahkluk lain yg sama-sama ciptaan Alloh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;addthis_pub  = 'rudini05';&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onmouseover="return addthis_open(this, '', '[URL]', '[TITLE]')" onmouseout="addthis_close()" href="http://www.addthis.com/bookmark.php" onclick="return addthis_sendto()"&gt;&lt;img alt="" src="http://s9.addthis.com/button0-bm.gif" width="83" border="0" height="16" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;script src="http://s7.addthis.com/js/152/addthis_widget.js" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button END --&gt;&lt;br /&gt;&lt;/center&gt;</description><link>http://rdini.blogspot.com/2010/02/siapa-yang-paling-jelek.html</link><author>noreply@blogger.com (Rudiny)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjL-kLzf0zuigyFE_hDQ2Xc5tLCNMfqNV1qbsmsJZBzARJs7cycS83EDWLxov1dqDB7S1gJRA3WrTOzlqwI4oeOlk-Nd5oXAg7m4JwT3_Bi9WVj5mZMqvbloHWfWfnJQuuiaB36VWVr2iK4/s72-c/images.jpeg" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7361901523553097458.post-1197222826613773779</guid><pubDate>Sat, 09 Jan 2010 09:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-02-28T15:38:42.383+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">OAZE</category><title>Nilai Diri</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEit6tzqoIpqQJSerUfsApLzdV4fqReC7fGPABYkZDqJTcGOnjERKvBznQADFP89DSt2ugjzCtLtVA0C0JPyKRhEEmVaAkIWMWbt6K1LabNYCGlumk3EHzM9t040lwJAgNI6tojuy6IYxmG0/s1600-h/migrate_in_dream_by_liquidkid1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 300px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEit6tzqoIpqQJSerUfsApLzdV4fqReC7fGPABYkZDqJTcGOnjERKvBznQADFP89DSt2ugjzCtLtVA0C0JPyKRhEEmVaAkIWMWbt6K1LabNYCGlumk3EHzM9t040lwJAgNI6tojuy6IYxmG0/s320/migrate_in_dream_by_liquidkid1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424667011293858386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu ketika, di sebuah taman kecil ada seorang kakek. Di dekat kaket tersebut terdapat beberapa anak yang sedang asyik bermain pasir, membentuk lingkaran. Kakek itu lalu menghampiri mereka, dan berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa diantara kalian yang mau uang Rp. 100.000!!” Semua anak itu terhenti bermain dan serempak mengacungkan tangan sambil memasang muka manis penuh senyum dan harap. Kakek lalu berkata, “Kakek akan memberikan uang ini, setelah kalian semua melihat ini dulu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakek tersebut lalu meremas-remas uang itu hingga lusuh. Di remasnya terus hingga beberapa saat. Ia lalu kembali bertanya “Siapa yang masih mau dengan uang ini lusuh ini?” Anak-anak itu tetap bersemangat mengacungkan tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi,, kalau kakek injak bagaimana? “. Lalu, kakek itu menjatuhkan uang itu ke pasir dan menginjaknya dengan sepatu. Di pijak dan di tekannya dengan keras uang itu hingga kotor. Beberapa saat, Ia lalu mengambil kembali uang itu. Dan kakek kembali bertanya: “Siapa yang masih mau uang ini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetap saja. Anak-anak itu mengacungkan jari mereka. Bahkan hingga mengundang perhatian setiap orang. Kini hampir semua yang ada di taman itu mengacungkan tangan. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita diatas sangatlah sederhana. Namun kita dapat belajar sesuatu yang sangat berharga dari cerita itu. Apapun yang dilakukan oleh si Kakek, semua anak akan tetap menginginkan uang itu, Kenapa? karena tindakan kakek itu tak akan mengurangi nilai dari uang yang di hadiahkan. Uang itu tetap berharga Rp. 100.