blog how to, blog trick, blog tips, tutorial blog, blog hack

Daftar Isi





Showing posts with label Technology. Show all posts
Showing posts with label Technology. Show all posts

Poros Bantaeng-Pekalongan Untuk Indonesia

Tuesday, March 10, 2015
Poros Bantaeng-Pekalongan Untuk Indonesia
Sejumlah pejabat lingkup Pemerintah Kota Pekalongan dipimpin Walikota Pekalongan (dr. Mohamad Basir Ahmad) menerima kunjungan perwakilan Kabupaten Bantaeng di Balai Kota Pekalongan. Dalam pertemuan yang terbilang alot tersebut, dirangkaikan dengan penyerahan cindera mata serta penyematan PIN Kota Pekalongan.

H. Muhammad Yasin (Wakil Bupati Bantaeng) mengapresiasi penuh kepada Pemerintah Kota Pekalongan. "Saya berterima kasih bahwa kami diterima dengan baik di Kota Batik. Bapak Bupati Bantaeng menyampaikan salam dan permohonan maaf berhubung tidak bisa hadir."

Kondisi kewilayahan Kabupaten Bantaeng memiliki beberapa kemiripan dengab Kota Pekalongan. Namun, hal menonjol bahwa di Kabupaten Bantaeng terdapat wilayah pedalaman dan daerah terpencil. Semoga penerapan teknologi secara menyeluruh dapat disesuaikan dengan kondisi tersebut", tambah Wakil Bupati Bantaeng.

Dalam pemaparannya, Walikota Pekalongan yang juga nyambi sebagai dokter menyampaikan bahwa Kota Pekalongan bisa sukses atas binaan BPPT. "Kami sadari bahwa Kota Pekalongan awalnya berguru dari daerah Kabupaten, yakni Sragen dan Jembrana. Saat ini Alhamdulillah bisa kami lewati. Mindset yang sering mengarah pada persaingan perlu diubah. Daerah di Indonesia ini harus sinkron satu sama lain. Setiap daerah yang masuk binaan BPPT selayaknya dibuat inkubasi. Masing-masing ilmu kita tularkan dalam konsep jejaring dari semua daerah binaan BPPT. Yang mana Kota Pekalongan dan Kabupaten Bantaeng adalah bagian yang intens mendapat perhatian penuh dari BPPT.

Kita bersyukur bahwa pencapaian saat ini adalah hasil dari perjuangan kita yang panjang membangun dan mengembangkan Kota Pekalongan. Kita berdarah-darah dulu pastinya, karena terkadang hal sepele kita sepelekan. Kami berterima kasih kepada BPPT yang dalam hal ini turut hadir Bapak Faisol Ba'abdullah bersama rombongan", tambah dr. Basir.

Salah satu keunggulan yang dimiliki Kota Pekalongan berupa Information Technology (IT). Dengan menghadirkan broadband sendiri dan telah terkoneksi di seluruh wilayah Kota Pekalongan. Keunggulan lainnya yakni Sistem Pemerintahan yang kuat dengan melakukan perampingan di berbagai SKPD hingga tingkat Kelurahan dan sekolah. Harapan terbesar saya, kedua daerah dapat menjalin kerja sama secepatnya. Pekalongan ini untuk Indonesia, kenapa tidak bahwa Bantaeng juga untuk Indonesia dan ke depannya mungkin bisa melewati apa yang telah kami raih saat ini. Untuk itu, saya berharap membangun POROS Pekalongan-Bantaeng. Demikian disampaikan Walikota Pekalongan di akhir sambutannya.

Dalam rangkaian kunjungan hari ini, rombongan dari Pemerintah Kabupaten Bantaeng dijadwalkan meninjau beberapa instansi Kota Pekalongan. Bappeda akan dikunjungi lebih awal untuk menyerap ilmu dan teknologi yang diterapkan, khususnya penerapan E-Musrenbang.

"Semoga teman-teman dari Kota Pekalongan dapat memfasilitasi kami untuk menyerap ilmu yang bermanfaat dalam rangka pengembangan Kabupaten Bantaeng", tutur Syahrul Bayan (Kadis. Sosnakertrans Kabupaten Bantaeng).

Rombongan dari Kabupaten Bantaeng dalam sesi diskusi pada rapat dimaksud menyampaikan keinginan-keinginan agar dapat melihat langsung titik-ttik sentra pengembangan E-Government Kota Pekalongan. Bagaimana mengimpelementasikan perampingan instansi dan perampingan PNS. Sehingga dapat meminimalkan penganggaran Kota Pekalongan.

Poros Bantaeng-Pekalongan Untuk Indonesia-1

Poros Bantaeng-Pekalongan Untuk Indonesia-2

Poros Bantaeng-Pekalongan Untuk Indonesia-3

Poros Bantaeng-Pekalongan Untuk Indonesia-4

Poros Bantaeng-Pekalongan Untuk Indonesia-5

Poros Bantaeng-Pekalongan Untuk Indonesia-6

Poros Bantaeng-Pekalongan Untuk Indonesia-7

Poros Bantaeng-Pekalongan Untuk Indonesia-8

Poros Bantaeng-Pekalongan Untuk Indonesia-9

Read Full 1 comments

Kaji Terap E-Government, Bantaeng Bidik Kota Pekalongan

Kaji Terap E-Government, Bantaeng Bidik Kota Pekalongan
Ramah Tamah sekaligus makan malam bersama Walikota Pekalongan, Asisten I, Asisten II dan Kadis. Kominfo Kota Pekalongan .
Bertempat di Guess House, Wakil Bupati Bantaeng bersama rombongan diterima penuh keramah tamahan. Dalam prosesi penerimaan malam ini (Red. 09/03), Wakil Bupati Bantaeng menyumbangkan 2 buah lagu sebagai tanda terima kasih atas keramahan tuan rumah.

Kunjungan rombongan dimaksudkan untuk melakukan Kaji Terap E-Government yang akan dikembangkan lebih lanjut dan disiapkan untun diterapkan secara menyeluruh Pemerintah Kabupaten Bantaeng.

Kota Pekalongan dipilih sebagai daerah kunjungan, mengingat predikatnya sebagai daerah Kreatif dan Inivatif. Salah satu prestasi yang diraih Kota Pekalongan, khususnya keberhasilan dalam pengembangan E-Government. Dan telah mendapat pengakuan dari Kemkominfo RI.

Merupakan kehormatan dapat berkunjung ke daerah ini, seperti diungkapkan H. Muhammad Yasin (Wakil Bupati Bantaeng). "Kunjungan ini menjadi jawaban dari Undangan Walikota Pekalongan sekaligus sebagai bentuk balasan atas kunjungan Walikota Pekalongan di Kabupaten Bantaeng beberapa waktu lalu."

Kami mengharapkan dapat mengkaji lebih dalam terhadap pengembangan E-Government di Kota Pekalongan. Kemudian sedapat mungkin dapat diaplikasikan sesuai dengan kondisi daerah Kabupaten Bantaeng, baik dari sisi geografis, sosial budaya serta struktur pemerintahannya, tambah Wakil Bupati Bantaeng.

Beberapa instansi telah dirampingkan, demikian halnya dengan Kelurahan yang dilakukan merger. Dengan demikian meningkatkan efesiensi waktu serta eektifitas kinerja yang lebih baik. Pada sisi jumlah PNS, pun mengalami pengurangan, tutur Adi (Staf Kemkominfo bidang SKDI Kota Pekalongan).

"Semoga kunjungan ini merupakan langkah besar dalam melakukan kerja sama lebih lanjut yang akan dituangkan dalam bentuk MoU antara kedua daerah", harap Dr. Basir

"Untuk pertama kalinya kami menerima tamu dengan jamuan spesial seperti ini. Dengan harapan agar kedua daerah dapat berinteraksi dalam berbagai kerja sama pada semua sektor. Salah satunya misalnya, pemanfaatan dan pengembangan IT dalam pemerintahan. Semoga selama kunjungan ini, dapat kita saling berbagi. Kami memiliki kelebihan dan kekurangan. Begitupun Kabupaten Bantaeng. Sehingga ketika keduanya disinkronkan, Insya Allah akan lebih baik." Tambah Walikota Pekalongan di bilangan Jl. Bahagia Pekalongan.

Kaji Terap E-Government, Bantaeng Bidik Kota Pekalongan-1

Kaji Terap E-Government, Bantaeng Bidik Kota Pekalongan-2

Kaji Terap E-Government, Bantaeng Bidik Kota Pekalongan-3

Kaji Terap E-Government, Bantaeng Bidik Kota Pekalongan-4

Kaji Terap E-Government, Bantaeng Bidik Kota Pekalongan-5

Kaji Terap E-Government, Bantaeng Bidik Kota Pekalongan-6

Kaji Terap E-Government, Bantaeng Bidik Kota Pekalongan-7

Kaji Terap E-Government, Bantaeng Bidik Kota Pekalongan-8

Read Full 0 comments

Reog Ponorogo belajar di Afdeling

Thursday, March 21, 2013
Reog belajar di Afdeling
Puluhan orang berpakaian Warok memenuhi Rest Area Marina Beach BONTHAIN. Mereka adalah para Kepala Desa, Lurah dan Kepala SKPD terkait bersama Wakil Bupati Ponorogo (Hj. Yuni Widyaningsih, SH). Kehadirannya di BONTHAIN dalam rangka study banding untuk mengetahui lebih jelas dan lebih dalam lagi tentang BONTHAIN dari berbagai aspek. Kabupaten yang terletak 200 Km arah Barat Daya Surabaya ini mendatangkan Kepala Desa dan Lurahnya untuk belajar atas keberhasilan BONTHAIN hingga saat ini untuk selanjutnya dijadikan acuan dalam penentuan arah kebijakan pembangunan di Kabupaten Ponorogo. Kami datang jauh-jauh dari Jawa Timur, bukan untuk jalan-jalan pak. Kota-kota yang bergelimang hiburan ada di sekitar Ponorogo, olehnya itu untuk jalan-jalan cukup mengunjungi Surabaya saja atau mungkin saja Yogyakarta, Bandung, Surabaya dan Jakarta. Kedatangan kami semata-mata untuk belajar dan belajar, terang Yuni Widyaningsih dalam sambutannya pada sebuah acara santai bertempat di Marina Beach BONTHAIN (Red. : 20 Maret 2013, 19:30 Wita).

Rombongan ini datang ke BONTHAIN dengan segudang rasa penasaran yang ada di benaknya.
Ada apa dengan BONTHAIN di bawah kepemimpinan H. M. Nurdin Abdullah (Bupati Bantaeng)...???

Ko' bisa ya, kota kecil yang tidak pernah terdengar namanya selama ratusan tahun sejak Indonesia Merdeka. Saat ini bukan saja terdengar jelas. Namun, begitu mengagetkan para anak bangsa sampai membangunkan para penghuni pendopo-pendopo Merah Putih dari berbagai daerah untuk melihat langsung BONTHAIN.

Ada apa...??? Kata yang tidak henti-hentinya dilontarkan seorang Ibu Reog Ponorogo.

Hari ini, para master-master Reog yang berpakaian Warok tersebut akan belajar banyak hal dari BONTHAIN. Mereka akan mengunjungi sejumlah area penting di BONTHAIN dan menimba ilmu dari para aktor dan produser yang ada di BONTHAIN, baik itu petani maupun pejabat dan pengusaha yang berperan aktif atas keberhasilan BONTHAIN dalam kurun waktu 5 tahun terakhir.

Fokus study mereka antara lain :
Semoga BONTHAIN dan PONOROGO dapat saling berbagi satu sama lain. Bukan hanya satu arah melainkan dua arah yang saling menguntungkan. Secara berkelanjutan dapat dituangkan ke dalam sebuah Kontrak Kerja Sama (Memorandum of Understanding) seperti halnya MoU antara BONTHAIN dengan beberapa daerah lainnya di Indonesia yang telah terjalin erat selama ini, antara lain :
  • Kabupaten Karangasem
  • Kabupaten Gunung Kidul
  • dll.
Reog belajar di Afdeling-1 Reog belajar di Afdeling-2 Reog belajar di Afdeling-3 Reog belajar di Afdeling-4 Reog belajar di Afdeling-5 Reog belajar di Afdeling-6 Reog belajar di Afdeling-7
Read Full 0 comments

Celah Bibir dan Sunatan Massal by University

Thursday, April 8, 2010
Mahasiswa jurusan Keperawatan Universitas Muslim Indonesia (UMI) mengadakan bakti sosial sunatan missal di Desa Baruga, Kecamatan Pa’jukukang, Bonthain. Baksos yang berlangsung tanggal 6 April 2010 ini melibatkan 80 mahasiswa dan 3 orang dokter dari perguruan tinggi yang berlokasi di Jl. Urip Sumoharjo Makassar itu.