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali, dalam hidup ini, kita merasa lusuh, kotor, tertekan, tidak berarti, terinjak, tak kuasa atas apa yang terjadi pada sekeliling kita, atas segala keputusan yang telah kita ambil, kita merasa rapuh. Kita juga kerap mengeluh atas semua ujian yang di berikan-Nya. Kita seringkali merasa tak berguna, tak berharga di mata orang lain. Kita merasa di sepelekan, di acuhkan dan tak dipedulikan oleh keluarga, teman, bahkan oleh lingkungan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, percayalah, apapun yang terjadi, atau *bakal terjadi*, kita tak akan pernah kehilangan nilai kita di mata Allah. Bagi-Nya, lusuh, kotor, tertekan, ternoda, selalu ada saat untuk ampunan dan maaf.&lt;br /&gt;Kita tetap tak ternilai di mata Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai dari diri kita, tidak timbul dari apa yang kita sandang, atau dari apa yang kita dapat. Nilai diri kita, akan dinilai dari akhlak dan perangai kita. Tingkah laku kita. seberapapun kita diinjak oleh ketidak adilan, kita akan tetap diperebutkan, kalau kita tetap konsisten menjaga sikap kita.&lt;br /&gt;Sahabat, akhlak ialah bunga kehidupan kita. Merupakan seberapa bernilainya manusia. Dengan akhlak, rasa sayang dan senang akan selalu mengikuti kita, dan merupakan modal hidup.&lt;br /&gt;Orang yang tidak mempunyai akhlak, meskipun ia berharta, tidak ada nilainya. Meskipun dia cantik, tapi jika sikapnya buruk dan tiada berakhlak, maka kecantikannya tiada berguna baginya. Begitu pula dengan orang yang berpangkat tinggi, tanpa akhlak, dia menjadi orang yang dibenci.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button BEGIN --&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.facebook.com/#/group.php?gid=134030541674"&gt;LPK. DIMENSI PAHAGA RAYA Palangkaraya&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;addthis_pub  = 'rudini05';&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah SAW bersabda ; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Innallaha laa yandzuru ila ajsadikum wa laa ila suwarikum wa lakinyandzuru ila qulubikum wa a’malikum&lt;/span&gt; “sesungguhnya Allah itu tidakmelihat pada fisik-fisik dan bentuk-bentuk kamu, melainkan Allahmelihat pada hati-hati kamu dan ‘amal-’amal kamu”&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onmouseover="return addthis_open(this, '', '[URL]', '[TITLE]')" onmouseout="addthis_close()" href="http://www.addthis.com/bookmark.php" onclick="return addthis_sendto()"&gt;&lt;img alt="" src="http://s9.addthis.com/button0-bm.gif" width="83" border="0" height="16" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;script src="http://s7.addthis.com/js/152/addthis_widget.js" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button END --&gt;&lt;br /&gt;&lt;/center&gt;</description><link>http://rdini.blogspot.com/2010/01/nilai-diri.html</link><author>noreply@blogger.com (Rudiny)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEit6tzqoIpqQJSerUfsApLzdV4fqReC7fGPABYkZDqJTcGOnjERKvBznQADFP89DSt2ugjzCtLtVA0C0JPyKRhEEmVaAkIWMWbt6K1LabNYCGlumk3EHzM9t040lwJAgNI6tojuy6IYxmG0/s72-c/migrate_in_dream_by_liquidkid1.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7361901523553097458.post-607377167242812101</guid><pubDate>Sat, 09 Jan 2010 09:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-01-09T16:22:46.166+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">OAZE</category><title>Kisah si Penebang Pohon</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGGC-fwsFKuY9Dz4gVYW-bxNx3v5fhDfb8kPdaBj_EWowLXSHFBSMd3WOLvTKQqklwgg-aiAKi9Vk5xXWc6aYfIyy6h0L-bgADM7-cRNWoYTvEupQsHk7GCG1fi6RwOou532r5BvIIiVry/s1600-h/kapak.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 180px; height: 135px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGGC-fwsFKuY9Dz4gVYW-bxNx3v5fhDfb8kPdaBj_EWowLXSHFBSMd3WOLvTKQqklwgg-aiAKi9Vk5xXWc6aYfIyy6h0L-bgADM7-cRNWoYTvEupQsHk7GCG1fi6RwOou532r5BvIIiVry/s400/kapak.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424664530894117010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah, seorang pedagang kayu menerima lamaran seorang pekerja untuk menebang pohon di hutannya. Karena gaji yang dijanjikan dan kondisi kerja yang bakal diterima sangat baik, sehingga si calon penebang pohon itu pun bertekad untuk bekerja sebaik mungkin.