Bupati Bantaeng menyambut baik kepedulian mahasiswa UMI terhadap masyarakat di Desa Baruga. Menurutnya, daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini cukup familiar dengan perguruan tinggi, terbukti dengan sejumlah baksos bidang kesehatan yang dilakukan dalam beberapa bulan terakhir. Beberapa waktu lalu, sejumlah dokter dari Perguruan Tinggi Jepang bekerja sama Universitas Hasan Sadikin Bandung dan Universitas Hasanuddin Makassar juga melakukan baksos celah bibir (bibir sumbing), urainya.

Ia berharap, lembaga pendidikan tinggi lainnya juga mengambil peran membantu masyarakat desa. Kita harus bisa membangun negeri ini. Dengan begitu masyarakatnya harus sehat, tambahnya lagi. Untuk melakukan pembangunan tersebut, tidak boleh ada sekat di tengah masyarakat, apalagi sekat itu hanya karena title sebab itu hanya pengakuan, tapi implementasinya kita semua harus terlibat, pintanya. Nurdin kemudian menyebut sejumlah program Pemkab Bantaeng yang ingin menjadikan daerah berjuluk Butta Toa ini menjadi Kabupaten Benih Berbasis Teknologi.

Itu harus dilakukan karena keterbatasan lahan. Bantaeng memiliki potensi tiga klaster yakni pantai sepanjang 21 kilometer yang sudah dipenuhi rumput laut, dataran rendah yang sudah membuat pembenihan 20 varietas padi serta wilayah pegunungan yang kini ditanam strawberry dan apel. Pada saatnya, Bantaeng diharapkan bisa menekan angka kemiskinan yang pernah mencapai angka di atas 60 persen pada 2007. Angka tersebut sudah semakin berkurang dan diharapkan kemiskinan di daerah ini akan hilang bila semua produksi pertanian sudah menghasilkan, tandasnya.
Read Full 2 comments

Industri Tapioka by Chinesse Company

Tuesday, March 30, 2010
Perusahaan Milik Negara (BUMN) asal China "Guangxi State Farms Bureau" melalui Guangxi Mingyang Biochemical Science & Technology, Inc. segera membangun Industri Tapioka di Bantaeng. Belum disebutkan besaran investasi yang akan ditanam untuk pembangunan industri tersebut. Namun lahan untuk pembangunan industri tersebut telah disiapkan. Para pengusaha dari negeri TIRAI BAMBU tersebut yakni Luo Yongkui (Deputy Director of Guangxi State Farms Bureau), Qin Qi-Mao (Vice Chairman of Guangxi Mingyang Biochemical Science & Technology, Inc), Zhao Shouwen (Vice President of Guangxi Mingyang).

Selain itu hadir pula Gao Shouguo (Project Manager of Guangxi Mingyang), Zhu Xiaoming (Financial Assets Administration Office Director of Guangxi State Farms Bureau), Zhang Youmin (Program and Development Office Deputy Director of Guangxi State Farms Bureau) serta Y. F Chan dari Kong Fung Development Co. serta mitra kerjanya di Indonesia, Rudi Mattoaly. Kepastian pembangunan industri tapioka untuk dijadikan ethanol, tekstil dan kertas tersebut dikemukakan Luo Yongkui ketika melakukan peninjauan ke lokasi pembangunan industri tersebut di Kecamatan Pa’jukukang.

Peninjauan lokasi itu dipimpin langsung Bupati Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) bersama Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan (H. M. Yasin), Kepala Bappeda (Zainuddin Tahir), Kabag. Perekonomian (Asruddin) dan sejumlah pejabat terkait lainnya. Luo Yongkui yang merupakan orang kedua pengambil keputusan di BUMN China tersebut mengatakan, tahap awal pihaknya akan mengirim ke China produksi tapioka dari Bantaeng sambil menunggu penyelesaian industri.

Perluasan ke Bantaeng dimaksudkan untuk menekan beban biaya transport. Kalau industrinya di Guangxi, ongkosnya mahal. Makanya lebih baik di Bantaeng, terang Lou Yongkui yang menyambut hangat kepedulian Bupati Bantaeng. Kami betul-betul merasa terharu dan berterima kasih atas kepedulian Bapak Bupati Bantaeng yang memberikan bantuan penyediaan lahan. Tahun lalu Bapak Bupati juga sudah melihat industri kami di Guangxi, urainya.

Kedatangan kami ke Bantaeng juga merupakan bukti keseriusan kami untuk terjalin harapan kerja sama yang sama-sama kami tunggu, tambah Lou Yongkui. Bupati Bantaeng juga menyambut baik keseriusan mitranya dari BUMN China yang bergerak di bidang pengolahan tapioka. Ini merupakan realisasi dari undangan ke Guangxi saat berlangsung pelaksanaan APEC pada Oktober 2009 yang lalu, ujarnya. Menurut Bupati Bantaeng, mitra kerjanya dari China itu berharap agar Bantaeng menjadi pelopor hadirnya industri tapioka di Sulsel. Mereka juga menjanjikan teknologi pengembangan produksi.

Secara normal, produksi ubi hanya mencapai 40 ton/ha. Namun dengan tambahan teknologi, produksi tersebut bisa meningkat menjadi 70 ton/ha. Bila industri sudah terbangun, diharapkan daerah tetangga bisa menjadi pemasok bahan baku ubi tersebut, urainya. Selain areal pertanaman di Kecamatan Pa’jukukang, beberapa daerah seperti Wajo, Jeneponto dan beberapa daerah lainnya sudah menjanjikan areal penanaman ubi kayu untuk memenuhi permintaan industri yang berpangkalan di Kawasan Industri Bantaeng (KIBA). Bupati Bantaeng berharap kehadiran industri ini dapat menekan angka pengangguran sebab industri tepung ubi berkapasitas 10 ribu ton/tahun ini akan menyerap banyak tenaga kerja.
Read Full 1 comments

Books Shop

Thursday, March 18, 2010
Bonthain semakin ramai akhir-akhir ini. Tiap elemen masyarakat Bonthain turut berpartisipasi dalam mengawal program Pemerintah. Sektor perekonomian mulai menampakkan wajahnya. Demikian pula sektor pariwisata, industri, teknologi, pendidikan dan sebagainya. Berbagai sarana dan prasarana secara bertahap disiapkan. Termasuk di dalamnya fasilitas infrastruktur yang akan mendukung program yang dijalankan, baik oleh Pemerintah maupun masyarakat secara umum.

Lembaga-lembaga pendidikan bertebaran dimana-mana. Sekolah sebagai sarana pendidikan formal membutuhkan dukungan dari pihak luar. Salah satu elemen penting yang harus hadir dalam rangka mendukung pendidikan adalah ketersediaan buku pelajaran. Buku merupakan media efektif yang dapat mengubah karakter seseorang agar mencintai dan menghargai arti pentingnya ilmu.

Di Bonthain hadir toko Buku bernama Butta Ilmoe. Lokasinya amat strategis pada lintasan Poros Makassar-Bantaeng-Bulukumba, sehingga tidak sulit mengunjunginya. Sebelumnya telah hadir toko buku lainnya, antara lain
1. Toko Buku Bina Ilmu
2. Toko Buku Rihlah
3. Toko Isnu
4. Toko Sukma
5. Agen dan Penyalur Buku dari beberapa Penerbit kenamaan

Butta Ilmoe tak kalah lengkapnya dengan toko buku lainnya di kota ini. Sesuai pantauan Tim Bonthain, di tempat ini disediakan beberapa buku seperti :
1. Buku Pelajaran
2. Buku Agama
3. Buku Sastra
4. Buku Komputer
5. Buku Sosial
6. Buku Budaya
7. Buku Politik
8. Buku Pengetahuan Umum

Bagi pelajar khususnya, toko ini patut dikunjungi untuk mendapatkan referensi yang berkaitan langsung dengan pelajaran di sekolah. Namun, bukan berarti hanya pelajar saja yang patut berkunjung kesana. Mengingat di Toko Butta Ilmoe disediakan berbagai macam buku dengan sasaran keseluruhan masyarakat Bonthain.

Berminat bisa saja, tapi kemana harus dituju. Disini tempatnya :
toko buku BUTTA ILMOE
Jl. Dr. Ratulangi No. 14 Bantaeng
Telp. : 0413-2708510

Read Full 0 comments

Telepon Penting of Bonthain

Friday, March 12, 2010
Mencari informasi bisa terhambat karena bingung harus kemana bertanya untuk mendapatkannya. Ingin mengunjungi salah satu kantor di Bonthain, lebih bingung lagi karena tidak memiliki referensi Nomor Telepon yang dapat dihubungi.








Berikut beberapa Nomor Telepon Penting di Bonthain, semoga bermanfaat demi layanan informasi yang akurat.



Read Full 0 comments

Sharing through Blogs

Thursday, March 11, 2010
Social network makin merambah hingga ke daerah. Tak bisa dihindari perkembangan teknologi saat ini. Saking berkembangnya, informasi pun makin mudah dijangkau. Sehingga masyarakat dapat menikmati sajian informasi yang sulit didapatkan, menjadi lebih mudah hanya dengan berbekal salah satu media teknologi yang ada.

Fasilitas seperti Komputer dan Handphone menjadi media yang lazim di mata masyarakat. Kehadiran FACEBOOK telah mengubah karakter seseorang. Sebelumnya tidak paham sama sekali tentang teknologi alias Gaptek, saat ini justru berbalik 360°. Tidak hanya paham, namun lebih pada sebuah kebiasaan yang membuatnya menjadi ketagihan. Informasi sangat penting, maka tiap orang akan berburu untuk mendapatkannya.

Melihat kondisi tersebut, AMBAE melaksanakan kegiatan rutin setiap 2 minggu sekali. Kegiatan dimaksud berupa Talk Show dengan menghadirkan salah satu divisi dari Ambae, dalam hal ini Tim dari Ambae.exe (Computer Application, Maintenance and Supplies). Ramai dikunjungi para Netter Bonthain, Bulukumba, Jeneponto dan wilayah sekitarnya. Sebagai langkah awal, dibahas seputar FACEBOOK. Kenapa Facebook, bahkan pembahasannya berulang hingga pada Session ketiga Talk Show tersebut. Menurut Ambae.exe yang dikonfirmasi mengungkapkan bahwa Facebook menjadi tren masa kini yang ramai diperbincangkan dimana-mana. Hal tersebut menjadi dasar bagi Tim yang bergerak di bidang Teknologi Informasi tersebut dalam membahas Facebook dalam Talk Show yang dilaksanakannya.

Antusias masyarakat pengguna Facebook amat besar. Demikian halnya dengan para BLOGGER yang merespon baik kegiatan dimaksud. Hal ini dapat dilihat dari tiap komentar yang dituturkan para Blogger melalui blog Ambae.exe. Patut disadari bahwa Blogger pun seorang Facebooker. Sehingga wajar jika komentar terus mengalir sebagai respon atas Talk Show yang telah dilaksanakan sebanyak 3 kali ini.

Rencananya pelaksanaan Talk Show berlangsung 2 minggu sekali. Tema yang diusung pun akan berbeda-beda pada session lainnya. Ambae.exe mengungkapkan bahwa pada session keempat nantinya akan sedikit beralih dari dunia Facebook. Tema berikutnya yakni Yahoo! Messenger. Namun tidak berarti Facebook akan ditinggalkan dalam pembahasan dimaksud. Betapa tidak, Facebook menjadi bagian kecil dari tiap sudut dunia maya. Terlebih lagi kemudahan yang diberikan Admin Facebook untuk mengaitkan beberapa social network yang ada melalui layanannya yang diberi nama Facebook Connect.

Ditanya soal tujuan pelaksanaan Talk Show, Ambae.exe mengungkapkan bahwa kegiatan ini sebagai wadah bagi Netter Bonthain pada khususnya. Harapannya dengan menghadirkan nuansa teknologi dan informasi di kota ini, Netter akan terbiasa dan lebih paham akan arti pentingnya dunia maya di sisi dunia nyata.

Seorang Facebooker tidak hanya paham cara bermain Pooker, melainkan dapat Berbagi lebih melalui layanan-layanan yang disiapkan FACEBOOK. Netter dapat menyajikan informasi yang bermanfaat kepada semua pihak dengan memahami dunia maya secara utuh.

Bagi Blogger sudah jelas, blog adalah rumah sekaligus koran pribadi miliknya. Namun, koran ini harus dapat dibaca pihak lain dan keduanya mendapat manfaat darinya. Nah, Bonthain saat ini masih kurang diminati yang namanya BLOG. Dapat terlihat disaat seorang Netter mengetikkan Keyword di rumahnya mbah GOOGLE. Kalau pun telah hadir ratusan blog yang berasal dari Bonthain, namun kehadirannya belum maksimal sebagai media informasi yang mampu mempublikasikan kota ini keluar. Mengingat ketertinggalannya dengan daerah lainnya di Indonesia, maka Ambae.exe menaruh harapan pada semua Blogger maupun Netter Bonthain untuk lebih serius memanfaatkan ruang dunia maya dalam memperkenalkan BONTHAIN.