&lt;br /&gt;Saat mulai bekerja, si majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerja yang harus diselesaikan dengan target waktu yang telah ditentukan kepada si penebang pohon.&lt;br /&gt;Hari pertama bekerja, dia berhasil merobohkan 8 batang pohon. Sore hari, mendengar hasil kerja si penebang, sang majikan terkesan dan memberikan pujian dengan tulus, “Hasil kerjamu sungguh luar biasa! Saya sangat kagum dengan kemampuanmu menebang pohon-pohon itu. Belum pernah ada yang sepertimu sebelum ini. Teruskan bekerja seperti itu”.&lt;br /&gt;Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari si penebang bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 7 batang pohon. Hari ketiga, dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hasilnya tetap tidak memuaskan bahkan mengecewakan. Semakin bertambahnya hari, semakin sedikit pohon yang berhasil dirobohkan. “Sepertinya aku telah kehilangan kemampuan dan kekuatanku, bagaimana aku dapat mempertanggungjawabkan hasil kerjaku kepada majikan?” pikir penebang pohon merasa malu dan putus asa. Dengan kepala tertunduk dia menghadap ke sang majikan, meminta maaf atas hasil kerja yang kurang memadai dan mengeluh tidak mengerti apa yang telah terjadi.&lt;br /&gt;Sang majikan menyimak dan bertanya kepadanya, “Kapan terakhir kamu mengasah kapak?”&lt;br /&gt;“Mengasah kapak? Saya tidak punya waktu untuk itu, saya sangat sibuk setiap hari menebang pohon dari pagi hingga sore dengan sekuat tenaga”. Kata si penebang.&lt;br /&gt;“Nah, disinilah masalahnya. Ingat, hari pertama kamu kerja? Dengan kapak baru dan terasah, maka kamu bisa menebang pohon dengan hasil luar biasa. Hari-hari berikutnya, dengan tenaga yang sama, menggunakan kapak yang sama tetapi tidak diasah, kamu tahu sendiri, hasilnya semakin menurun. Maka, sesibuk apapun, kamu harus meluangkan waktu untuk mengasah kapakmu, agar setiap hari bekerja dengan tenaga yang sama dan hasil yang maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang mulailah mengasah kapakmu dan segera kembali bekerja!” perintah sang majikan. Sambil mengangguk-anggukan kepala dan mengucap terimakasih, si penebang berlalu dari hadapan majikannya untuk mulai mengasah kapak.&lt;br /&gt;Istirahat bukan berarti berhenti , Tetapi untuk menempuh perjalanan yang lebih jauh lagi&lt;br /&gt;Sama seperti si penebang pohon, kita pun setiap hari, dari pagi hingga malam hari, seolah terjebak dalam rutinitas terpola. Sibuk, sibuk dan sibuk, sehingga seringkali melupakan sisi lain yang sama pentingnya, yaitu istirahat sejenak mengasah dan mengisi hal-hal baru untuk menambah pengetahuan, wawasan dan spiritual. Jika kita mampu mengatur ritme kegiatan seperti ini, pasti kehidupan kita akan menjadi dinamis, berwawasan dan selalu baru!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=107437167009"&gt;Studio Arsitektur DIMENSI KANAN Palangkaraya&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=107437167009"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;addthis_pub  = 'rudini05';&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onmouseover="return addthis_open(this, '', '[URL]', '[TITLE]')" onmouseout="addthis_close()" href="http://www.addthis.com/bookmark.php" onclick="return addthis_sendto()"&gt;&lt;img alt="" src="http://s9.addthis.com/button0-bm.gif" border="0" height="16" width="83" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;script src="http://s7.addthis.com/js/152/addthis_widget.js" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- AddThis Button END --&gt;&lt;br /&gt;&lt;/center&gt;</description><link>http://rdini.blogspot.com/2010/01/kisah-si-penebang-pohon.html</link><author>noreply@blogger.com (Rudiny)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGGC-fwsFKuY9Dz4gVYW-bxNx3v5fhDfb8kPdaBj_EWowLXSHFBSMd3WOLvTKQqklwgg-aiAKi9Vk5xXWc6aYfIyy6h0L-bgADM7-cRNWoYTvEupQsHk7GCG1fi6RwOou532r5BvIIiVry/s72-c/kapak.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>