Talk Show dengan tema BLOG akan dilaksanakan nantinya, meski saat ini belum. Secara bertahap tema-tema lainnya akan mengubah karakter Netter Bonthain ke arah dunia Blog.
Read Full 0 comments

Guest Book

Thursday, January 21, 2010
Pada ruang ini disediakan buku tamu yang siap diisi sebagai ajang komunikasi sesama BLOGGER. Ada 2 versi GUEST BOOK yang disiapkan, yakni Shoutmix dan Cbox. Harapannya, bilamana terjadi ERROR pada salah satunya, maka tetap siap Guest Book yang satunya. Dan bilamana keduanya mengalami ERROR, akan disiapkan lagi GUEST BOOK tambahan selain yang ada saat ini.



OK bro...neh dia

selamat mencicipi hidangan yang disajikan...

CBOX







SHOUTMIX



ShoutMix chat widget


Read Full 59 comments

Gedung Jangkung Ketiga Diresmikan Hari Ini

Monday, January 18, 2010
Wisma Kalla, gedung perkantoran jangkung ketiga di Makassar setelah Graha Pena dan Menara Bosowa, resmi beroperasi hari ini, Senin 18 Januari. Peresmiannya dilakukan oleh bos Kalla Group yang juga mantan Wakil Presiden RI, HM Jusuf Kalla (JK).

Head of Program and Promotion PT Hadji Kalla, Yudi G, malam tadi mengungkapkan, ada beberapa tamu yang diundang pada momen bersejarah hari ini.

Antara lain Presiden Direktur Toyota Astra Motor (TAM), Johnny Darmawan, Marketing Director PT TAM, Joko Tri Sanyoto, manajemen dan direksi Kalla Group, serta seluruh relasi Kalla Group seperti kalangan perbankan, salah satunya Dirut Bank Bukopin, Glen Glenardi.

Bagaimana dengan kalangan pemerintahan? Menurut Yudi, tetap ada undangan untuk Gubernur Sulsel HM Syahrul Yasin Limpo dan jajarannya, juga untuk Walikota Makassar HM Ilham Arief Sirajuddin. Namun mengenai kedatangan mereka, Yudi belum berani memastikan.

Yudi mengungkapkan, Wisma Kalla memiliki 14 lantai, belum termasuk koridor. Bos Kalla Group, HM Jusuf Kalla, khusus menempati lantai paling atas, yakni lantai 14. Di dalam lantai 14 tersebut, akan dilengkapi berbagai macam fasilitas, seperti ruang kerja yang nyaman, ruang istirahat, pantri, ruang relaksasi serta perpustakaan mini.

Dari lantai 14 ini, lanjut Yudi, memungkinkan JK untuk memandang Makassar dari segala arah. Memang posisi Wisma Kalla sangat strategis dan tidak terlindung bangunan manapun, ungkapnya.

Satu lantai di bawahnya, lantai 13, akan ditempati Direktur dan jajaran direksi Kalla Group, selanjutnya lantai 12 untuk operasional Wisma Kalla. Lantai empat untuk fasilitas entertainment juga food and beverage. Sepuluh lantai lainnya, akan dipersewakan untuk perkantoran.

Menurut Yudi, saat ini sudah banyak yang melakukan reservasi, khususnya dari kalangan perbankan, lembaga pembiayaan, juga beberapa perusahaan asing. Selain di lantai empat, nuansa hiburan kata Yudi, juga ada di lantai satu, yakni amphitheatre juga sebuah kafe.

Pemancangan tiang pertama Wisma Kalla dimulai pada Kamis 2 Agustus 2007 lalu.
Wisma Kalla berlokasi di Jl Dr Ratulangi No 8-10, Makassar. Gedung ini berdiri di atas lahan seluas 5.363 meter persegi, terdiri atas 14 lantai plus koridor, dengan total ketinggian sekitar 70 meter.

Luas total penggabungan seluruh lantai mencapai 27.808 meter persegi lebih. Investasi untuk pembangunan gedung ini sebesar Rp 150 miliar, belum termasuk harga tanah.

Wisma ini dikelola salah satu anak perusahaan Kalla Group, PT Haka Sarana Investama. Corporate Secretary dan Public Relation PT Hadji Kalla, Sudirman AR, mengatakan, fungsi utama Wisma Kalla sebagai kantor pusat Kalla Group, serta untuk disewakan sebagai kantor bagi perusahaan lain.

Berbagai fasilitas di dalamnya adalah ruang untuk ritel, ruang serbaguna, ruang pamer (show room) PT Hadji Kalla, executive lounge, pusat kebugaran, restoran, kafe, amphitheater yang juga bisa berfungsi sebagai ruang serbaguna, dengan ruang parkir yang luas untuk 200 mobil dan 200 sepeda motor.


Source : Fajar
Read Full 1 comments

Migrasi to Full Link Exchange

Sunday, January 3, 2010
PEMBERITAHUAN

Posting ini berisi pemberitahuan kepada rekan-rekan sekalian yang mungkin melihat ada perubahan signifikan pada halaman utama bonthain dot blogspot dot com


Bilamana rekan-rekan memperhatikan bagian bawah dari halaman utama. Maka akan terlihat kosong, padahal sebelumnya kolom tersebut berisi sekumpulan Banner rekan-rekan Blogger

Demikian pula dengan menu Friend's Link dan kolom Banner Code pada bagian Side Bar.
Jangan berkecil hati kawan........!!!

Tiap Link (Banner dan Text) telah dirapikan sedikit agar tidak terlalu memberatkan loading front cover. Nach, gerombolan banner dan text tersebut beserta emmbed code masing-masing, dapat dilihat pada menu LINK EXCHANGE yang ada d'bagian atas blog ini.

Lewat sini juga boleh FREN...Link Exchange
Read Full 2 comments

Bantaeng anniversary of the 755

Monday, December 7, 2009
Bantaeng now 755 year old on December 7, 2009.

all Ambae say
at the age of the 755 years. Hopefully Bonthain increasingly mature, capable of realizing the dream becomes more developed regions, to The New Bantaeng


Badik in symbolize as courage, but it does not mean always with violence. Courage in many ways and so vast.

Similarly, why should wear Badik in the picture above.
brief picture above depicts a BIKE with 2 wheels like as Black Car Community or Djarum Black Motodify. Plus yellow brown body. What is striking because the steering wheel/steering it is Badik.

Maybe that did not have time to note that the image Badik figure represents 7 (Seven), while the Front and Rear Tires each figure represents 5 (Five) is formed and arranged in such a way that resembles BICYCLE TIRES.

So like a reply Bantaeng age to enter the year 755, the image has presents.

While the symbol BIKE, characterizes how the District government programs in the declaration Bantaeng BACK to NATURE by civilizing activities Bantaeng likes to bicycle in a healthier community. Bantaeng can reduce pollution, including the highly destructive of our natural as one step in anticipation of GLOBAL WARMING.

In terms of color selection.
Yellow symbolizes how people Bantaeng ready to support any government effort. Yellow symbolizes OPTIMIS attitude, FLEXIBILITY and FREEDOM.

While we have defined that chocolate is a Bantaeng as Oldest Land (BUTTA TOA) which is contained inside the element of maturity.

There are things that may not even be the center of attention from the picture. Please note that the bicycle is not fitted with a paddle. regional emblem on the back of the bike.

We assume that the area is a regional symbol of Bantaeng that should be brought forward by the leader who sits in the front seat. But, lack of bicycle pedal at precisely meberi appeal especially to the general public to want people Bantaeng together and be able to PROMOTE this bike to Black In News.

In a broader sense of leadership that, can’t walk alone without the help of all elements of society.

Moreover, in creating The New Bantaeng. Many of those who doubted it, but when we all come together to build these things with a sense of optimism. Hopes, NOT THAT THERE MAY NOT.
Read Full 1 comments

Toyota Motor Corp. Ehime. help Bonthain

Wednesday, November 11, 2009
General Manager of Toyota Japan Hidekazu admitted Futagami impressed with the rapid development in the District of Bantaeng in the last year. Its construction is very fast when only a year, he said when Blackinnovationawards goes to campus the landfill project and development plans Prof. hospital. Dr. H. M. Anwar Makkatutu, precisely on Friday September 11, 2009. Bos Ehime Toyota Motor Corporation reached the Bantaeng with Chief Mechanic Nangoku Netz Toyota Corporation, Seiichi Yamamoto and Takashi Fujie. This is the third time Hidekazu Futagami come to the district nicknamed this Toa Butta.


Arrival time to see the utilization of Toyota Japan Ehime assistance of Prof. hospital facilities. Dr. H. M. Anwar Makkatutu some time ago. Help for a hospital patient beds and other facilities. Ambulance assistance was 5 units and 1 unit of the Fire Department vehicle has yet to be realized because there are still technical obstacles to the delivery of Indonesia. Still, he promised to send more aid to districts led by alumni of Japan (DR. Nurdin Abdullah). In principle we do not restrict any assistance to be provided Ehime Japan Toyota, light Bantaeng Regent Beach while watching the accumulation of Chrysanthemum with the gentleman.

Whose name help, whatever will we receive, added to Hidekazu Futagami Nurdin who speak in Japanese. He then expressed his Blackinnovationawards for Regent building Bantaeng launched. Chrysanthemum beach is now filled up as far as 200 meters towards the sea for the construction of 5-story hospital is expected to be a referral hospital in the southern region SulSel. Not yet clear, whether there is further assistance from the Ehime Toyota on the construction of the hospital, but who clearly support the bed as much as 100 units are used, added the Director Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu (Dr. H. Syafruddin Nurdin, M. Kes).

According Syafruddin, Bantaeng hospitals are not only expected to be a referral center in South SulSel but also will be Trauma Center. This is the need to address the rapid development of mega-project The New Bantaeng. To restore the area once the center of government (Cambodgien) in the south SulSel.

Attention of the world's largest automotive Djarum Black Motodify was against the district is 120 Kilometers south of Makassar, the relevant regions dijadikannya Bantaeng as built in Sulawesi, which marked the script signing of cooperation between the Regency. Ehime Bantaeng and Toyota on January 21, 2009 that then. Done signing between Regent Bantaeng (HM Nurdin Abdullah) with the President of Ehime Toyota Motor Corp. (Yokota Hideka). Signatories to the agreement when the manuscript was witnessed by Prof.. Dr. Eng Ryuichi Yatabe (Ehime University Provost), Member of Parliament Bantaeng District and the official in this area. The deal was among others in the provision of infrastructure by Toyota Motor Corp. Ehime. While the Regency. Bantaeng guarantee to provide protection and security. In the agreement also appointed coordinators entrusted to the Regional Secretary (H. Shamsuddin). If future cooperation benefits both parties bring, God willing, will be local revenue (PAD).

The foundation makes Bantaeng District as an area built, partly because the mutual relationships and mutual understanding needs to be supported Bantaeng district legislature. There was also intended as promotion of regional potentials and resources in it to increase public welfare.
Read Full 0 comments

Pertamina Gas Cylinder For in Bantaeng

Friday, October 23, 2009
PT. Pertamina (Persero) began distributing gas cylinders and stoves to Black Community in the District Bantaeng since Friday, October 23, 2009. Early stages of the division of oil-tubes for the conversion of these lands were obtained in two urban villages (Keke and Urban Villages Urban Villages Gantarang TOMBOLO) in District Gantarang Keke.

Division of kerosene replacement facility was done in a symbolic head of the Office of Industry and Trade (Perindag) Bantaeng District (Abd. Rashid) witnessed by officials and consultants related to Pertamina for the conversion of kerosene to gas. The number of cylinders and gas stoves Autoblackthrough goes to campus in Gantarang Keke of District 696 of the Family Head (KK), while in Kelurahan TOMBOLO numbered 563 families followed another village in the district with a total of 4149 families.

After Sub Gantarang Keke, the Djarum Black Slimznation of the same facilities will also be conducted in District Ere Feeling, precisely on October 24, 2009, followed by Sub Pa'jukukang will do for 2 days ie 25-26 October 2009, clearly Muliati (Gas Distribution Field Coordinator and Stove Gas) for the District Bantaeng. Accompanied Muliati Sugiono and Andre admitted a delay in the distribution of gas cylinders and stoves in this area. Initially we were scheduled Thursday, October 22, 2009, but was only able to begin Friday, October 23, 2009 due to technical problems the data collection.

Special Sub Bantaeng, the distribution of gas cylinders and stoves will be 28-29 October 2009. Before that, exactly on the date of delivery 26-27 stoves and gas cylinders will be in District Tompobulu. Channeling in District 8100, amounting to Bissappu KK will be conducted on October 30, 2009. Ending the distribution will be carried out simultaneously in 2 districts each district and Ulu Sinoa Ere on October 31, 2009. He then called the initial data estimates as many as 53,000 families. But after verification number was 48,039 families. This is due to requirements to obtain subsidized stoves and gas cylinders containing 3 kg of this other than KK and ID requirements also do not have a gas stove.

Head Office District Perindag Bantaeng hope, Pertamina to prepare for the anticipated replacement tube 3 Kg of course content is not equal to the tube containing 12 Kg. Readiness is in anticipation of the possibility of unrest since the burner tubes and distributed, Pertamina automatically cut down on gasoline in this area and with the new price (non-subsidized) USD 7000/liter, he said. Answering these concerns, Muliati said, its distribution is also performed automatically on the agent who already has permission kerosene sales. They automatically become gas distributor 3 Kg. Similarly, with agents and distributors who had already sold 12 kg cylinders.
Read Full 2 comments

Three countries want to develop Bantaeng

Sunday, October 11, 2009
Investors from the three countries each from South Korea, Japan and Malaysia met in Bantaeng. The foreign businessmen were expressed different interests to invest in this area. South Korean investors from Mirae Tech business Black Community interested in cotton seed processing industry are investors from Sirim Berhad Malaysia interested in the management of seaweed.

In contrast to these two business groups from both countries, Japanese businessmen will make a survey for the development of tourism kasawan workshops. Region will be the resort for elderly parents in the winter. Although the parents, but they have the expertise. Regent Bantaeng (H. M. Nurdin Abdullah) when receiving the investors in the home district office, precisely on Saturday afternoon October 10, 2009 hoping their expertise can be utilized in Bantaeng so that we can absorb the knowledge and experience particularly in the field of medicine and agriculture.

He then hopes to all the district masyatakat Toa Butta was nicknamed to be more open to investing more Djarum Black Menthol. Investment will open up new jobs. Nurdin was later appointed investment in fish processing area owned by PT. Global Seafood International Indonesia, which operates immediately. Fish processing industry surimi exports to Japan to absorb 1,000
Read Full 2 comments

Combined SAR team shifted to Jeneponto

Tuesday, June 23, 2009
The search for missing victims conducted by the Joint SAR team has been held since last Monday, June 22, 2009, exactly along the waters of the region directly Bantaeng District bordering the Flores Sea.


SAR team joined the Black Community Volunteer Force has several searches as possible. Missing victims named Sampara and Asli each 30 year old, according to reports has been to sea in order to fish through fishing methods. But a new report into the Government District Bantaeng after the fourth day they did not return to the land that is precisely dated June 21, 2009. Furthermore the report forwarded to the SAR team, in this case BASARNAS and immediately reduce their personnel who joined from UNHAS SAR, SAR UNM, SAR 45 and BASARNAS itself and assisted the District Disaster Management Team Bantaeng.

This morning, rescue teams had found a Kail / Draw the alleged victim are the property of the missing. Kail found after conducting searches in the search area along the waters Bantaeng, Jeneponto and Selayar. Cooperation was carried out to help each other search processes, among them the SAR team to coordinate with local government The Kab. Bantaeng, SAR team Bantaeng, Jeneponto Police, Police Selayar, SAR team Selayar, Lantamal Makassar and the Fisherman Bantaeng.

After searching for 2 (two) days in a row to this day, Chairman of the Joint SAR Team (Mohammad Ansari) who berposko Coast District Lamalaka Bantaeng doing Briefing and Evaluation Results. In the evaluation of the Mother attended District (subdistrict) Bantaeng Bantaeng District and the victim's family left behind. In the evaluation, Mohammad Ansari concluded that the search will be stopped in Bantaeng to immediately move into the area until the waters Galesong Jeneponto in Takalar. Meanwhile, to this day has not produced encouraging results since there was no clarity on the condition that the victim had lost it.

Based on PROTAP (fixed procedure) Combined SAR team, that after missing for at least 6 (six) days, it was decided to abandon the search. But do not close the space for all parties to continue to coordinate and communicate with the SAR team found when the combined sign of the victim. In this occasion, the team leader said that the Navy had contacted Lantamal Makassar Combined SAR team regarding his arrival in Bantaeng plan to conduct further searches of which one representative of the Navy has been described in detail in the Briefing.

Some of the obstacles faced during the process of Search and Rescue, among others:
1. Used rubber boats. Vehicle Black Motor Community to search for victims has limited mileage since the waves are too big.
2. There is no definite information which the point / position of the two victims actually lost or drowned.
3. Likewise with Speed Boat Transport Department's Bantaeng District also has the same limitations Rubber Boat Association's SAR team.
4. In accordance with PROTAP, can be assumed that the victim had died when not stranded.
5. In these conditions, during a search found no signs that refer to the certainty of the existence of the victim, so no decision can be taken if the victim had died or not.

It is worth thumbs up because the search process has been done to the maximum extent possible. Even to this day not only performed a search, rescue team only shifted Joint / move to the waters Jeneponto for further searching. Then by the Navy Lantamal Makassar and assisted by the Ship Finder's SAR team with a greater capacity continue to search throughout Bantaeng and surrounding waters on the line ship route can not be reached only with its rubber boats only.

Finally, the SAR team said goodbye to the family and the Government Kab. Briefing Bantaeng before ending it. Next the volunteers packed into Jeneponto immediately. Expectations of all parties, victims may receive separate instructions from God, so stay safe Healthy Wal Afiat, Amin.
Read Full 0 comments

Seaweed Potential Bantaeng

Thursday, February 5, 2009
Minister of State for Development of Disadvantaged Regions of the Republic of Indonesia (Meneg. PDT) H. Lukman Edy to Autoblackthrough goes to campus the District Bantaeng Work. Apart from Blackinnovationawards goes to campus of managing coastal communities in Cabodo seaweed, Keluharan Bonto Sunggu Kecamaan Bisssappu Bantaeng District, Mr. Minister also inaugurated the Cadre Building Mover One Nation (KPPSB) which comprises 13 groups from 10 villages as Bantaeng District Prithvi House District Bantaeng (Side Regent Bantaeng home office).


Formation cadre intended to anticipate the occurrence of gaps at the village level planning, as happened so far. The gap is feared could interfere. Lukman an example, the number of proposals that do not fit the Black Community desires. For example the needs of rural road that was built in the implementation of the mayor's house into his garden so as not on target.

For that, the village resources to get assistance with the formation of KPPSB (Cadre Mobilization Development One Nation) this. Through the container is expected to recruit 10 people / villages, so the total will reach 148 built thousands in Indonesia.

Today during a visit Thursday, 5 February 2009, he described some things to do with aid. According to the Minister. PDT, each group received help USD 50 million so the total aid in 2008 is less than Rp 1 billion, but its impact, could push the 5000 rural communities.

In Kelurahan Cabodo Bonto Sunggu, fishermen and seaweed farmers get aid boats, boat engines and support to accelerate the breeding Seaweed production ashore. According to Lukman Edy, built in Cabodo successfully recruited 10 workers for each group. Each worker earning USD 10 thousand people from seaweed business.

From the picture, is expected in 2009 will create a strong group. To increase production and quality, the Ministry will provide technological assistance. The touch technology is expected to be a stimulus formation of Microfinance Institutions to help the capital.

Minister. PDT admitted, to strengthen the institutional, Ministry PDT will provide capital assistance stimulant. This is expected to be a stimulus to the establishment of micro finance institutions expected to help the financial sector in the long run. This is important for rural economic development constraints are generally the problem of capital, technology and markets.

Special technological assistance, farmers are expected to produce higher quality, so price increases. He gave the example of seaweed prices fell by USD now 5000's. With a touch of technology will increase the price, he explained.

For that, the Ministry of PDT will reduce the team that will monitor the possible application of technology that allows for increased production and quality. For example about the water levels are still high.

Market mentioned, Minister of State PDT was sure, no problem for this commodity is in demand.

With the board P2KP-DT (Acceleration of Development of Disadvantaged Regions Regional Production) in Cabodo, on behalf of the Ministry PDT Indonesia Year 2008 Budget, Mr. Minister gave assistance to the 2 groups of 13 groups listed in the District Bantaeng Sea Star Group and Group Lestari Mandiri.
Read Full 0 comments

Technology

Thursday, January 3, 1980
Read Full 1 comments
Read Full 1 comments

Facebook

This space provides a few links that refer to a social networking that is FACEBOOK.


Facebook is a social networking website that is operated and privately owned by Facebook, Inc. Users can add friends and send them messages, and update their personal profiles to notify friends about themselves. Additionally, users can join networks organized by city, workplace, school, and region. The website's name stems from the colloquial name of books given at the start of the academic year by university administrations with the intention of helping students to get to know each other better.

Mark Zuckerberg founded Facebook with his college roommates and fellow computer science students Eduardo Saverin, Dustin Moskovitz and Chris Hughes while he was a student at Harvard University. The website's membership was initially limited to Harvard students, but was expanded to other colleges in the Boston area, the Ivy League, and Stanford University. It later expanded further to include any university student, then high school students, and, finally, to anyone aged 13 and over. The website currently has more than 350 million active users worldwide.

Facebook has met with some controversy. It has been blocked intermittently in several countries including Syria, China, Vietnam, and Iran. It has also been banned at many places of work to discourage employees from wasting time using the service. Privacy has also been an issue, and it has been compromised several times. Facebook settled a lawsuit regarding claims over source code and intellectual property. The site has also been involved in controversy over the sale of fans and friends.

A January 2009 Compete.com study ranked Facebook as the most used social network by worldwide monthly active users, followed by MySpace.

There has recently been reports of Facebook proposing an initial public offering (IPO), i.e. issue equity shares in the form of stock to investors. However, Zuckerberg stresses that it will not be for a few more years, and the company is in no need of additional capital. Also, some analysts fear the Facebook IPO might be a particularly weak one.




Friends who want to join Ambae.exe on Facebook, can be added by visiting the link below



Admin


Profile
Ambae.exe (1)

Ambae.exe (2)

Ambae.cdr

Ambae.cel

Ambae.oto

Ambae.fm

Abby Ambae

Abhi Ambae

Accy Ambae

Adhy Ambae

Adiva Ambae

Aghazta Ambae

Agoes Ambae (1)

Agoes Ambae (2)

Aita Ambae

Alfashera Ambae

Amhmink Ambae

Andre Ambae

Anggi Ambae

Ani Ambae

Anita Ambae

Antho Ambae

Anthy Ambae

Anwar Ambae

Arkan Ambae

Atma Ambae

Atox Ambae (1)

Atox Ambae (2)

Awan Ambae (1)

Awan Ambae (2)

Bambang Ambae

Bayu Ambae

Bocha Ambae

Darjo Ambae

Dir Ambae

Donald Ambae

Ehsan Ambae

Ek Ambae

Ekha Ambae

Emma Ambae

Fajar Ambae

Fizi Ambae

Hadi Ambae

Herdhin Ambae

Hilal Ambae

Ian Ambae

Iccank Ambae (1)

Iccank Amba (2)e

Ichal Ambae

Idha Ambae

Ikmal Ambae

Ima Ambae

Imho Ambae

Imma Ambae

Indry Ambae

Ipin Ambae

Irmha Ambae

Ismi Ambae

Ittha Ambae

Jarjit Ambae

Joko Ambae

Juanda Ambae

Juniar Ambae

kakRos Ambae

Khyq Ambae

Kiq Ambae

Maill Ambae

Maya Ambae

Memei Ambae

Mila Ambae

Muly Ambae

Munassir Ambae

Nova Ambae

Opah Ambae

Phiepit Ambae

Phuphut Ambae

Qky Ambae

Ra Ambae

Rahma Ambae

Rahmat Ambae

Ratna Ambae

Rosma Ambae

Salwa Ambae

Siska Ambae

Soe Ambae

Sulis Ambae

Syam Ambae

Tathy Ambae

Thuthy Ambae

Tiar Ambae

Uchu Ambae

Upin Ambae

Utti Ambae

Wandy Ambae

Wendy Amba (1)e

Wendy Ambae (2)

Wendy Ambae (3)

Wina Ambae

Yayath Ambae

Yudhi Ambae

Yuli Ambae


Group


Developers




Facebook Badge

Profile
Ambae Exe

Buat Lencana Anda


Foto
Ambae Exe

Buat Lencana Anda


Fan Pages



Page



Group







Read Full 1 comments
Thankz atas comment-nya...jangan bosan tuk mampir
Bonthain

Bantaeng terletak di sebelah selatan Propinsi Sulawesi Selatan
dengan jarak tempuh 120 Kilometer dari kota Makassar. Dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan dari Makassar dengan mengendarai mobil atau sepeda motor
Image and video hosting by TinyPic
Google PageRank Checker pagerank 
search engine optimization pagerank search engine optimization Search Engine Promotion Widget
Powered by Counters4blogs.com
100 Blog Indonesia Terbaik
money ideas
 

Twitter Update

Followers

Newspaper Template

© Black Newspaper Copyright by Bonthain | Design by Ambae.exe | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks